Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 4 Poltranas

Bab 4 Poltranas

Ratings: (0)|Views: 139 |Likes:
ok sip
ok sip

More info:

Published by: Muhammad Nur Iskandar on May 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/12/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANKeberhasilan Polstranas dalam Masyarakat Madani1.1.LATAR BELAKANG
Sebelum tahun 2004 Presiden merupakan mandataris MPR. Dipilih dan diangkatoleh MPR, serta menjadikan GBHN yang dibuat dan ditetapkan oleh MPR sebagai acuan bagi politik dan strategi nasional. Kebijakan ini kemudianditiadakan setelah diadakanya pemilihan langsung oleh rakyat terhadap Presidendan Wakil Presiden pada tahun 2004. GBHN yang sebelumnya dipergunakansebagai acuan penyusunan Polstranas kemudian digantikan oleh pidato visi danmisi Presiden dan Wakil Presiden yang disampaikan pada saat sidang MPR, pidato visi dan misi ini diperdengarkan setelah Presiden dan Wakil Presidensecara resmi dilantik, diambil sumpah dan janjinya.Presiden dan Wakil Presiden terpilih, secara moral bertanggung jawab terhadapapa yang telah ia janjikan kepada masyarakat dalam kaitannya dengan upayamendapat simpati dari masyarakat melalui proses kampanye. Setiap calonPresiden dan Wakil Presiden menjanjikan segala hal yang luar biasa bagikehidupan masyarakat jika pada pemilihan umum mendapat suara terbanyak.Tidak jarang para calon mengumbar janji-janji berlebihan yang tidak masuk akal, sehingga masyarakat terpengaruh terhadap bujuk rayu sang calon dankemudian memilihnya dalam pemilihan umum. Janji inilah yang dipergunakanoleh masyarakat dalam menilai calon-calon yang saling bertarung, walaupun pada kenyataannya masyarakat memang telah bosan dengan j
anji palsu paracalon Presiden dan Wakil Presiden .
Menjadi kewajiban mutlak bagi Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk memenuhi janji yang sebelumnya ia sampaikan kepada masyarakat. Janji-janjiini lah yang mereka gunakan sebagai dasar penyusunan visi dan misi (politik dan strategi nasional) dalam tujuannya untuk membangunan bangsa dan negaraselama satu periode pemerintahan.Apabila dalam berjalannya proses pemerintahan tidak sesuai dengan apa yangsebelumnya mereka janjikan, masyarakat dapat mempertanyakan hal ini kepada pemerintah dan wujud pertanggungjawaban terakhir adalah mundurnya Presiden
[Type text]Page 1
 
dan Wakil Presiden dari kursi Kepresidenan.Polstranas disusun dengan memahami pokok-pokok pikiran yang terdapat dalamsistem manajemen nasional yang berdasarkan ideologi Pancasila, UUD 1945,Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Landasan pemikiran dalammanajemen nasional dipergunakan sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik strategi nasional, karena di dalamnya terkandung dasar negara, cita-citanasional dan konsep strategi bangsa Indonesia .Eksekutif negara menjadikan visi dan misi Presiden sebagai acuan dalam proses penyusunan Polstranas. Strategi nasional dilaksanakan oleh para manteri dan pimpinan lembaga-lembaga negara setingkat menteri dengan arahan langsungdari Presiden. Polstranas hasil penyusunan Presiden harus memuat tujuan-tujuannegara yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darahIndonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupa bangsadan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaianabadi dan keadilan sosial.Pada awal-awal Republik Indonesia terbentuk, tahun 1945-1965 adalah periodekepemimpinan Soekarno dengan demokrasi terpimpin. Kedudukan PresidenSoekarno menurut UUD 1945 adalah Kepala Negara sekaligus KepalaPemerintahan (presidensiil/single executive), namun pada masa revolusikemerdekaan (November 1945) berubah menjadi semi-presidensiil/doubleexecutive dengan Sutan Syahrir sebagai Kepala Pemerintahan/Perdana Menteri.Polstranas pada masa-masa ini sangat kental dengan unsur-unsur kediktatoran,karena politik dan strategi nasional hanya berpusat pada satu orang, tanpakontrol yang memadai dari pihak manapun. Efek dari kediktatoran ini adalah perekonomian menjadi tidak maju, partisipasi masa sangat dibatasi, penghormatan terhadap HAM rendah dan masuknya militer ke dalam tubuh pemerintahan. Proses pemerintahan menjadi tidak sehat dan pada akhirnyamasyarakat yang merasakan imbas keterpurukan dari sistem ini.Presiden Soeharto diangkat menjadi Presiden oleh MPRS pada tahun 1966 danlengser pada tahun 1998. Pada 32 tahun kekuasaannya, Soeharto menggunakan
[Type text]Page 2
 
GBHN sebagai acuan politik dan strategi nasional yang sebelumnya telahdisusun oleh MPR. Sebagian besar anggota MPR pada masa itu adalah orang-orang pilihan Soeharto sehingga dapat dipastikan bahwa polstranas pada saat ituadalah polstranas pesanan Soeharto. Pemerintahan yang dipimpinnya memangsukses dalam memajukan ekonomi makro, namun ekonomi mikro sangat lemah.Pembangunan cenderung berpusat di pemerintahan pusat.Pada tahun 1998-1999 Presiden B. J. Habibie, tahun 1999-2001 AbdurrahmanWahid, kemudian tahun 2001-2004 menjabat Megawati Soekarno Putri sebagaiPresiden Republik Indonesia. Masa-masa ini merupakan masa euphoriareformasi. Indonesia seperti dilahirkan kembali, menjadi sebuah bangsa yangterbebas dari berbagai macam ketidakadilan pemerintah. Reformasididengungkan di segala bidang. Selama kurang lebih enam tahun masareformasi ini polstranas Indonesia masih mengacu kepada GBHN yang dibuatdan ditetapkan oleh MPR. Pada kurun waktu ini bangsa Indonesia mengalami perubahan hampir di seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.Merupakan masa-masa transisi dari orde baru milik Soeharto menuju pemerintahan yang demokratis di seluruh aspek kehidupan.Terpilihnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilihan umum secaralangsung tahun 2004 menandai pula perubahan dalam perumusan polstranas.Pada masa ini polstranas disusun berdasarkan visi dan misi langsung Presidendalam pidato kenegaraan di hadapan segenap anggota MPR, DPR dan anggotalembaga tinggi negara lainnya. Visi dan misi inilah yang dipergunakan sebagai politik strategi nasional dalam menjalankan pemerintahan dan melaksanakan pembangunan selama lima tahun. Sampai pada akhirnya terpilih kembali padatahun 2009.Meskipun pada saat ini polstranas tidak disusun langsung oleh MPR, lembagaini tidak bisa lepas tangan terhadap realisasi politik dan strategi nasional berdasarkan visi dan misi Presiden. MPR dan DPR adalah pengawal segalakebijakan yang berkaitan dengan hajat hidup masyarakat. Mengaspirasikankepentingan masyarakat. Membuat undang-undang yang bertujuanmensejahterakan masyarakat luas, dan menjaga kestabilan pemerintan. Antara
[Type text]Page 3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->