Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI KOMPOSISI FUNGSI

KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI KOMPOSISI FUNGSI

Ratings: (0)|Views: 937|Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : WARDATUL HASANAH, TATAG YULI EKO SISWONO,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : WARDATUL HASANAH, TATAG YULI EKO SISWONO,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on May 27, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/05/2013

pdf

text

original

 
 
KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAHMATEMATIKA PADA MATERI KOMPOSISI FUNGSIWardatul Hasanah
1
, Tatag Yuli Eko Siswono
1
 
Jurusan Matematika, MIPA, Universitas Negeri Surabaya
1
1
, tatagyes@gmail.com
1
 
Abstrak 
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan logis-matematis siswa dalam memecahkanmasalah matematika pada materi komposisi fungsi di kelas XI IPS SMA Negeri 2 Sidoarjo. Data penelitian deskriptif kualitatif ini diperoleh dari tes dan wawancara. Penelitian ini dilakukan pada siswakelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Sidoarjo tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 38 siswa. Siswa-siswatersebut dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yakni kelompok tinggi, sedang, dan rendah. Dari masing-masing kelompok dipilih 2 siswa yang akan menjadi subjek penelitian. Penelitian ini dilaksanakan selamatiga kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap siswa pada setiap kelompok mampumelakukan beberapa indikator kecerdasan logis-matematis siswa dalam memecahkan masalahmatematika. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pada kelompok tinggi, siswa yangmemiliki skor tertinggi mampu melakukan 4 indikator, yaitu mampu mengklasifikasikan informasi yangada pada masalah, mampu membandingkan kaitan antara informasi yang ada pada masalah dengan pengetahuan yang dimiliki, mampu melakukan operasi perhitungan matematika, dan mampumenggunakan penalaran induktif maupun deduktif dalam menyelesaikan masalah. Siswa dengan skor terendah pada kelompok tinggi mampu melakukan 3 indikator, yaitu mampu mengklasifikasikaninformasi yang ada pada masalah, mampu membandingkan kaitan antara informasi yang ada padamasalah dengan pengetahuan yang dimiliki, dan mampu melakukan operasi perhitungan matematika.Pada kelompok sedang, kedua siswa mampu melakukan 4 indikator, yaitu mampu mengklasifikasikaninformasi yang ada pada masalah, mampu membandingkan kaitan antara informasi yang ada padamasalah dengan pengetahuan yang dimiliki, mampu melakukan operasi perhitungan matematika, danmampu membuat dugaan sementara mengenai jawaban dari masalah. Kedua siswa pada kelompok rendahmampu melakukan 3 indikator, yaitu mampu mengklasifikasikan informasi yang ada pada masalah,mampu membandingkan kaitan antara informasi yang ada pada masalah dengan pengetahuan yangdimiliki, dan mampu melakukan operasi perhitungan matematika.
Kata kunci
: Kecerdasan logis-matematis, Pemecahkan Masalah Matematika, Komposisi Fungsi.
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan suatu upaya untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaranyang aktif. Dalam pendidikan, setiapsiswa dituntut untuk bersikap aktif sehinggakemampuan dan potensi yang dimiliki dapat berkembang secara maksimal. Hal ini sesuai dengantujuan pendidikan nasional yang tertuang dalamUndang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Munir,2010:52)
[4]
, yaitu
 pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadimanusia yang beriman dan bertakwa kepada TuhanYang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negarayang demokratis serta bertanggung jawab
.Berbagai kemampuan tersebut dapat berkembang seiring dengan berjalannya waktu.Kemampuan yang dimiliki seseorang tidak dapatdiperoleh dalam jangka waktu yang singkat, tetapimelalui tahapan-tahapan tertentu yang harusdilakukan. Hal ini ditegaskan oleh Syah (1997)
[6]
 yang menyatakan bahwa seluruh tahapan perkembangan berbagai kemampuan dan perilakumanusia tergambar pada hampir seluruh pengalamanhidupnya.Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan dan potensi yangdimiliki siswa adalah melalui pembelajaranmatematika. Matematika merupakan suatu ilmudengan bidang kajian yang meliputi konsep-konsepabstrak, simbol dan pola. Melalui pembelajaranmatematika, siswa dapat melatih kemampuan yangdimiliki secara terus-menerus sehingga semakinlama akan semakin berkembang. Berdasarkan tujuan pembelajaran matematika yang diamanatkan olehkurikulum (Depdiknas, 2006)
[1]
, terdapat beberapakemampuan yang diharapkan dapat dimiliki siswa,di antaranya adalah kemampuan untuk memahamikonsep matematika, termasuk kemampuan dalammengolah dan menjelaskan keterkaitan antar konsepdan mengaplikasikannya, kemampuan bernalar, pemecahan masalah, dan mengomunikasikaninformasi secara matematis. Dengan kemampuantersebut, diharapkan siswa dapat menguasai ataumemahami konsep-konsep matematika dengan baik.Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, salahsatu kemampuan yang tercakup dalam tujuan pembelajaran matematika adalah pemecahanmasalah. Secara umum, Pemecahan masalah
didefinisikan sebagai “suatu usaha untuk mencari
 jalan keluar dari suatu kesulitan guna mencapai
 
 
suatu tujuan yang tidak dapat dicapai dengan
mudah” (Polya dalam Priatna dan Darhim,
2003:31)
[6]
. Masalah yang dihadapi dalamkehidupan dan masalah yang dimaksud dalam pembelajaran matematika memiliki makna yang berbeda, tetapi keduanya memiliki persamaan, yakni bersifat menantang. Salah satu contoh pemecahanmasalah dalam kehidupan sehari-hari adalah penanganan kasus-kasus korupsi yang ditangani olehKPK. Untuk dapat menemukan bukti-bukti yangvalid yang dapat digunakan untuk menentukantersangka dengan tepat, diperlukan kemampuandalam menganalisis bukti sementara yang ada.Dalam pembelajaran matematika, masalah yangdiberikan biasanya berupa pertanyaan atau soal yang bersifat menantang dan bukan merupakan soal yangdapat diselesaikan menggunakan cara yang biasadigunakan melainkan masih diperlukan strategi ataucara penyelesaian yang tepat sesuai dengan pertanyaan atau soal yang diberikan. Pemecahanmasalah dimaksudkan untuk dapat melatih siswadalam menyelesaikan soal-soal yang tergolong rumit bagi siswa tersebut. Menurut Polya
[5]
(1973),terdapat 4 tahapan yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah, yaitu memahami masalah,merencanakan cara penyelesaian, melaksanakanrencana penyelesaian dan menafsirkan hasil yangdiperoleh. Dengan melibatkan pemecahan masalahdalam pembelajaran matematika, siswa akan dapatmelatih keterampilan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah matematika. Dengandemikian, pemecahan masalah memiliki peran penting bagi kehidupan manusia.Kemampuan dalam menganalisis informasiyang digunakan untuk memecahkan masalah berkaitan dengan beberapa kemampuan lainnya,diantaranya mengidentifikasi informasi, menjelaskanketerkaitan antarpola dan memanipulasi objek.Siswa harus mampu menemukan keterkaitanantarinformasi yang ada pada masalah sehinggagambaran dari penyelesaian masalah dapatdiketahui. Kemampuan-kemampuan tersebut dapatdilakukan dengan baik oleh orang-orang yangmemiliki kecerdasan logis-matematis. Hal tersebutsesuai dengan pendapat Gunawan
[2]
(2011:11), yaituorang yang memiliki kecerdasan logis-matematisyang berkembang dengan baik memiliki ciri
”mampu mengamati
dan mengenali pola dan
hubungan”. Dengan demikian, pemecahan masalah
memiliki kaitan erat dengan kecerdasan logis-matematis.Lwin, dkk 
[3]
. (2004:43) menjelaskan bahwa,kecerdasan logis-
matematis adalah “kemampuan
untuk menangani bilangan dan perhitungan, pola,
dan pemikiran logis dan ilmiah”. Seseorang yang
memiliki kecerdasan logis-matematis akan mampumembuat klasifikasi tentang informasi-informasi,membadingkan informasi dan strategi untuk memecahkan masalah dengan tepat, mengolah bilangan-bilangan dan menggunakan pemikiraninduktif maupun deduktif dalam memecahkanmasalah. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Willisdan Johnson
[8]
(2001) yang mengungkapkan bahwakecerdasan logis-matematis mempunyai 5komponen utama, yaitu klasifikasi, membandingkan,operasi hitung matematika, penalaran induktif dandeduktif, serta membentuk hipotesis dan mengecek kembali hipotesis yang telah dibuat. Yaumi (2012)
[9]
 menyatakan bahwa seseorang yang dapatmenyelesaikan masalah dengan mudah maka orangtersebut memiliki kecerdasan logis-matematis.Dengan demikian, kecerdasan logis-matematis dapatdigunakan siswa dalam memecahkan masalahmatematika sehingga tujuan dari pembelajaranmatematika dapat tercapai secara maksimal.Terdapat beberapa materi pada pelajaranmatematika yang dapat digunakan untuk menyajikansoal-soal yang bersifat pemecahan masalah. Salahsatunya adalah materi komposisi fungsi. Masalah pada komposisi fungsi ini bisa berupa kasus-kasusdalam ekonomi, industri, masalah dalam kehidupansehari-hari, atau masalah pembuktian. Untuk dapatmenyelesaikan masalah tersebut, siswa terlebihdahulu harus dapat memahami infomasi yang ada pada masalah yang diberikan. Selain itu, siswa jugaharus mampu mengidentifikasi masalah denganmenggarisbawahi informasi penting dari informasi-informasi yang diketahui. Untuk beberapa soaltertentu, siswa terkadang harus mengubah infomasi pada masalah menjadi kalimat matematika. Siswaakan dapat melakukan hal tersebut dengan benar apabila siswa memahami masalah dengan benar  pula. Berdasarkan informasi tersebut, siswa akanmencoba untuk merancang cara atau strategi yangakan digunakan. Dalam menyelesaikan masalah,siswa mungkin akan mencoba mengambil beberapacontoh kecil sehingga diperoleh perumumannya.Proses yang dilakukan siswa tersebut melibatkan penalaran, baik penalaran induktif maupun penalaran deduktif. Untuk memastikan jawabanyang diperoleh merupakan jawaban yang benar,siswa akan memeriksa kembali jawaban yang telahdiperoleh, termasuk memeriksa kembali langkah-langkah yang digunakan. Dalam menyelesaikanmasalah tersebut, secara tidak langsung siswamelewati tahapan pemecahan masalah. Hal tersebuttampak pada saat siswa melakukan identifikasiterhadap informasi pada masalah. Kegiatan tersebuttermasuk tahap memahami masalah. Selain itu, pengecekan terhadap penyelesaian yang diperoleh juga merupakan salah satu tahap dalam pemecahanmasalah. Proses penalaran yang dilakukan siswa pada tahap merencanakan penyelesaian merupakankemampuan yang tercakup pada kecerdasan logis-matematis. Dengan demikian, kecerdasan logis-matematis diperlukan dalam memecahkan masalahmatematika pada materi komposisi fungsi.Tidak semua soal akan menjadi masalah bagisemua siswa, termasuk pada materi komposisifungsi. Beberapa soal tertentu pada materi
 
 
komposisi fungsi dapat menjadi masalah bagi siswaSMA. Berdasarkan informasi yang diperoleh melaluiwawancara singkat dengan guru matematika IPS diSMA Negeri 2 Sidoarjo, siswa kelas XI IPS tidak terbiasa diberikan soal-soal yang bersifat pemecahanmasalah, khususnya pada materi komposisi fungsi.Mengacu pada infomasi tersebut, siswa yang ingindiketahui kecerdasan logis-matematisnya dalammemecahkan masalah matematika adalah siswakelas XI jurusan IPS.Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas, maka peneliti tertarik untuk mendeskripsikankecerdasan logis-matematis yang dimiliki siswadalam memecahkan masalah matematika. Olehkarena itu, disusun sebuah penelitian yang berjudul
“Kecerdasan Logis
-Matematis Siswa dalamMemecahkan Masalah Matematika pada MateriKomposisi Fungsi di Kelas XI IPS SMA Negeri 2
Sidoarjo”.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan logis-matematis siswadalam memecahkan masalah matematika dalammemecahkan masalah matematika. Penelitian inidiharapkan dapat memberikan informasi bagi gurusupaya dapat mempertimbangkan kecerdasan logis-matematis siswa dalam memecahkan masalahmatematika, khususnya pada pembelajaranmatematika.
METODE
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitiandeskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan padasemester genap di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2Sidoarjo yang berjumlah 38 siswa. Siswa akan diberikan2 tes tertulis. Tes 1 diberikan kepada semua siswa. Hasiltes 1 akan digunakan sebagai acuan untuk mengelompokkan siswa ke dalam tiga kategori, yaitukelompok tinggi, sedang, dan rendah. Dari masing-masing kelompok, dipilih 2 siswa yang akan menjadisubjek penelitian. Keenam siswa tersebut kemudiandiberikan tes 2, yakni tes kecerdasan logis-matematisdalam memecahkan masalah matematika dandiwawancarai mengenai jawaban tes masing-masing.Prosedur penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitutahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis.Pada tahap persiapan, kegiatan yang dilakukandiantaranya adalah melakukan kesepakatan mengenaikelas, waktu pelaksanaan dan penyusunan instrumen penelitian. Instrumen penelitian ini meliputi Tes 1, Tes2 dan pedoman wawancara. Tes 1 terdiri dari 10 soalyang diadaptasi dari soal UN IPS pada materi komposisifungsi yang memiliki beberapa variasi soal. Tes inidigunakan untuk mengelompokkan siswa ke dalam tigakategori, yaitu kelompok tinggi, sedang, dan rendah.Hasil tes ini juga digunakan untuk menentukan subjek  penelitian. Tes 2 merupakan tes kecerdasan logis-matematis dalam memecahkan masalah matematika.Tes ini terdiri dari 2 soal uraian pada materi komposisifungsi. Pedoman wawancara terdiri atas garis besar  pertanyaan-pertanyaan yang menggali informasimengenai indikator kecerdasan logis-matematis dalammemecahkan masalah matematika yang tidak terlihat jelas pada jawaban siswa.Pada tahap pelaksanaa, peneliti memberikan Tes 1yang diujikan selama 60 menit dan Tes 2 yang diujikanselama 90 menit. Kedua tes ini dilakukan pada hari yang berbeda.Tahap analisis dilakukan setelah data terkumpulyang diperoleh dari hasil tes tertulis dan wawancarasiswa. Tes 1 dianalisis untuk mengelompokkan siswadan menentukan subjek penelitian. Hasil tes tulis 2dianalisis menggunakan indikator-indikator yang telahditetapkan oleh peneliti, yaitu (1) mampumengklasifikasikan informasi yang ada pada masalah,(2) mampu membandingkan informasi pada masalahdengan pengetahuan yang dimiliki, (3) mampumelakukan operasi hitung matematika, (4) mampumenggunakan penalaran induktif maupun deduktif untuk menyelesaikan masalah, (5) mampu membuatdugaan sementara mengenai jawaban dari masalah, dan(6) mampu memeriksa kembali dugaan yang telahdibuat. Analisis wawancara terbagi menjadi 3 tahapa,yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikankesimpulan. Selanjutnya, peneliti melakukanwawancara mengenai kejelasan jawaban dari keenamsiswa tersebut.
HASIL DAN PEMBAHASANAnalisis Hasil Penelitian
Tes 1 diujikan selama 60 menit kepada 38 siswakelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Sidoarjo. Dari hasil tesini, siswa dikelompokkan ke dalam 3 kategori, yaitukelompok tinggi, sedang, dan rendah. Dari masing-masing kelompok dipilih 2 siswa dengan ketentuan 1siswa memiliki skor tertinggi dan 1 siswa memiliki skor terendah. Berikut ini disajikan 6 siswa yang dipilihmenjadi subjek penelitian.Table 1. Subjek Penelitian
InisialSiswaNilai Kelompok KodeSubjek 
LA 91,3 Tinggi ST1AD 85,2 Tinggi ST2DN 78,3 Sedang SS1FS 68,7 Sedang SS2ZA 51,3 Rendah SR1YD 28,7 Rendah SR2Tes 2 (Tes Kecerdasan Logis-Matematis dalamMemecahkan Masalah Matematika) diujikan selama 90menit kepada 6 siswa terpilih di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Sidoarjo. Dari jawaban masing-masing subjek,subjek T1 dan T2 keduanya mampu menyebutkaninformasi yang diketahui dan ditanyakan dengan tepat.Kedua subjek ini menggunakan semua informasitersebut untuk menyelesaikan masalah. Subjek T1 danT2 mampu juga menyebutkan informasi yang diketahuiwalaupun informasi tersebut tercantum pada masalahyang diberikan. Subjek T1 dan T2 mampumenggunakan pengetahuannya mengenai fungsi ganjildan genap, rumus kecepatan dan Pythagoras, termasuk 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->