Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MENGENAL KONSEP POLA MELALUI MEDIA EVA FOAM PADA ANAK KELOMPOK B DI TK KHADIJAH II SURABAYA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MENGENAL KONSEP POLA MELALUI MEDIA EVA FOAM PADA ANAK KELOMPOK B DI TK KHADIJAH II SURABAYA

Ratings: (0)|Views: 39 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : Jamilah Jamilah,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : Jamilah Jamilah,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on May 26, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

 
1
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MENGENAL KONSEPPOLA MELALUI MEDIA EVA FOAM PADA ANAK KELOMPOK BDI TK KHADIJAH II SURABAYA
 
Prodi PG. Paud Jamilah kartini.fatha@yahoo.com
Abstrak 
Dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : bagaimanakah peningkatankemampuan kognitif dalam mengenal konsep pola melalui media EVA foam pada anak kelompok B di TK Khadijah II Surabaya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatankemampuan kognitif dalam mengenal pola melalui media EVA foam pada anak kelompok B diTK Khadijah II Surabaya.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas
(classroom action research)
yang meliputi duasiklus. Tiap siklus dilakukan secara berurutan yang terdiri dari empat tahap yaitu : 1) perencanaan,2) tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Data penelitian diambil melalui observasi di kelas.Berdasarkan analisi data penelitian dan pembahasan, maka diperoleh hasil bahwa penerapan pengenalan konsep pola melalui media EVA foam mengalami peningkatan kemampuan kognitif anak pada siklus I sebesar 69 % dan siklus II hasil yang di capai sebesar 92%. Perilaku yangditunjukkan anak pun berubah setelah diberikan tindakan. Anak lebih senang dan antusias dalammengikuti kegiatan pembelajaran serta semakin aktif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pengenalan konsep pola melalui media Eva foam dapat meningkatkan kemampuankognitif anak kelompok B TK Khadijah II Surabaya.Kata kunci : kemampuan kognitif, media EVA foam
Abstract
This research is formulated by the following problem; How is the increase of the cognitive abilityin recognizing the pattern concept through EVA foam media at the children of group B in TK  Khadijah II Surabaya. This research is aimed to know the increase of the cognitive ability inrecognizing the pattern concept through EVA foam media at the children of froup B in TK  Khadijah II Surabaya.This research is Classroom Action Research included two cycles. Each cycle is done alternativelywhich consist of four steps, those are : 1) planning, 2) action, 3) observation, and 4) reflection.The data of the research is taken from class observation. Based on the analysis of data and the solution, it is obtained the result that the application of recognizing the pattern concept through EVA foam media can increase the cognitive ability of the children in the cycle 1 to 69% and in thecycle II increase to be 92%. The behavior of the children is changed after being given the action.The children more like and enthusiastic in following the learning process and also more active. So,it can be concluded that the application of recognizing the pattern concept through EVA foammedia can increase the cognitive ability of the children at group B in TK Khadijah II Surabaya. Keywords: the cognitive ability, EVA foam media.
 
 
 
2
Latar Belakang
Apapun yang anak-anak alami dalamkehidupan sehari-hari mereka pastimelibatkan semua jenis indera penglihatan, pendengaran, pegecapan, penciuman danrabaan. Dan apapun yang mereka rasakan berfungsi untuk merangsang mental mereka.Pengembangan indera merupakan tujuan daritiap pengasuhan dari Taman Kanak-Kanak yang baik. Namun, penelitian terakhir dalamhal perkembangan mental anak usia dinimengungkapkan kesimpulan bahwa untuk dapat mengembangkan semua jenis konsepdisekeliling mereka, anak-anak tidak hanyamembutuhkan pengalaman-pengalamanindera yang banyak, tetapi jugamembutuhkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan pembentukankonsep tertentu atau proses-proses mentalyang merupakan dasar bagi semua olah pikir mereka. Beberapa ahli pendidikan menyebutkemampuan-kemampuan seperti itu dengankmampuan kognitif atau kemampuan berfikir (Zuhriyah, 2010:26).Pada hakikatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses interaksi atauhubungan timbal balik antara guru dan siswadalam suatu pembelajaran. Guru sebagaisalah satu komponen dalam proses belajar mengajar merupakan pemegang peran yangsangat penting. Guru bukan hanya sekedar  penyampai materi saja, tetapi lebih dari ituguru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran (Depdikbud, 1999).Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar, gurulah yangmengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. Karena itu guruharus dapat membuat suatu pengajaranmenjadi lebih efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akanmembuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajarantersebut (Depdikbud, 1999).Guru mengemban tugas yang beratuntuk tercapainya tujuan pendidikan nasionalyaitu meningkatkan kualitas manusiaIndonesia, manusia seutuhnya yang berimandan bertaqwa terhadap Tuhan Yang MahaEsa, budi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas danterampil serta sehat jasmani dan rohani, jugaharus mampu menumbuhkan danmemperdalam rasa cinta terhadap tanah air,mempertebal semangat kebangsaan dan rasakesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampumewujudkan manusia-manusia pembangunandan membangun dirinya sendiri serta bertanggungjawab atas pembangunan bangsa(Depdikbud, l999).Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukanoleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru melaksanakan proses belajar mengajar,karena guru secara langsung dapatmempengaruhi, membina dan meningkatkankecerdasan serta ketrampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan diatas dan gunamencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkanguru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengankonsep-konsep mata pelajaran yang akandisampaikan.Metode itu merupakan cara yangdalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Sebagai alat untuk mencapai tujuan tidak selamanya berfungsisecara memadai. Oleh karena itu, dalammemilih suatu metode yang akandipergunakan dalam program kegiatan anak di taman kanak-kanak guru perlu mempunyaialasan. yang kuat dan faktor-faktor yangmendukung pemilihan metode tersebut,seperti : karakteristik tujuan kegiatan dankarakteristik anak yang diajar (Moeslichatoen,2004).Untuk mengembangkan kognisi anak dapatdipergunakan metode-metode yang mampumenggerakkan anak agar menumbuhkan berpikir, menalar, mampu menarik kesimpulan, dan membuat generalisasi.Caranya adalah dengan memahamilingkungan di sekitarnya, mengenal orang
 
 
3
dan benda-benda yang ada. Ada banyak kemiripan antara teori Piaget dan Vigotsky(dalam Ratna, dkk, 2004), salah satunyaadalah tentang cara belajar yang efektif melalui praktek nyata (
action
). Anak-anak akan lebih mudah memahami konsep-konsep baru ketika mereka mencoba memecahkansuatu masalah dengan obyek konkrit(Moeslichatoen, 2004).Vigotsky juga memberikan ide praktis bagaimana meningkatkan perkembangan intelektual anak sehinggaanak dapat berpikir mandiri. Misalnya,ketika orang anak sedang mengerjakansesuatu yang ia mampu mengerjakannya,guru atau orang tua jangan membantunya. Namun apabila apa yang dipelajarinya sangatsulit, guru harus memberikan arahan dengancara memberikan petunjuk awal yangmendorong anak untuk berpikir. Hasil beberapa studi empiris menunjukan bahwa pemahaman anak tentang bentuk dari salahsatu pola merupakan pondasi penting untuk  pemahaman lebih lanjut tentang obyek konsep pola selama tahun-tahun pra sekolah.Ada banyak cara untuk mengenalkankonsep pola kepada anak, misalnya melalui permainan kartu-kartu gambar, dengan bendadan kardus bekas. Optimalisasi pengenalankonsep pola pada anak disekolah dapatdiupayakan oleh seorang pendidik melaluimedia pembelajaran konsep pola yangmenarik, menantang dan menyenangkan bagianak. Mengingat tahap perkembangankognitif anak usia dini pada periode praOperasional yang belum mampu berfikir abstrak. Berdasarkan pengamatan penulisselaku guru di kelompok B2 TK Khadijah IISurabaya yang rata-rata berusia 5-6 tahundiketahui bahwa ternyata banyak siswakelompok B2 TK Khadijah II yangmengalami kesulitan dalam bidang pengembagan kognitif, khususnya mengenalikonsep pola yang mempunyai kemiripan bentuk misalnya macam-macam bentuk daundan lain-lain. Hal ini dapat dilhat dari masih banyaknya siswa kelompok B2 TK KhadijahII yang tidak bisa atau mengalamikebingungan untuk menyebutkan namakonsep pola berikutnya yang mempunyaikemiripan bentuk tersebut pada semester 1.Karena selama ini media pembelajaran yang digunakan oleh gurukelompok B2 TK Khadijah II Surabayamasih besifat sederhana dan sering dijumpaianak, yaitu berupa kartu-kartu gambar yangtidak berwarna atau menggunakan metodeyang salah yaitu bertanya jawab saja tanpamenggunakan media yang dapat dilihat bentuknya sehingga kurang menarik danmenantang bagi anak. Rasa ketertarikan anak  pada sesuatu dapat menumbuhkan rasakeingintahuan anak. Rasa keingintahuan anak yang besar dapat menjadi motivasi dansemangat belajar pada anak tersebut sehinggaanak dapat belajar dengan senang hati tanpadi paksa. Guru kelompok B2 TK Khadijah IISurabaya mencoba mengusulkan untuk menggunakan media baru bagi anak dalam proses pembelajaran konsep pola, yaitumedia kartu gambar berwarna benda (biji- bijian) yang mudah didapatkan dan kardus bekas. Dengan media baru ini diharapkandapat mnumbuhkan rasa keingintahuan anakasehingga motivasi dan semangat belajar anakpun menjadi tinggi.Konsep pola ini merupakan salahsatu kemampuan kognitif mengenal konsep pola yang dikhususkan bagi anak-anak danmemiliki banyak variasi permainan baik dengan menggunakan benda, kardus, warna, bentuk maupun gambar-gambar yangmenarik dengan tingkat kesulitan sesuai usiadan kemampuan anak. Pertimbangan pemilihan pengenalan konsep poladikarenakan belum adanya guru kelompok BTK Khadijah II Surabaya yang menggunakanmedia benda / kardus untuk pembelajarankonsep pola. Begitu juga dengan siswakelompok B TK Khadijah II Surabaya juga belum pernah melihat serta bermain denganmedia benda/kardus untuk pembelajarankonsep pola sehingga hal ini dapat menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagiguru dan anak didik. Pemilihan konsep polaini juga dengan pertimbangan mengingat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->