Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ASKEP KOLELITIASIS

ASKEP KOLELITIASIS

Ratings: (0)|Views: 541|Likes:
Published by Lean Ws
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN DENGAN KOLELITIASIS

TINJAUAN KASUS
1) Pengertian
Kolelitiasis (batu empedu) adalah adanya batu yang terdapat pada kandung empedu. Yang biasanya terbentuk dalam empedu dari unsur-unsur padat yang membentuk cairan empedu. (Studdart & Brunner, 2002)



2) Etiologi
Kolelitiasis (kalkulus/kalikuli, batu empedu) biasanya terbentuk dalam kandung empedu dari unsur-unsur padat yang membentuk cairan empedu. Sebagian besar batu tersusun dari pigmen-pigmen empedu dan kolesterol, selain itu juga tersusun oleh bilirubin, kalsium dan protein.
Ada 2 tipe utama batu empedu:
• Batu empedu kolesterol
Terjadi karena kenaikan sekresi kolesterol dan penurunan produksi empedu. Kolesterol yang merupakan unsur normal pembentuk empedu bersifat tidak larut dalam air. Kelarutannya bergantung pada asam-asam empedu dan lesitin (fosfolipid) dalam empedu. Pada pasien yang cenderung menderita batu empedu akan terjadi penurunan sintesis asam empedu dan peningkatan sintesis kolesterol dalam hati. Keadaan ini menyebabkan supersaturasi getah empedu oleh kolesterol yang kemudian keluar dari getah empedu, mengendap dan membentuk batu. Getah empedu yang jenuh oleh kolesterol merupakan predisposisi untuk timbulnya batu empedu dan berperan sebagai iritan yang menyebabkan peradangan dalam kandung empedu. Jumlah wanita yang menderita batu kolesterol dan penyakit kandung empedu adalah 4 kali lebih banyak dari pada laki-laki. Biasanya wanita tersebut berusia lebih dari 40 tahun, mulipara dan obesitas. Insiden pembentukan batu empedu meningkat pada para pengguna pil kontrasepsi, esterogen dan klofibrat yang diketahui meningkatkan saturasi kolesterol bilier. Insiden pembentukan batu meningkat bersamaan dengan pertambahan umur. Peningkatan insiden ini terjadi akibat bertambahnya sekresi kolesterol oleh hati dan menurunnya sistesis asam empedu. Disamping itu, risiko terbentuknya batu empedu juga meningkat akibat malabsorpsi garam-garam empedu pada pasien dengan penyakit gastrointestinal dan penyandang penyakit diabetes.
• Batu pigmen empedu
Kemungkinan akan terbentuk bila pigmen yang tak-terkonjugasi dalam empedu mengadakan presipitasi (pengendapan) sehingga terjadi batu. Risiko terbentuknya batu semacam ini semakin besar pada pasien sirosis, hemolisis dan enfeksi percabangan bilier. Batu ini tidak dapat dilarutkan dan harus dikeluarkan dengan jalan operasi.
2 macam batu pigmen empedu:
1. Batu pigmen hitam: terbentuk di dalam kandung empedu dan disertai hemolisis kronik/sirosis hati tanpa infeksi. Banyak ditemukan pada penderita dengan hemolisi kronik atau sirosis hati. Terdiri dari bilirubin terpolimerisasi. Terbentuk dalam kandung empedu dengan empedu yang steril. Patogenesanya belum jelas betul.
2. Batu kalsium bilirubinat/Batu pigmen coklat:
Batu pigmen coklat, terbentu akibat faktor stasis dan infeksi saluran empedu.
Infeksi saluran empedu àE. coli àenzim beta glukoronidase dari bakteri à bilirubin bebas & asam glukoronat. Kalsium + bilirubinà kalsium bilirubinat yang tidak larut
Batu pigmen coklat terbentuk disaluran empedu yang terinfeksi

3) Patofisiologi
Perubahan susunan empedu mungkin merupakan faktor yang paling penting pada pembentukan batu empedu. Kolesterol yang berlebihan akan mengendap dalam kandung empedu. Statis empedu dalam kandung empedu dapat mengakibatkan supersaturasi progresif, perubahan susunan kimia dan pengendapan unsur tersebut. Gangguan kontraksi kandung empedu dapat menyebabkan stasis. Faktor hormonal khususnya selama kehamilan dapat dikaitkan dengan perlambatan pengosongan kandung empedu dan merupakan insiden yang tinggi pada kelompok ini.

4) Manifestasi Klinis
Batu empedu bisa terjadi secara tersembunyi karena tidak menimbulkan rasa nyeri dan hanya menyebabkan gejala gastrointestinal yang ringan. Batu tersebut mungkin ditemukan secara kebetulan pada saat dilakukan pembedahan atau evaluasi untuk gangguan yang tidak berhubungan sama sekali.
Penderita penyakit kan
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN DENGAN KOLELITIASIS

TINJAUAN KASUS
1) Pengertian
Kolelitiasis (batu empedu) adalah adanya batu yang terdapat pada kandung empedu. Yang biasanya terbentuk dalam empedu dari unsur-unsur padat yang membentuk cairan empedu. (Studdart & Brunner, 2002)



2) Etiologi
Kolelitiasis (kalkulus/kalikuli, batu empedu) biasanya terbentuk dalam kandung empedu dari unsur-unsur padat yang membentuk cairan empedu. Sebagian besar batu tersusun dari pigmen-pigmen empedu dan kolesterol, selain itu juga tersusun oleh bilirubin, kalsium dan protein.
Ada 2 tipe utama batu empedu:
• Batu empedu kolesterol
Terjadi karena kenaikan sekresi kolesterol dan penurunan produksi empedu. Kolesterol yang merupakan unsur normal pembentuk empedu bersifat tidak larut dalam air. Kelarutannya bergantung pada asam-asam empedu dan lesitin (fosfolipid) dalam empedu. Pada pasien yang cenderung menderita batu empedu akan terjadi penurunan sintesis asam empedu dan peningkatan sintesis kolesterol dalam hati. Keadaan ini menyebabkan supersaturasi getah empedu oleh kolesterol yang kemudian keluar dari getah empedu, mengendap dan membentuk batu. Getah empedu yang jenuh oleh kolesterol merupakan predisposisi untuk timbulnya batu empedu dan berperan sebagai iritan yang menyebabkan peradangan dalam kandung empedu. Jumlah wanita yang menderita batu kolesterol dan penyakit kandung empedu adalah 4 kali lebih banyak dari pada laki-laki. Biasanya wanita tersebut berusia lebih dari 40 tahun, mulipara dan obesitas. Insiden pembentukan batu empedu meningkat pada para pengguna pil kontrasepsi, esterogen dan klofibrat yang diketahui meningkatkan saturasi kolesterol bilier. Insiden pembentukan batu meningkat bersamaan dengan pertambahan umur. Peningkatan insiden ini terjadi akibat bertambahnya sekresi kolesterol oleh hati dan menurunnya sistesis asam empedu. Disamping itu, risiko terbentuknya batu empedu juga meningkat akibat malabsorpsi garam-garam empedu pada pasien dengan penyakit gastrointestinal dan penyandang penyakit diabetes.
• Batu pigmen empedu
Kemungkinan akan terbentuk bila pigmen yang tak-terkonjugasi dalam empedu mengadakan presipitasi (pengendapan) sehingga terjadi batu. Risiko terbentuknya batu semacam ini semakin besar pada pasien sirosis, hemolisis dan enfeksi percabangan bilier. Batu ini tidak dapat dilarutkan dan harus dikeluarkan dengan jalan operasi.
2 macam batu pigmen empedu:
1. Batu pigmen hitam: terbentuk di dalam kandung empedu dan disertai hemolisis kronik/sirosis hati tanpa infeksi. Banyak ditemukan pada penderita dengan hemolisi kronik atau sirosis hati. Terdiri dari bilirubin terpolimerisasi. Terbentuk dalam kandung empedu dengan empedu yang steril. Patogenesanya belum jelas betul.
2. Batu kalsium bilirubinat/Batu pigmen coklat:
Batu pigmen coklat, terbentu akibat faktor stasis dan infeksi saluran empedu.
Infeksi saluran empedu àE. coli àenzim beta glukoronidase dari bakteri à bilirubin bebas & asam glukoronat. Kalsium + bilirubinà kalsium bilirubinat yang tidak larut
Batu pigmen coklat terbentuk disaluran empedu yang terinfeksi

3) Patofisiologi
Perubahan susunan empedu mungkin merupakan faktor yang paling penting pada pembentukan batu empedu. Kolesterol yang berlebihan akan mengendap dalam kandung empedu. Statis empedu dalam kandung empedu dapat mengakibatkan supersaturasi progresif, perubahan susunan kimia dan pengendapan unsur tersebut. Gangguan kontraksi kandung empedu dapat menyebabkan stasis. Faktor hormonal khususnya selama kehamilan dapat dikaitkan dengan perlambatan pengosongan kandung empedu dan merupakan insiden yang tinggi pada kelompok ini.

4) Manifestasi Klinis
Batu empedu bisa terjadi secara tersembunyi karena tidak menimbulkan rasa nyeri dan hanya menyebabkan gejala gastrointestinal yang ringan. Batu tersebut mungkin ditemukan secara kebetulan pada saat dilakukan pembedahan atau evaluasi untuk gangguan yang tidak berhubungan sama sekali.
Penderita penyakit kan

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Lean Ws on May 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

text

original

You're Reading a Free Preview
Pages 2 to 16 are not shown in this preview.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->