Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembuatan Tablet

Pembuatan Tablet

Ratings: (0)|Views: 264|Likes:
Published by Fivi Yunianti

More info:

Published by: Fivi Yunianti on May 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/08/2013

pdf

text

original

 
PEMBUATAN
 
TABLET
 
 52 Votes
TEORI SEDIAAN TABLET
 
BAB I
 
PENDAHULUAN
 
I.1 Definisi
 Tablet adalah sediaan bentuk padat yang mengandung substansi obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatannya, dapat diklasifikasikan sebagai tablet atautablet kompresi .(
USP 26, Hal 2406 
)Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi.Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. (
 FI IV, Hal 4
)
I.2 Kriteria Tablet
 
Suatu tablet harus memenuhi kriteria sebagai berikut :1.
 
Harus mengandung zat aktif dan non aktif yang memenuhi persyaratan;2. Harus mengandung zat aktif yang homogen dan stabil;3. Keadaan fisik harus cukup kuat terhadap gangguan fisik/mekanik;4. Keseragaman bobot dan penampilan harus memenuhi persyaratan;5. Waktu hancur dan laju disolusi harus memenuhi persyaratan;6. Harus stabil terhadap udara dan suhu lingkungan;7. Bebas dari kerusakan fisik;8. Stabilitas kimiawi dan fisik cukup lama selama penyimpanan;9. Zat aktif harus dapat dilepaskan secara homogen dalam waktu tertentu;10. Tablet memenuhi persayaratan Farmakope yang berlaku.(
 Proceeding Seminar Validasi, Hal 26 
)
I.3 Keuntungan Sediaan Tablet
 
Sediaan tablet banyak digunakan karena memiliki beberapa keuntungan, yaitu :1.
 
Tablet dapat bekerja pada rute oral yang paling banyak dipilih;2. Tablet memberikan ketepatan yang tinggi dalam dosis;3. Tablet dapat mengandung dosis zat aktif dengan volume yang kecil sehingga memudahkan proses pembuatan, pengemasan, pengangkutan, dan penyimpanan;4. Bebas dari air, sehingga potensi adanya hidrolisis dapat dicegah/diperkecil.
 
 Dibandingkan dengan bentuk sediaan lain, sediaan tablet mempunyai keuntungan, antara lain :1.
 
Volume sediaan cukup kecil dan wujudnya padat (merupakan bentuk sediaan oral yang paling ringan dan paling kompak), memudahkan pengemasan, penyimpanan, dan pengangkutan;2. Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh (mengandung dosis zat aktif yang tepat/teliti)dan menawarkan kemampuan terbaik dari semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuranserta variabilitas kandungan yang paling rendah;3. Dapat mengandung zat aktif dalam jumlah besar dengan volume yang kecil;4. Tablet merupakan sediaan yang kering sehingga zat aktif lebih stabil;5. Tablet sangat cocok untuk zat aktif yang sulit larut dalam air;6. Zat aktif yang rasanya tidak enak akan berkurang rasanya dalam tablet;7. Pemberian tanda pengenal produk pada tablet paling mudah dan murah; tidak memerlukanlangkah pekerjaan tambahan bila menggunakan permukaan pencetak yang bermonogramatau berhiasan timbul;8. Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal di tenggorokan,terutama bila bersalut yang memungkinkan pecah/hancurnya tablet tidak segera terjadi;9. Pelepasan zat aktif dapat diatur (tablet lepas tunda, lepas lambat, lepas terkendali);10. Tablet dapat disalut untuk melindungi zat aktif, menutupi rasa dan bau yang tidak enak, danuntuk terapi lokal (salut enterik);11. Dapat diproduksi besar-besaran, sederhana, cepat, sehingga biaya produksinya lebih rendah;12. Pemakaian oleh penderita lebih mudah;13. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang memiliki sifat pencampuran kimia, mekanik,dan stabilitas mikrobiologi yang paling baik.(
The Theory & Practice of Industrial Pharmacy, Lachman Hal 294 dan Proceeding Seminar Validasi, Hal 26 
)
I.4 Kerugian Sediaan Tablet
 Di samping keuntungan di atas, sediaan tablet juga mempunya beberapa kerugian, antara lain:1.
 
Ada orang tertentu yang tidak dapat menelan tablet (dalam keadaan tidak sadar/pingsan);2. Formulasi tablet cukup rumit, antara lain :
 
Beberapa zat aktif sulit dikempa menjadi kompak padat, karena sifat amorfnya, flokulasi,atau rendahnya berat jenis;
 
Zat aktif yang sulit terbasahi (hidrofob), lambat melarut, dosisnya cukup besar atautinggi, absorbsi optimumnya tinggi melalui saluran cerna, atau kombinasi dari sifattersebut, akan sulit untuk diformulasi (harus diformulasi sedemikian rupa);
 
Zat aktif yang rasanya pahit, tidak enak, atau bau yang tidak disenangi, atau zat aktif yang peka terhadap oksigen, atmosfer, dan kelembaban udara, memerlukan enkapsulasisebelum dikempa. Dalam hal ini sediaan kapsul menjadi lebih baik daripada tablet.
(The Theory & Practice of Industrial Pharmacy, Lachman Hal 294)
 Tetapi jika dibandingkan dengan keuntungannya, kerugian sediaan tablet jauh lebih sedikitsehingga sediaan tablet merupakan sediaan yang paling banyak dijumpai di perdagangan.
I.5 Masalah-Masalah Dalam Pembuatan Tablet
 
 
Permasalahan yang mungkin timbul adalah berkenaan dengan bagaimana cara membuatsediaan yang baik dan sesuai dengan tujuan penggunaannya.Untuk membuat sediaan yang baik diperlukan data preformulasi yang meliputi stabilitas,organoleptik, sifat fisikokimia, dan data-data lain yang menunjang sehingga dapat diperkirakan bahan baku yang cocok untuk terbentuknya suatu sediaan yang baik dan tercapainya tujuan penggunaan.Adapun masalah-masalah yang mungkin terjadi :1.
 
OTT zat aktif (meleleh, berubah warna, terurai, dan sebagainya).2. Stabilitas zat aktif :a. Untuk zat yang rusak oleh adanya air, dibuat dengan metode pembuatan tablet yangtidak menggunakan air dan perlu diperhatikan pelarut yang digunakan untuk granulasi. b. Untuk zat yang mudah teroksidasi dengan pemanasan dan sinar UV, digunakan metode pembuatan tablet yang tidak memakai pemanasan dan sinar UV dalam prosesnya.c. Untuk zat yang higroskopis, jangan menggunakan metode granulasi basah memakaimucilago amyli karena massa cetak yang terjadi sulit untuk dikeringkan. Hal ini dapatdiatasi dengan penambahan adsorben seperti Aerosol < 3%.d. Untuk zat yang tidak tahan air dan pemanasan dapat digunakan metode pembuatantablet dengan cara kempa langsung atau granulasi kering
 
Untuk zat dengan jumlah kecil (jumlah
 fines
<30%) dapat dibuat dengan KL
 
Untuk zat dengan jumlah besar (jumlah
 fines
>30%) dapat dibuat dengan GK.3. Pemilihan bahan pembantu yang cocok Untuk penentuan eksipien perlu diperhatikan OTT dengan zat aktif. Di samping itu, bahan pembantu yang digunakan harus mempunyai titik leleh yang cukup tinggi sehingga pada pencetakan tidak meleleh.4.
 
Jumlah
 fines
totalJumlah
 fines
yang ditambahkan pada masa cetak maksimal 30%, idealnya 15%. Jika lebih besar akan menyusahkan pada pencetakan tablet.5.
 
Perbandingan bobot jenis zat aktif dengan pembawa (jika terlalu jauh hendaknya jumlah
 fine
sesedikit mungkin)6. Konsentrasi Mg stearat sebagai lubrikan maksimal 2%. Jika terlalu besar akan terjadilaminating.7. Penggunaan mucilago amyli sebagai pengikat pada proses pembuatan tablet akanmempersulit disolusi zat aktif dari dalam granul karena mucilago amyli yang sudah keringsulit ditembus air. Untuk mengatasinya, perlu ditambah pembasah (Tween 80 0.05%-0.15%)sehingga tablet mempunyai waktu hancur lebih baik.8. Pada penggunaan PVP sebagai pengikat, PVP sebaiknya dilarutkan dalam alkohol 95%.Tetapi pada tahap awal, volume alkohol yang digunakan tidak diketahui sehingga dapatdiberikan sebagai serbuk.9. Penggunaan amylum yang terlalu banyak (maksimal 30%) menyebabkan tablet tidak dapatdicetak karena kompresibilitasnya sangat jelek.10. Amylum yang digunakan sebagai penghancur luar haruslah amylum kering karena denganadanya air akan menurunkan kemampuannya sebagai penghancur. Pengeringan amylumdilakukan pada suhu 70
C karena pada suhu ini tidak terjadi gelatinasi dari amylum.11. Pada pembuatan tablet dengan metode KL, sebagai pembawa dapat digunakan kombinasiAvicel dengan Primogel atau Avicel dan Starch 1500 dengan perbandingan 7:3 (penelitan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->