Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia

Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia

Ratings: (0)|Views: 112|Likes:
Published by adhari_globalnet

More info:

Published by: adhari_globalnet on May 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/20/2014

pdf

text

original

 
SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
 Negara Indonesia salah satu negara yang berada di Asia Tenggara, danmenjadi salah satu perintis, pelopor, dan pendiri berdirinya ASEAN. Letak geografisIndonesia yang berada di antara dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan SamuderaAtlantik, serta diapit oleh dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia.Menurut Pasal 1 ayat 1, Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik. Menurut Undang-Undang Dasar 1945, kedaulatan berada di tangan rakyat,dan dilaksanakan menurut UUD. Sistem pemerintahannya yaitu negara berdasarkanhokum (
rechsstaat 
). Dengan kata lain, penyelenggara pemerintahan tidak berdasarkan pada kekuasaan lain (
machsstaat 
). Dengan berlandaskan pada hokum ini, makaIndonesia bukan negara yang bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas).Semenjak lahirnya reformasi pada akhir tahun 1997, bangsa dan negara Indonesiatelah terjadi perubahan sistem pemerintahan Indonesia, yaitu dari pemerintahan yangsentralistik menjadi desentralisasi atau otonomi daerah.Setelah ditetapkannya UUD No. 25 Tahun 1999 tentang PerimbanganKeuangan antara Pusat dan Daerah, serta UU No. 28 Tahun 1999 tentangPenyelenggaraan Pemerintahan Negara yang Bebas KKN, merupakan tonggak awaldari diberlakukannya sistem otonomi daerah di Indonesia.Berikut ini adalah beberapa alat penyelenggara negara yang ada di Indonesiayang menjadi penentu keberhasilan negara Indonesia dalam membangun danmenciptakan tujuan negara yang dikehendaki berdasarkan UUD 1945.Sistem pemerintahan negara Indonesia dapat diartikan dalam dua bagian, yaitu dalamarti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit pemerintahan terdiri dari lembagaeksekutif saja, yaitu :1.
 
Tingkat pusat. Meliputi presiden dan wakil presiden, menteri-menteri dan instansiyang berada dalam ruang lingkupnya.2.
 
Tingkat daerah meliputi :a.
 
Provinsi terdiri dari gubernur dan wakil gubernur yang dibantu oleh dinas-sinas b.
 
Kota dan kabupaten dipimpin oleh walikota dan wakil walikota atau bupati dan wakil bupati, dibantu oleh dinas-dinas, camat, lurah atau kepala desa, serta rw, rt atau kadus.Sedangkan dalam arti luas dalah meliputi semua alat kelengkapan negara, yaitu MPR,DPR, DPD, Presiden dan Wapres, BPK, MA, MK, KY, dan lembaga khusus (KPK,KPU, dan Bank Sentral)Pemerintahan NKRI tidak terlepas dari Pancasila sebagai Dasar Negara dan UUDsebagai Konstitusi. Antara Pancasila dan UUD terjalin hubungan yang berkaitan,Pancasila yang digunakan adalah Pancasila yang dicantumkan dalam PembukaanUUD. Dalam ketatanegaraan UUD adalah penjabaran dari hakikat pokok Pancasila.Sistem pemerintahan didunia saat ini terdiri dari Presidensiil dan Parlementer.Terdapat beberapa perbedaan antara kedua sistem itu. Pada sistem presidensiil fokuskekuasaan ada pada presiden, sedangkan negara yang menganut parlementer fokuskekuasaan ada pada parlemen, bukan pada Presiden atau Perdana Menteri.Di Indonesia alat kelengkapan negara terdiri dari :1.
 
Eksekutif, yaitu lembaga negara yang mengelolah lembaga pemerintahan baik dalamtingkat pusat maupun tingkat daerah. Pada tingkat pusat dikepalai oleh Presiden danwapres. Sedangkat tingkat provinsi oleh gubernur dan wagub, untuk tungkat berikutnya pemerintahan kota dipimpin oleh walikota dan wawako serta kabupatenoleh bupati dan wabub. Tugas pokok dari lembaga ini adalah melaksanakan pemerintahan.
 
2.
 
Legislatif yang meliputi DPR, DPRD provinsi, DPRD kota/kabupaten serta DPD.DPR dan DPD dipilih melalui parpol dalam pemilu, sedangkan DPD dipilih melaluinonparpol dan non militer dalam pemilu. Tugas pokok DPR adalah membuat UU bersama dengan pemerintah, sedangkan DPD mengajukan RUU kedaeraan untuk dibahas bersama DPR.3.
 
Konstitutif. Lembaga ini adalah penjelmaan dari penggabungan kekuatan darilembaga legislatif. Jika DPR dan DPD mengabungkan diri dan bersidang sesuai UU,maka akan terbentuk MPR. MPR memfunyai banyak tugas dan yang terpentingadalah mengubah dan menentapkan UUD4.
 
Eksaminatif atau BPK adalah lembaga yang berwenang menaudit kondisi keuangannegara. Hasil pengawasan ini akan dilaporkan kepada DRP untuk dipelajari.5.
 
Yudikatif. Lembaga yudikatif terdiri dari MA, MK, dan KY. Setiap lembaga-lembaga itu memiliki fungsi masing-masing sesuai UU. MA berfungsi mengadili perkara pada tingkat kasasi dan menguji produk hukum dibawah UU. Sedangkan MK memiliki fungsi menguju produk hukum diatas UU dan membubarkan parpol.Sementara KY berguna untuk menentukan calon hakim agung.Dalam pemerintahan RI jika presiden mangkat atau berhalangan maka wapres yangmenggantikannya. Tetapi jika keduanya berhalangan atau mangkat maka terdapat 3menteri yang harus menggantikanya secara bersamaan, yaitu mendagri, menlu, danmenhankam dalam tenggat waktu diatur oleh UU. Masa jabat seorang presiden atauwakil presiden adalah 5 tahun atau 1 periode. Baik presiden maupun wapres dapatdipilih kembali untuk masa jabat yang sama juga hanya untuk 1 periode. Jadi presidendan wapres dapat memangku jabatan yang sama untuk 2 periode.
1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
Berdasarkan naskah asli UUD 1945 dinyatakan bahwa kedaulatan ada ditanganrakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.Dengan kata lain MPR adalah penyelenggara dan pemegag kedaulatan rakyat. MPR dianggap sebagai penjelmaan rakyat yang memegang kedaulatan negara(
Vertretungsorgan des Willems des Staatvolkes
).Akan tetapi setelah dilakukan Amandemen terhadap UUD 1945, maka bunyiPasal 1 ayat (2) tersebut menjadi “Kedaulatan berada di tangan rakyat dandilaksanakan menurut UUD”. Jadi setelah dilakukan Amandemen kedaulatan murni berada ditangan rakyat yang ketentuan lebih lanjut diatur didalam Undang-undang.Sedangkan dalam Pasal 2 ayat (1) bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyatterdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan anggota Dewan PerwakilanDaerah (DPD) yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut denganundang-undang. Keanggotaan MPR ini diresmikan dengan Keputusan Presiden (Pasal3 UU SUSDUK MPR). Masa jabat keanggotaan MPR adalah lima tahun dan akan berakhir pada saat keanggotaan MPR yang baru mengucapkan sumpah atau janjinya.Dalam struktur kepemimpinan dalam Majslis Permusyawaratan Rakyat,MPR terdiri dari satu orang pimpinan dan tiga orang wakil ketua yang terdiri dariunsur DPR dan DPD yang dipilih dari anggota dan oleh anggota MPR dalam SidangParipurna MPR. Menurut Pasal 7 UU SUSDUK MPR, jika pimpinan MPR belumterbentuk, maka pimpinan siding dipimpin oleh pemimpin sementara MPR, yaituketua DPR, ketua DPD dan satu wakil ketua sementara MPR.Apabila ketua DPR dan DPD berhalangan maka dapat digantikan oleh wakilketua DPR dan wakil ketua DPD. Peremian sebagai ketua MPR sementara ini
 
dilakukan melalui Keputusan MPR. Majelis Permusyawaratan Rakyat menurut Pasal2 UUD 1945, bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun. Dengan kata lain jikadimungkinkan atau dipandang perlu, maka selama lima tahun itu majelis dapatmelakukan persidangan lebih dari satu kali.Persidangan-persidangan itu dapat dilakukan dalam kondisi-kondisi tertentu.Jenis persidangan dalam MPR adalah sebagai berikut :1)
 
Sidang Umum Majelis yaitu Sidang yang dilakukan pada permulaan masa jabatankeanggotaan Majelis.2)
 
Sidang Tahunan Majelis yaitu Sidang yang dilakukan setiap tahun.3)
 
Sidang Istimewa Majelis yaitu Sidang yang diadakan diluar Sidang Umum danSidang Tahunan. Atau sidang yang dilakukan dalam kondisi khusus.Selain mengenal 3 jenis persidangan diatas, MPR juga mengenal 7 jenis rapatmajelis. Rapat-rapat yang dilakukan oleh Majelis itu adalah :1)
 
Rapat Paripurna Majelis2)
 
Rapat Gabungan Pimpinan Majelis dengan Pimpinan-pimpinan Komisi atau PanitiaAd Hoc Majelis3)
 
Rapat Pimpinan Majelis4)
 
Rapat Badan Pekerja Majelis5)
 
Rapat Komisi Majelis6)
 
Rapat Panitia Ad Hoc Majelis7)
 
Rapat Fraksi MajelisSelain dari penjelasan diatas, Majelis juga memiliki kekuatan hukum yang berbeda dalam mengeluarkan peraturan. Dalam mengeluarkan peraturan majelismemiliki kekuatan yang berbeda, yaitu ketetapan dan keputusan.1)
 
Ketetapan Majelis Permusyawaratan RakyatKetetapan MPR adalah putusan majelis yang memiliki kekuatan hukum yangmengikat
ke dalam
dan
keluar 
majelis. Dengan demikian ketetapan MPR berlakuharus ditaati oleh lembaga-lembaga negara beserta seluruh subjek negara Indonesiasecara keseluruhan.2)
 
Keputusan Majelis Permusyawaratan RakyatKeputusan MPR adalah putusan majelis yang mempunyai kekuatan hukum mengikatke dalam majelis. Keputusan MPR hanya memiliki kekuatan hukum yang mengikatlembaga MPR saja, sehingga suatu keputusan MPR tidak mengikat alat kelengkapannegara lain, termasuk warga negara.Untuk melaksanakan tugas yang diembankan rakyat kepadanya, maka MPR memiliki beberapa tugas dan wewenang.1)
 
Mengubah dan menetapkan UUD2)
 
Melantik presiden dan wakil presiden berdasarkan hasil pemilu dalam sidang paripurna MPR 3)
 
Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan mahkamah konstitusi untumemberhentikan presiden dan wakil presiden dalam masa jabatannya setelah presidendan wakil presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan didalamsidang paripurna MPR 4)
 
Melantik wakil presiden menjadi presiden apabila presiden mangkat, berhenti,diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajiban dalam masa jabatannya

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->