Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGGUNAAN MEDIA KARTU ANGKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK A TK ISLAM MUTIARA SURABAYA

PENGGUNAAN MEDIA KARTU ANGKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK A TK ISLAM MUTIARA SURABAYA

Ratings: (0)|Views: 1,873 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : Siti Asiyah,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : Siti Asiyah,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on May 26, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/20/2014

pdf

text

original

 
1
PENGGUNAAN MEDIA KARTU ANGKA DALAM MENINGKATKANKEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK ATK ISLAM MUTIARA SURABAYA
 
Siti AsiyahPRODI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINIFAKULTAS ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
 Application of number card media is hoped can improve of knowing number 
concept ability for children in teaching process with the result that saturation doesn’t 
occur in the teaching process, hence the child will join physically, emotionally, and intellectually that is that in turn is expected to the concept being taught by teachers canbe understood by children. In this study can be formulated the problem as follows: (1) How does the activityof the teachers in the use of the card number on the introduction of the concept of numbers in children group A Islam Mutiara Kindergarten Surabaya?. (2) How doescognitive ability in getting to know the concept of numbers in group A Islam Mutiarakindergarten Surabaya? (3) What is the use of card numbers may increase cognitiveability in the familiar concept of numbers in the group A Islam Mutiara kindergartenSurabaya?. Whereas the aim of this study are: (1) to describe teacher activities in the useof the card number on the introduction of the concept of numbers in the children of group A Islam Mutiara kindergarten Surabaya, (2) to know cognitive ability in getting theconcept of numbers in group A Islam Mutiara kindergarten Surabaya, and (3) to describethe result of using of card numbers in increasing cognitive ability in the concept of numbers in group A Islam Mutiara kindergarten Surabaya.This study is an action research (classroom action research) that included twocycles. Performed sequentially is each cycle consisting of four phases: planning, actionand observation, reflection and revision. Based on data analysis and discussion, theobtained results that the application of introduction concept of numbers using card increasing the children cognitive ability in the first cycle by 73% and the second cycleresults achieved by 93%. Behavior that indicated the child was changed after the givenaction. Children are happy and enthusiastic in participating in teaching activities as well as more active. Thus it can be concluded that the application of card number improved cognitive ability in knowing concept of numbers in the children group A Islam Mutiarakindergarten Surabaya. Keyword: Card numbers, knowing concepts of numbers
Penggunaan media kartu angka diharapkan dapat meningkatkan kemampuanmengenal konsep bilangan anak dalam proses belajar mengajar sehingga dalam proses belajar mengajar itu aktivitas belajar mengajar tidak terjadi kejenuhan, dengan demikiananak akan terlibat secara fisik, emosional dan intelektual yang pada gilirannya diharapkankonsep yang diajarkan oleh guru dapat dipahami oleh anak.Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakahaktivitas guru dalam penggunaan kartu angka pada pengenalan konsep bilangan padaanak kelompok A TK Islam Mutiara Surabaya ?. (2) Bagaimanakah kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok A TK Islam Mutiara Surabaya ?.(3) Apakah penggunaan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalam
 
2
mengenal konsep bilangan pada anak kelompok A TK Islam Mutiara Surabaya ?.Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mendiskripsikan aktivitas gurudalam penggunaan media kartu pada pengenalan konsep bilangan pada anak kelompok ATK Islam Mutiara Surabaya. (2) Untuk mengetahui kemampuan kognitif dalam mengenalkonsep bilangan pada anak kelompok A TK Islam Mutiara Surabaya. (3) Untuk menganalisis apakah penggunaan media kartu angka dalam meningkatkan kemampuankognitif dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok A TK Islam MutiaraSurabaya.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (
action research
) sebanyak dua putaran.Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan,refleksi, dan refisi. Berdasarkan analisis data penelitian dan pembahasan, maka diperolehhasil bahwa penerapan pengenalan konsep bilangan melalui media kartu angkamengalami peningkatan kemampuan kognitif anak pada siklus I sebesar 73% dan siklus IIhasil yang di capai sebesar 93%. Perilaku yang ditunjukkkan anak pun berubah setelahdiberikan tindakan. Anak lebih senang dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran serta semakin aktif. Sehingga dapat di simpulkan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan media kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif dalammengenal konsep bilangan pada anak Kelompok A TK Islam Mutiara Surabaya.Kata Kunci : media kartu angka, mengenal konsep bilangan
 
3
PENDAHULUAN
Setiap anak dilahirkan dengan sejumlah potensi yang berbeda-beda. Perbedaanindividu (
individu differences
) inilah yangmenyebabkan adanya perbedaankemampuan pada setiap anak walau usiamereka sama. Menyadari hal tersebut makasudah selayaknya guru perlu memberikankesempatan dan waktu yang berbeda untuk masing-masing anak. Diyakini bahwaseorang anak akan dapat menyelesaikantugas yang diberikan kepadanya secaratuntas apabila dia mendapat kesempatan danwaktu yang memadai sesuai dengankemampuannya (Sujiono dkk, 2006:2.1).Apapun yang anak-anak alami dalamkehidupan sehari-hari mereka pastimelibatkan semua jenis indera penglihatan, pendengaran, pengecapan, penciuman danrabaan. Dan apapun yang mereka rasakan berfungsi untuk merangsang mental mereka.Pengembangan indera merupakan tujuandari tiap pengasuhan dari Taman Kanak-Kanak yang baik. Namun, penelitian terakhir dalam hal perkembangan mental anak usiadini mengungkapkan kesimpulan bahwauntuk dapat mengembangkan semua jeniskonsep di sekeliling mereka, anak-anak tidak hanya membutuhkan pengalaman- pengalaman indera yang banyak, tetapi jugamembutuhkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan pembentukankonsep tertentu atau proses-proses mentalyang merupakan dasar bagi semua olah pikir mereka. Beberapa ahli pendidikan menyebutkemampuan-kemampuan seperti itu dengankemampuan kognitif atau kemampuan berfikir (Zuhriyah, 2010:26).Pembelajaran yang paling efektif untuk anak usia dini adalah melalui suatu kegiatanyang berorentasi bermain ( belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar), pembelajaran yang berorentasi perkembangan yang lebih banyak memberikesempatan kepada anak untuk dapat belajar dengan cara-cara yang tepat. pendekatanyang paling tepat adalah pembelajaran yang berpusat pada anak (Masito,dkk, 2007:1.20)Usia dini/ pra sekolah merupakan usiayang efaktif untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak-anak.Upaya pengembangan ini dapat dilakukandengan berbagai temasuk melalui permainandan media berhitung, dimana permainan berhitung di TK tidak hanya terkait dengankemampuan kognitif saja, tetapi jugakesiapan mental sosial dan emosional peserta didik, karena itu dalam pelaksanaannya harus dilakukan secaramenarik, bervariasi dan menyenangkan(Departemen Pendidikan Nasional, 2007).Menurut Hurlock (1999) dalam Susanto(2011:50), menyatakan bahwa anak usia 3
 – 
 5 tahun adalah masa permainan. Bermaindengan benda atau alat permainan dimulaisejak usia satu tahun pertama dan akanmencapai puncaknya pada usia 5
 – 
6 tahun.Pada masa ini juga anak lebih peka untuk  berkembang. Maka pada masa ini pulamerupakan saat yang efektif bagi guru(pendidik) dan orang tua dalam memberikan pemahaman atau pembelajaran kepada anak melalui pemberian contoh-contoh kongkritatau beberapa peragaan yang mendidik akanlebih efektif diterima oleh anak.Sebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003, tentangSistem Pendidikan Nasional, pasal 28, ayat 3menyatakan bahwa pendidikan TamanKanak-kanak (TK) merupakan pendidikananak usia dini pada jalur formal, yang bertujuan membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik  psikis dan fisik yang meliputi moral dannilai agama, sosial, emosional, kemandirian,kognitif, bahsa, fisik/motorik untuk siapmemasuki jenjang berikutnya. Anak UsiaDini sebaiknya diberikan pengalamanlangsung baik secara kelompok maupunindividual, sehingga anak memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang nyata.Sekolah atau lembaga-lembaga pendidikandijadikan laboratorium bekerja bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi yangdimilikinya. Pada usia 4
 – 
5 tahun yaitumasa belajar matematika. Dalam tahap inianak mulai belajar matematika sederhana.Misalnya menyebutkan bilangan,menghitung urutan bilangan walaupunmasih keliru urutannya, dan menguasaisejumlah kecil dari benda-benda yang ada disekitar anak. Model pembelajaran dalam

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->