Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KEMAMPUAN SISWA MEMECAHKAN MASALAH BERBENTUK SOAL CERITA ALJABAR MENGGUNAKAN TAHAPAN ANALISIS NEWMAN

KEMAMPUAN SISWA MEMECAHKAN MASALAH BERBENTUK SOAL CERITA ALJABAR MENGGUNAKAN TAHAPAN ANALISIS NEWMAN

Ratings: (0)|Views: 872 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : RISKA VISITASARI, TATAG YULI EKO SISWONO,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : RISKA VISITASARI, TATAG YULI EKO SISWONO,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on May 27, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2014

pdf

text

original

 
KEMAMPUAN SISWA MEMECAHKAN MASALAH BERBENTUK SOAL CERITA ALJABAR MENGGUNAKAN TAHAPAN ANALISISNEWMAN
Riska Visitasari
1
, Tatag Yuli Eko Siswono
1
 
1
Jurusan Matematika, Universitas Negeri SurabayaSurabaya 60231email : riskavisitasari.math@gmail.com
1
, tatagyes@gmail.com
1
 
ABSTRAK 
Kemampuan pemecahan masalah merupakansalah satu komponen penting dalam pembelajaranmatematika yang harus dikuasai dan senantiansadikembangkan. Salah satu pembelajaran yang melatihkemampuan pemecahan masalah bagi siswa adalah pembelajaran yang menggunakan soal cerita aljabar.Secara umum, siswa Indonesia memiliki kelemahandalam memecahkan masalah terutama pada masalahyang berbentuk soal cerita dan masalah aljabar. Olehkarena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam memecahmasalah berbentuk soal cerita aljabar menggunakantahapan analisis Newman.Subjek pada penelitian deskriptif-kuantitatif iniadalah 23 siswa kelas VIII-4 SMPN 1 sidoarjo tahunajaran 2012/2013. Analisis dalam penelitian inidikembangkan berdasarkan indikator kemampuan pemecahan masalah berdasarkan tahapan Newman.Data hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah berbentuk soalcerita aljabar oleh SMPN 1 Sidoarjo, yaitu (1)kemampuan membaca masalah terkategori baik sebesar 81,88%; (2) kemampuan memahami masalahterkategori baik sebesar 90,58%; (3) kemampuanmentransformasikan masalah terkategori cukupsebesar 65,22%; (4) kemampuan keterampilan prosesterkategori cukup sebesar 64,49%; dan (5)kemampuan penulisan jawaban terkategori cukupsebesar 63,77%. Selanjutnya, diketahui banyaknyasiswa pada kemampuan tinggi adalah sebanyak 5siswa (21,74%), pada kemampuan sedang adalahsebanyak 15 siswa (65,22%) dan pada kemampuanrendah adalah sebanyak 3 siswa (13,04%).
Kata Kunci
: Kemampuan pemecahan masalah, Soalcerita, Aljabar, Tahapan analisis Newman
PENDAHULUAN
Salah satu kemampuan matematika yang harusdimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematikaadalah kemampuan pemecahan masalah. Pemecahanmasalah merupakan suatu serangkain proses tertentuyang dilakukan siswa dalam mengadapi situasi yangdirepresentasikan ke dalam pertanyaan dan pertanyaandisadari oleh siswa, serta menantang untuk diselesaikan meskipun tidak dapat segera ditentukanstrategi untuk menjawab pertanyaan yang dihadapi.Beberapa pendapat para ahli yang mendukung pentingnya pemecahan masalah bagi siswa antara lainmenyatakan bahwa (1) kemampuan pemecahanmasalah sebagai salah satu hasil dari pembelajaranmatematika yang harus dimiliki oleh siswa, sehinggadiharapkan siswa menjadi individu yang mampumenyelesaikan masalah yang dihadapinya sendiri(Depdiknas
[1]
), (2) kemampuan pemecahan masalahsebagai salah satu komponen proses yang melibatkansiswa dalam memahamkan matematika (NCTM
[2]
), (3)keterampilan dan pengetahuan pemecahan masalahnantinya akan digunakan dan diaplikasikan di dalamkehidupan nyata dalam menghadapi masalah apapun(Shadiq
[3]
).Berdasarkan Peraturan Menteri No.22 tahun2006 tentang standar isi, menekankan beberapa haltentang tujuan pembelajaran matematika yang salahsatunya menyebutkan mengenai pembelajaranmatematika hendaknya dimulai dengan penggunaanmasalah yang sesuai dengan situasi atau yang lebih dikenal dengan penggunaan masalah kontekstual.Pembelajaran kontekstual tersebut diharapkan menjadi pembelajaran yang bermakna bagi siswa dan siswadapat memahami kegunaan matematika di luar kelas(
 Ministry of Education of Ontario
[4]
). Pembelajaransoal cerita merupakan salah satu pembelajaran yangmemuat masalah kehidupan sehari-hari (Rahardjo &Waluyati
[5]
), sehingga dapat disimpulkan bahwamelalui pembelajaran soal cerita diharapkan siswadapat memiliki sikap yang sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika, meliputi kemampuan pemecahan masalah dan memahami kegunaanmatematika dalam kehidupan sehari-hari. Salah satumateri yang dirasa penting dalam membantumengembangkan pemecahan masalah adalah aljabar.Sehubungan dengan pentingnya aljabar dalam pembelajaran matematika karena ide-ide dasar aljabar 
 
 sangat berguna dalam pemecahan masalah yaitu penggunaan simbol dan variabel (Winarti
[6]
).Kelemahan kemampuan siswa dalammemecahkan masalah berbentuk soal cerita danmasalah aljabar telah terdokumetasi dan menjadi pembicaraan para pakar pendidikan antara lain (1) berdasarkan hasil survei dalam PISA (
 Programme of  International Students Assessment 
) PISA 2009Ranking, menunjukkan bahwa Indonesia menempatiurutan 68 dari 74 negara yang ikut serta dalam surveiPISA 2009; (2) berdasarkan hasil Monitoring danEvaluasi (ME) PPPPTK Matematika 2007 dan PPGMatematika tahun-tahun sebelumnya, lebih dari 50%guru menyatakan bahwa sebagian besar siswamengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita
 
(Raharjo
[7]
); (3) Menurut Setiawan dan Widdiharto
[8]
 mengungkapkan keluhan guru SMP mengenaikemampuan
 symbolic sense
oleh siswa yang nampak  pada pengajaran aljabar dianggap sulit. Bahkan berdasarkan hasil laporan hasil
Training Need  Assessment 
(TNA) dan
 Recruitment 
PPPPTK Matematika Yogyakarta tahun 2007 menyebutkan bahwa materi diklat aljabar menempati urutan pertamadalam kategori sangat diperlukan dan salah satu poinyang dimaksud adalah pemecahan masalah dan terkaitdengan aljabar (53%).Fenomena kemampuan siswa Indonesia dalammemecahkan masalah yang terbilang lemah tersebutmendukung peneliti dalam penelitian ini. Bahkanditambah dengan adanya fakta di lapangan yaitu dikelas VIII-4 SMPN 1 Sidoarjo. Beradasarkan hasilwawancara singkat dengan siswa kelas VIII-4 SMPN1 Sidoarjo dan guru mitra menunjukkan bahwa (1)soal cerita merupakan soal yang jarang mereka temuidi kelas; (2) guru kurang memahami kemampuansiswanya secara pasti terutama dalam memecahkanmasalah berbentuk soal cerita aljabar. Berdasarkanfenomena di atas, maka peneliti tertarik untuk mendiskripsikan kemampuan siswa kelas VIII-4SMPN 1 Sidaorjo dalam memecahkan masalah berbentuk soal cerita aljabar.Untuk membantu mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah berbentuk soal cerita aljabar maka digunakan tahapan analisis Newman yangdikembangkan oleh Anne Newman pada tahun 1977.Tahapan Analisis Newman merupakan tahapan untuk memahami dan menganalisis bagaimana siswamemecahkan masalah berbentuk soal cerita.Berdasarkan yang dikemukakan oleh Newman (dalamWhite
[9]
) bahwa ketika siswa berusaha menjawabsebuah permasalahan yang berbentuk soal cerita, makasiswa tersebut telah melewati serangkaian rintangan berupa tahapan dalam pemecahan masalah, yangmeliputi:1.
 
Membaca masalah (
 Reading 
)Ketika seseorang membaca sebuah teks, maka oleh pembaca akan direpresentasikan sesuai dengan pemahamannya terhadap apa yang dibacanya, ataudikenal sebagai hasi representasi dari kemampuanmental pembaca tersebut. Selanjutnya, kemampuanmembaca siswa dalam menghadapi masalah berpengaruh terhadap bagaimana siswa tersebutakan memecahkan masalah. Hal tersebut sepertiyang diungkapkan oleh Steinbrink 
[10]
bahwakemampuan membaca yang dimiliki siswa dapatmembantu dalam pemecahan masalah berbentuk soal cerita baginya. Kintsch (dalam Österholm
[11]
)membagi level tentang kemampuan mental dalammembaca masalah, yaitu 1)
 surface component 
,artinya pada level ini hanya mengacu atau sebatasmembicara kata-kata atau frase kalimat yang ada pada teks saja baik itu memahami maupun tidak;2)
textbase
, mewakili makna dari teks, sehingga pada level ini cendurung lebih ke pemahamanterhadap makna atau apa yang diungkapkan dalamteks; 3)
 situasion model 
, mengintegrasikan
textbase
dan pengetahuan pembaca, sehingga padalevel ini pembaca tidak hanya tahu maknanyanamun mampu membayangkan, sehingga apa yangdibaca akan lebih mudah untuk dipahami bahkanuntuk ditemukan pemecahan masalah yang tepat.Untuk mengecek kemampuan membaca, siswadiminta mengartikan kata-kata penting yangdiberikan pada soal yang kemudian hasil analisisdiidentifikasi ke dalam tiga kemampuan mentaldalam membaca masalah yaitu
 surface component,textbase,
dan
situation model.
 2.
 
Memahami masalah (
Comprehension
)Pada tahapan ini dikatakan mampu memahamimasalah, jika siswa mengerti dari maksud semuakata yang digunakan dalam soal sehingga siswamampu menyatakan soal dengan kalimat sendiri.Pada tahapan ini siswa harus bisa menunjukkan idemasalah berbentuk soal cerita secara umum yang
memuat “
What 
,
Why
,
Where
,
When
,
Who
, dan
 How
”, dimana ide masalah dalam matematika
tersebut direpresentasikan ke dalam unsur diketahui, ditanya dan prasyarat. Selanjutnya untuk mengecek kemampuan memahami masalah, siswadiminta menyebutkan apa saja yang diketahui danditanyakan dalam masalah.3.
 
Transformasi masalah (
Transformation
)Tahap ini, siswamencoba mencari hubungan antarafakta (yang diketahui) dan yang ditanyakan.Selanjutnya untuk mengecek kemampuanmentransformasikan masalah, siswa dimintamenentukan metode, prosedur atau strategi apayang akan digunakan dalam menyelesaikan soal.4.
 
Keterampilan memproses (
 Process Skill 
)Pada tahap ini, siswa dimintamengimplementasikan racangan rencana
 
 
 pemecahan masalah melalui tahapan transformasimasalah untuk menghasilkan sebuah solusi yangdiinginkan. Pada tahapan ini yaitu untuk mengecek keterampilan memproses atau prosedur,siswa diminta menyelesaikan soal cerita sesuaidengan aturan-aturan matematika yang telahdirencanakan pada tahapan mentransformasikanmasalah.5.
 
Penulisan jawaban (
 Encoding 
)Pada tahapan ini, siswa dikatakan telah mencapaitahap penulisan jawaban apabila siswa dapatmenuliskan jawaban yang ditanyakan secara tepat.Selanjutnya untuk mengecek kemampuan penulisan jawaban, siswa diminta melakukan pengecekkan kembali terhadap jawaban dan siswadiminta menginterpretasikan jawaban akhir.Berikut pada Tabel 1 diungkapkan indikator  pemecahan masalah berbentuk soal cerita digunakanuntuk menentukan kemampuan pemecahan masalahsiswa berdasarkan tahapan analisis Newman.
Tabel 1
.
Indikator Kemampuan Siswa dalamPemecahan Masalah Berbentuk SoalCerita Aljabar Menggunakan TahapanAnalisis Newman
 
TahapanAnalisis NewmanIndikator
MembacaMasalah(
 Reading 
)Siswa mampu membaca masalahdengan mengerti istilah, kata-kata,kalimat dan simbol sulit yangdicetak tebal dalam masalah melaluiketepatan mengartikan ke bahasaMemahamiMasalah(
Comprehension
)Siswa dapat menentukan apa yangdiketahui dan menyebutkan apayang diminta dengan tepat sertamenggunakan bahasanya sendiriTransformasiMasalah(
Transformation
)Siswa memiliki rencana pemecahanmasalah yang relevan untuk memecahkan masalah secara tepat.KetrampilanProses/ Prosedur (
 Process Skill 
)Siswa dapat memecahkan masalahsesuai dengan langkah-langkah pemecahan masalah yang telahdirencanakan pada tahapantransformasi secara tepat.PenulisanJawaban(
 Encoding 
)Siswa dapat melakukan pengecekandan memberikan kesimpulanterhadap hasil pemecahan masalah.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif dengan menggunakan data kuantitatif.Subjek pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelasVIII-4 SMPN 1 Sidoarjo tahun ajaran 2012/2013sebanyak 23 siswa. Penelitian ini dilakukan di kelasVIII-4 SMPN 1 Sidoarjo dengan pertimbangan, (1)kelas tersebut memiliki kemampuan yang heterogen berdasarkan informasi guru mitra meliputi prestasiakademik maupun aktivitas sehari-hari, (2) instrumenyang digunakan dalam penelitian ini disusun dalam bahasa Inggris, sehingga dibutuhkan subjek yangterbiasa menegerjakan soal berbahasa Inggris, (3)subjek penelitian telah memiliki wawasan seputar materi aljabar sesuai dengan jenjang pendidikan kelasVIII. Pemilihan subjek sebanyak satu kelas memilikitujuan untuk mengetahui kemampuan terutama siswakelas VIII-4 SMPN 1 Sidoarjo dalam memecahkanmasalah berbentuk soal cerita aljabar menggunakantahapan analisis Newman meliputi tahapan membacamasalah (
reading 
), memahami masalah(
comprehension
), mentransformasikan masalah(
transformation
), keterampilan memproses (
 process skill 
) dan penulisan jawaban (
encoding 
). Prosedur dalam penelitian ini terdiri atas tahap persiapan, tahap pelaksanaan penelitian, tahap anlisis data dan tahap penyusunan laporan.Pada tahap persiapan, peneliti membuatkesepakatan dengan guru bidang studi tentang waktudan kelas yang akan digunakan dalam penelitian.Peneliti juga melakukan persiapan berupa penyusunaninstrumen penelitian yang merupakan tes kemampuan pemecahan masalah berbentuk soal cerita aljabar yangdisajikan dalam bahasa Inggris.Pada penelitian ini, tes kemampuan pemecahanmasalah berbentuk soal cerita aljabar terdiri dari dua buah soal aljabar yang disesuaikan dengan kurikulumkelas VIII SMP. Instrumen tersebut diujikan gunamengetahui kemampuan pemecahan masalah siswamemecahkan masalah berbentuk soal cerita aljabar menggunakan tahapan analisis Newman. Instrumenselanjutnya adalah pedoman wawancara. Pedomanwawancara disusun oleh peneliti untuk memperolehinformasi dalam penyusunan deskripsi kemampuansiswa dalam pemecahan masalah berbentuk soal ceritaaljabar menggunakan langkah-langkah pemecahan berdasarkan tahapan analisis Newman. Penyusunaninstrumen penelitian dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan divalidasi oleh dua validator yangterdiri dari satu orang mahasiswa S2 dan satu guru bidang studi matematika, serta telah diuji keterbacaanterhadap 6 siswa kelas VIII SMP yang bukan darisubjek penelitian.Pada tahap ini, peneliti memberikan tes tuliskepada siswa berupa tes kemampuan pemecahanmasalah berbentuk soal cerita aljabar. Siswa diberikanwaktu 90 menit untuk memecahkan masalah denganmenggunakan tahapan analisis Newman.Setelah memperoleh hasil tes tulis siswa padates kemampuan pemecahan masalah berbentuk soalcerita aljabar yang dikerjakan dengan menggunakan prosedur tahapan analisis Newman, maka penelitimelakukan analisis data pada hasil tes tulis. Langkah-langkah untuk analisis data hasil tes tulis yangdiperoleh adalah sebagai berikut:

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->