Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN AIR MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMP

KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN AIR MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMP

Ratings: (0)|Views: 400 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : ANI KHOIRUNNISA', ABDUL HARIS ROSYIDI,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : ANI KHOIRUNNISA', ABDUL HARIS ROSYIDI,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on May 27, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

 
KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADAPEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN
 AIR
MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUAVARIABEL DI KELAS VIII SMPAni Khoirunnisa
1
, Abdul Haris Rosyidi
2
Jurusan Matematika, FMIPA, Unesa
1
Jurusan Matematika, FMIPA, Unesa
2
email: 
1
 , ah_rosyidi@yahoo.com
2
ABSTRAK 
Matematika bukan hanya sekedar alat bagiilmu, tetapi lebih dari itu matematika adalah bahasa.Artinya, matematika tidak hanya sekedar alat bantu berfikir, alat menentukan pola, tetapi matematika juga sebagai wahana komunikasi antar siswa dankomunikasi antar guru dengan siswa. Komunikasiantar siswa perlu dikembangkan karena kemampuankomunikasi merupakan syarat untuk memecahkanmasalah. Namun pembelajaran matematika disekolah umumnya lebih mengutamakan padaketuntasan materi dari pada peran aktif dankemampuan komunikasi siswa. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapatmengembangkan kemampuan komunikasi dalam pemecahan masalah dan membuat siswa aktif adalah pendekatan
 AIR
yaitu
auditory
,
intelectually
,dan
repetition
. Pendekatan ini melatih pendengarandan keberanian siswa untuk mengungkapkan pendapat (
 Auditory
), melatih siswa untuk bisamemecahkan masalah secara intelektual(
 Inteleectually
), dan melatih siswa untuk mengingatkembali tentang materi yang telah dipelajari(
 Repetition
).Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikankemampuan komunikasi lisan maupun tulisan siswadalam memecahkan masalah matematika pada pembelajaran menggunakan pendekatan
 AIR
dankemampuan guru dalam mengelola pembelajaran.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-FSMP Negeri 22 Surabaya tahun ajaran 2012-2013.Sedangkan subjek untuk wawancara terdiri dari 6siswa masing
 – 
masing 2 siswa dari kelompok  berkemampuan matematika tinggi, sedang danrendah dan subjek untuk pengelolaan pembelajaranadalah peneliti sendiri sebagai guru. Instrumen yangdigunakan berupa tes kemampuan komunikasi Tulisdan pedoman wawancara. Tes kemampuan tulisyang bertujuan untuk mengetahui kemampuankomunikasi tulis siswa, sedangkan wawancaradilakukan untuk menggali kemampuan komunikasilisan siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwaPersentase kemampuan komunikasi tulis siswa dikelas VIII F SMP Negeri 22 Surabaya berkategori
“Sangat Baik”, ”Baik”, dan “Cukup Baik” berturut
-turut adalah 33,33%, 51,11%, dan 15,56%.Kemampuan Komunikasi lisan siswa kelas VIII FSMP Negeri 22 Surabaya dari 6 subjek yangdiamati hanya satu yang mempunyai kemampuan
komunikasi lisan berkategori “Sangat Baik”sedangkan sisanya berkategori “Baik”.
Kemampuanguru mengelola pembelajaran dikategorikan cukup baik dengan rata-rata keseluruhan adalah 2,47.
Kata Kunci:
komunikasi, pemecahan masalah, pendekatan
 AIR
(
auditory
,
intelectually
, dan
repetition
).
1.
 
PENDAHULUAN
Matematika bukan hanya sekedar alat bagiilmu, tetapi lebih dari itu matematika adalah bahasa.Artinya, matematika tidak hanya sekedar alat bantu berfikir, alat menentukan pola, tetapi matematika juga sebagai wahana komunikasi antar siswa dankomunikasi antar guru dengan siswa (Rahmawati,2007). Pembelajaran matematika hendaknya tidak hanya berhenti pada penguasaan konsepmatematika, melainkan terkait juga denganaplikasinya dalam kehidupan nyata. Kemampuanmatematika, seperti mengoleksi, menyajikan,menganalisis, dan menginterpretasikan data, sertamengkomunikasikannya sangat perlu untuk dikuasisiswa karena dengan menguasai hal tersebut siswatidak hanya memahami konsep yang ada tetapi jugadapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
 
Depdiknas (2006) menyatakan bahwa salahsatu kompetensi yang diharapkan dapat tercapai pada pembelajaran matematika terkait dengankemampuan (kemahiran) matematika adalahkompetensi mengkomunikasikan gagasan dengansimbol, tabel, grafik atau diagram untuk memperjelas keadaan atau masalah serta pemecahannya. Oleh karena itu, kemampuankomunikasi yang perlu diperhatikan adalah
 
© 2009 ICTS
kemampuan siswa dalam mengkomunikasikangagasannya dalam memahami konsep dan prosedur serta memecahkan masalah baik secara lisanataupun tertulis. Namun pembelajaran matematika di sekolahumumnya lebih mengutamakan pada ketuntasanmateri dari pada peran aktif dan kemampuankomunikasi siswa. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat mengembangkankemampuan komunikasi dalam pemecahan masalahdan membuat siswa aktif adalah pendekatan
 AIR
yaitu
auditory
,
intelectually
, dan
repetition
.Pendekatan
 AIR
merupakan suatu pendekatanyang didalamnya terdapat unsur 
 Auditory
dimanaunsur ini melatih siswa untuk berani berbicara atau berkomunikasi (mengungkapakan pendapat) setelahmendengarkan penjelasan yang diberikan guru atautemannya. Unsur 
 Intellectually
,
 
siswa dilatih untuk membangun sendiri konsep dari materi yangdiajarkan melalui kegiatan diskusi atau tanya jawabyang dilakukan dalam proses belajar mengajar.Unsur 
 Repetition
yang artinya pengulangan yang bermakna pendalaman, perluasan, pemantapandengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugasatau kuis. Unsur ini merupakan pengevaluasianuntuk mengukur seberapa jauh tingkat pemahamansiswa terhadap materi yang diajarkan(http://digilib.umm.ac.id).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi tulis danlisan siswa dalam pemecahan masalah setelah pembelajaran dengan pendekatan
 AIR
pada materisistem persamaan linear dua variabel dankemampuan guru dalam mengelola kelas.
2.
 
KAJIAN TEORI1.1
 
Kemampuan Komunikasi
Komunikasi dalam matematika adalah proses penyampaian ide atau pikiran tentang materimatematika, baik secara lisan maupun tulisan.Komunikasi dalam matematika juga dapat diartikansebagai suatu kegiatan untuk mengungkapkanmatematika dengan menggunakan bahasamatematika, seperti mengubah kalimat matematikake dalam simbol matematika atau ke dalam bentuk grafik. Penyampaian gagasan dalam matematikamemerlukan simbol
 – 
simbol yang dapatmemudahkan komunikator menyampaikangagasanya kepada komunikan.Cai (1996) menyebutkan bahwa ada duakomunikasi matematika yang digunakan untuk menilai suatu kemampuan siswa atau pemahamannya yaitu dalam bentuk 
talk 
dan
write
:a.
 
Kemampuan lisan (
talk 
) adalah suatukegiatan untuk menyampaikan maknamelalui ucapan kata
 – 
kata atau kalimatuntuk menyampaikan ide. Banyak kegiatanyang bisa dilakukan dalam komunikasi iniseperti presentasi atau wawancara.Kesalahpahaman sering terjadi padakomunikasi lisan ini karena apa yangdisampaikan siswa seringkali tidak sesuaidengan apa yang dipikirkan guru. b.
 
Komunikasi tulisan (
write
) adalah suatukegiatan untuk menyampaikan maknadengan menuliskan kata, kalimat, gambar atau simbol yang mengandung arti danmaksud tujuan tertentu. Komunikasi yangdilakukan adalah paper and pencil. Dengan,menulis, seseorang siswa dapatmenyampaiakan maksud dengan jelas dandapat menerima dengan baik  pula.(http://www.komunikasi-dalam-matematika-anugerah-jangguru.html) Komunikasi lisan dan tulisan merupakan salahsatu komunikasi dalam matematika. Cai (dalamPratiwi, 2008) menjelaskan bahwa komunikasi lisandan tulis dalam matematika sangat berperan penting bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran, pemahaman dan penyelesaian matematika.Komunikasi matematika tertulis adalah proses penyampaian ide/pikiran matematika yangdiwujudkan dalam bentuk tulisan dan komunikasimatematika lisan adalah proses penyampaian ideatau pikiran yang disampaiakan dalam bentuk ujaran (Izwita, 2009).Jadi, dapat disimpulkan bahwa komunikasisiswa dalam matematika adalah cara siswa dalammengungkapkan ide
 – 
ide yang dibangun olehmereka sendiri ke dalam bahasa matematika danmenuliskan dalam bentuk simbol
 – 
simbol, grafik atau tabel.
1.2
 
Pemecahan Masalah Matematika
Hudojo (1979) menyatakan bahwa ” suatu
 pertanyaan akan merupakan suatu masalah hanya jika seseorang tidak mempunyai aturan atau hukumyang dapat segera dipergunakan untuk menemukan
 jawaban pertanyaan tersebut ”. Dengan kata lain,
suatu pertanyaan akan menjadi suatu masalahhanya jika pertanyaan itu menunjukkan adanya tantanganyang tidak dapat dipecahkan oleh prosedur rutinsehingga diperlukan waktu yang relatif lama dari proses pemecahan rutin biasa. Hudojo (1979) juga
menyatakan bahwa ” suatu pertanyaan menjadimasalah bergantung pada individu dan waktu ”.
Artinya suatu pertanyaan dapat menjadi masalah bagi seorang siswa namun bukan bagi siswa lain jika pertanyaan tersebut dihadapkan pada siswadengan struktur kognitif yang sesuai.
 
© 2009 ICTS
Polya (dalam Nanang, 2003) menyatakan bahwa pemecahan masalah merupakan usahamencari jalan keluar dari suatu kesulitan untuk mencapai tujuan yang masih sulit tercapai. Untuk memudahkan siswa memecahkan suatu masalah,Polya menyebutkan terdapat empat langkah proses pemecahan masalah, yaitu:a. Memahami masalah. b. Merencanakan penyelesaian masalah.c. Menyelesaikan masalah.d. Melakukan pengecekkan kembali terhadapsemua langkah dan hasil yang telahdikerjakan.Berdasarkan langkah pemecahan masalah polya, yaitu memahami masalah, menyusunrencana, melaksanakan rencana, dan memeriksakembali, memungkinkan bagi peneliti untuk mengetahui tentang kemampuan komunikasimatematika siswa dalam menyelesaikan masalahmatematika Ketika memahami masalah makainformasi yang dapat disampaikan siswa adalah apayang diketahui dan apa yang menjadi masalah darisoal yang diberikan. Ketika merencanakan penyelesaian masalah, informasi yang dapatdisampaikan siswa adalah strategi apa yang dapatdilaksanakan agar dapat menyelesaiakan masalah.Dalam hal ini, siswa dapat membuat gambar/sketsa(jika diperlukan) dan memberikan informasi tentangsyarat atau rumus apa yang akan digunakan agar ditemukan penyelesaian. Pada saat melaksanakan penyelesaian siswa dapat menyampaikan informasitentang prosedur penyelesaian masalah, yaknimenginformasikan bagaimana menghitung agar masalah dapat diselesaikan untuk menyelesaikanmasalah. Ketika memeriksa kembali makainformasi yang dapat disampaikan siswa adalahmenginformasikan apakah jawaban yang diperolehtelah menyelesaiakan masalah yang diberikan sertamemberikan kesimpulan untuk menyelesaikanmasalah.
1.3
 
Kemampuan Komunikasi dalamPemecahan Masalah.
 
Kaitan antara kemampuan komunikasimatematika dengan pemecahan masalah dalammenyelesaikan masalah matematika menurutScheidear dan Saunder (dalam Izwita, 2009) adalahmemahami masalah yang dikerjakan kemudianmengkomunikasikan hasil pemikirannya kepadaorang lain. Kemampuan siswa untuk mengkomunikasikan masalah matematika padaumumnya ditunjang oleh pemahaman merekaterhadap bahasa (Lubienski, 2000). Bahasa, bersama-sama dengan simbol-simbol dan diagramyang digunakan dalam matematika merupakan bagian penting yang berperan dalam membentuk dan mengekspresikan ide-ide matematika dan bertindak sebagai jembatan antara representasiabstrak dengan representasi konkret (Izwita, 2009).Kemampuan komunikasi dalam memecahkanmasalah matematika diartikan sebagai kesanggupanatau kecakapan untuk mengungkapkan suatu permasalahan matematika dan penyelesaiannyasecara tertulis maupun lisan denganmenyampaikannya pada guru atau siswa lain.
2.4 Pembelajaran dengan Pendekatan
 AIR
Menurut Suyatno (2009) pembelajaran dengan pendekatan
 Auditory, Intellectually, Repetition
 (
 AIR
) meliputi tiga aspek, yaitu :1)
 
 Auditory
artinya learning by talking, belajar dengan berbicara dan mendengarkan,menyimak, presentasi, mengemukakan pendapat, dan menanggapi.2)
 
 Intellectually
artinya learning by problemsolving, mengemukakan kemampuan berfikir (minds-on), konsentrasi dan berlatih menggunakannya melalui bernalar,menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan,mencipta, mengkonstruksi, memecahkanmasalah, dan menerapkannya.3)
 
 Repetition
artinya mengulang, mendalami,memantapkan dengan cara siswa dilatihmelalui pemberian tugas atau kuis.Ketiga aspek pendekatan di atasdiintegrasikan sedemikian hingga siswa danguru dapat secara bersama
 – 
samamenghidupkan suasana kelas. Pembelajar dapatmeningkatkan kemampuan merekamemecahkan masalah (
 Intelektual 
) jika merekamembicarakan apa yang mereka kerjakan(
 Auditori
) dan memantapkan kembali pemahaman dengan mengerjakan evaluasi(kuis) yang diberikan guru (
 Repitisi
). Pelajarandikemas dengan suasana yang bervariatif sehingga tidak membosankan. Suasana kelasyang seperti ini sangat bermanfaat bagi siswakarena dapat menurunkan stress, meningkatkanketerampilan berfikir siswa dan juga hasil belajar siswa.
3. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini penelitiingin mendeskripsikan kemampuan guru dalammengelola pembelajaran serta kemampuankomunikasi baik secara lisan maupun secara tulisansiswa dalam memecahkan masalah matematika pada pembelajaran menggunakan pendekatan AIR.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->