Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SOSIALISASI UU NO 17 TAHUN 2012

SOSIALISASI UU NO 17 TAHUN 2012

Ratings: (0)|Views: 181 |Likes:
disampaikan pada Raker Dekopinda Kab. Purbalingga.
disampaikan pada Raker Dekopinda Kab. Purbalingga.

More info:

Published by: Muhammad Arsad Dalimunte on May 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/14/2013

pdf

text

original

 
SOSIALISASIUU N0. 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN
A. Pengantar
UU No.17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian telah ditetapkan menggantikan UUterdahulu No.25 Tahun 1992. Penggantiannya didasarkan pada satu pertimbanganbahwa UU yang lama dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dankebutuhan. Ragam
apresiasi dan reaksi 
bermunculan atas kelahiran UU barutersebut yang secara umum bisa dikategorikan ke dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu: (a)setuju seutuhnya; (b) setuju sebagian dan kurang sependapat sebagian lainnya; (c)tidak sependapat sama sekali.Perbedaan semacam ini bukan hal asing di setiap kelahiran hal-hal yang bersifat baru.Namun demikian, kebijakan berfikir dan kejernihan berpendapat menjadi pentingdikedepankan.
Kajian kritis
yang dilakukan bukan di dorong oleh kepentingan sempit,tetapi disemangati oleh keterjagaan
 jati diri 
koperasi yang berimplikasi padapertumbuhan atau perluasan kebermanfaatan berkoperasi bagi anggota danmasyarakat luas pada umumnya.Sebagai pengingat, koperasi adalah perkumpulan orang yang lahir dari kesadaran dankeyakinan bahwa
kebersamaan
” merupakan
cara hidup
yang akan lebih men-sejahterakan melalui penyatuan komitmen dan potensi sumber daya. Oleh karena itu,koperasi sesungguhnya merupakan
gerakan masyarakat otonom
(mandiri) dimanamereka memiliki kebebasan mengatur rumah tangganya sendiri tanpa intervensisiapapun sepanjang tidak berseberangan dengan ketertiban umum, peraturan-peraturan dan UU yang berlaku.Dalam tinjuan semangat, keberadaan UU tentang perkoperasian adalah untukmenyemangati dan melindungi. Dengan demikian, potensi berkembangnya koperasiakan lebih besar. Disamping itu, UU tentang perkoperasian juga bermaksud untukmenghindarkan koperasi dari ragam intervensi yang tidak edukatif. Dengan demikian,nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi, yang merupakan hasil kesepakatan organisasikoperasi dunia ICA (
International Cooperative Alliance
) tahun 1995 dimanaIndonesia merupakan salah satu anggotanya, selalu hadir dan menjadi sumber inspirasikehidupan perkoperasian di Indonesia.Satu hal yang menjadi catatan, UUD 45 memberikan hak berkumpul dan berserikat bagisetiap warga negara dimana berkoperasi adalah salah satu bentuk implementasinya.Ruang perjuangan koperasi yang meliputi pembangunan ekonomi, sosial dan budayadengan menempatkan orang sebagai
subyek 
dan
obyek 
pembangunan, memilikikesamaan dengan ragam agenda pembagunan yang diselenggarakan oleh negara.Cara baca ini selayaknya menginspirasi terbentuk dan terjaganya
hubungan produktif 
negara dan koperasi. Artinya, koperasi sebagai gerakan mandiri masyarakatlayaknya diapresiasi secara tepat sehingga terbentuk
akselerasi 
dengan tetap padaketerpeliharaan substasi dasar perjuangannya sebagai kumpulan orang yang otonom.Semoga kelahiran UU No.17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian ini adalah bagian daricara negara dalam mengapresiasi dan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan danperkembang koperasi di negeri ini.
B. Menilik Sebagian Isi UU No.17 Tahun 2012
 
Menilik isi UU perkoperasian yang baru, ada beberapa hal yang memerlukan perhatiankhusus segenap pegiat dan aktivist koperasi, sebab hal ini berkaitan dengan
 penyesuain
di tingkat operasionalisasi organisasi dan usaha koperasi, sebagaimanadijabarkan berikut ini :
--------
Disampaikan pada acara Rakerda Dekopinda Kabupaten Purbalingga, di Aula Wakil BupatiKab. Purbalingga, 23 Mei 2013
 
BAB I : KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseoranganatau badan hukum Koperasi, dengan pemisahan kekayaan paraanggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhiaspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budayasesuai dengan nilai dan prinsip Koperasi
.
Koperasi Primer adalah Koperasi yang didirikan oleh danberanggotakan orang perseorangan.
Koperasi Sekunder adalah Koperasi yang didirikan oleh danberanggotakan badan hukum Koperasi.
BAB II : LANDASAN, ASAS, DAN TUJUAN
Pasal 2Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945.Pasal 3 Koperasi berdasar atas asas kekeluargaan.Pasal 4Koperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan Anggota pada khususnyadan masyarakat pada umumnya, sekaligus sebagai bagian yang tidakterpisahkan dari tatanan perekonomian nasional yang demokratis danberkeadilan.
BAB III : NILAI DAN PRINSIP
Pasal 5(1)Nilai yang mendasari kegiatan Koperasi yaitu: kekeluargaan; b.menolong diri sendiri; c. bertanggung jawab; d. demokrasi; e.persamaan; f. Berkeadilan dan; g. kemandirian.(2)Nilai yang diyakini Anggota Koperasi yaitu: a. kejujuran; b.keterbukaan; c. tanggung jawab dan; d. kepedulian terhadap oranglain.Pasal 6
(1)
Koperasi melaksanakan Prinsip Koperasi yang meliputi:a.keanggotaan Koperasi bersifat sukarela dan terbuka;b.pengawasan oleh Anggota diselenggarakan secara demokratis;c.Anggota berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi Koperasi;d.Koperasi merupakan badan usaha swadaya yang otonom, danindependen;e.Koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagiAnggota, Pengawas, Pengurus, dan karyawannya, sertamemberikan informasi kepada masyarakat tentang jati diri,kegiatan, dan kemanfaatan Koperasi;f.Koperasi melayani anggotanya secara prima dan memperkuatGerakan Koperasi, dengan bekerja sama melalui jaringan kegiatanpada tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional; dang.Koperasi bekerja untuk pembangunan berkelanjutan bagilingkungan dan masyarakatnya melalui kebijakan yang disepakatioleh Anggota.
(2)
Prinsip Koperasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi sumberinspirasi dan menjiwai secara keseluruhan organisasi dan kegiatanusaha Koperasi sesuai dengan maksud dan tujuan pendiriannya.
BAB IV : PENDIRIAN, ANGGARAN DASAR, PERUBAHAN ANGGARAN DASAR,DAN PENGUMUMAN
Pasal 7(1)Koperasi Primer didirikan oleh paling sedikit 20 (dua puluh) orangperseorangan dengan memisahkan sebagian kekayaan pendiri atau
--------
Disampaikan pada acara Rakerda Dekopinda Kabupaten Purbalingga, di Aula Wakil BupatiKab. Purbalingga, 23 Mei 2013

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->