Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TINDAKAN-pencegahan-Penyakit

TINDAKAN-pencegahan-Penyakit

Ratings: (0)|Views: 6 |Likes:
Published by Amal Shohib

More info:

Published by: Amal Shohib on May 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2014

pdf

text

original

 
TINDAKAN-TINDAKAN PENCEGAHANPENYAKIT
Oleh :Drh. Imbang Dwi Rahayu, MKes.Staf Pengajar Jurusan PeternakanFakultas Pertanian PeternakanUniversitas Muhammadiyah Malang
MOTO KESEHATAN : TINDAKAN PENCEGAHAN LEBIH BAIK DARIPADAPENGOBATAN.Pencegahan penyakit ternak pada prinsipnya terdiri dari dua komponen, yaitu tindakansanitasi dan vaksinasi. Tindakan sanitasi sendiri secara berurutan terdiri atas tindakandekontaminasi dan desinfeksi. Desinfeksi dengan penggunaan desinfektan yang tidak didahului dengan dekontaminasi menyebabkan ketidakefektifan tindakan sanitasi.
Penghapushamaan (Dekontaminasi) dan Deisinfeksi Kandang serta Peralatan
Dekontaminasi didefinisikan sebagai proses fisik untuk menghilangkan bahan-bahan biologis dan anorganik dari permukaan suatu bangunan, termasuk kandang dan peralatan.Sedangkan desinfeksi merupakan proses penghancuran organisme patogenik. Jadidekontaminasi yang menyeluruh digunakan untuk mencapai desinfeksi yang efektif.Dekontaminasi merupakan upaya untuk membersihkan seluruh bagian kandang dan peralatan dari kotoran-kotoran yang menempel dengan jalan mencuci bersihmenggunakan deterjen atau dengan mengapur dinding kandang sebagai persiapandesinfeksi kandang dan peralatan.
Desinfektan dan Antiseptika
Desinfektan adalah preparat kimia yang digunakan untuk desinfeksi kandang dan peralatan, guna membasmi mikroorganisme, khususnya mikroorganisme yangmembahayakan. Preparat ini tersedia secara komersial yang masing-masing memilikikarakteristik kimiawi, toksisitas, biaya dan penggunaan tertentu. Desinfektan merupakan bahan kimia yang dapat mematikan mikroorganisme yang sedang dalam keadaan tidak aktif, sehingga hanya mematikan bentuk vegetatif dari mikroorganisme, tetapi tidak efektif terhadap spora. Desinfektan dapat mencegah infeksi dengan jalan penghancuranatau pelarutan jasad renik yang patogen. Desinfektan digunakan untuk barang-barang tak hidup, misal : ruang operasi, kandang alat-alat operasi dan sebagainya.Antiseptika adalah semua senyawa yang dapat membunuh atau mencegah perkembanganmikroorganisme. Antiseptika biasanya digunakan untuk jaringan hidup. Konsentrasiantiseptika biasanya rendah, guna menghindari kerusakan jaringan. Kadar antiseptikayang tinggi dapat membunuh sel-sel bakteri maupun jaringan hidup yang terkena.
 
Konsentrasi antiseptika yang rendah hanya cukup untuk menghambat perkembangbiakan jasad renik, sehingga bersifat bakteriostatik.Pengetahuan tentang desinfektan dan antiseptika perlu dikembangkan, karena tidak semua desinfektan atau antiseptika dapat digunakan untuk pengendalian mikroorganismesecara umum. Desinfektan atau antiseptika tertentu hanya cocok untuk mengendalikanmikroorganisme tertentu, tidak mampu mengendalikan mikroorganisme lain. Beberapa jenis desinfektan atau antiseptika ada yang hanya efektif pada lapisan luar saja, ada yangmemiliki daya kerja yang luas terhadap mikroorganisme dan ada pula yang hanya bisamengatasi sejumlah kecil mikroorganisme. Pengguna desinfektan atau antiseptikadituntut bisa melakukan pilihan secara tepat, sehingga minimal harus mengetahuikelemahan dan keunggulan masing-masing desinfektan atau antiseptika.Bakteri dalam bentuk spora lebih tahan terhadap desinfektan. Hal ini disebabkan karenadinding spora bersifat impermeabel dan asam ribonukleat di dalam protoplasma memilikiketahanan yang tinggi terhadap pengaruh buruk dari desinfektan.Desinfektan dan antiseptika berbeda dengan antibiotik, karena desinfektan danantiseptika memiliki toksisitas selektif yang rendah, keduanya bersifat toksik tidak hanya pada mikroba patogen tetapi juga terhadap sel inang. Oleh karena itu, desinfektan hanyadigunakan untuk membunuh mikroorganisme pada lingkungan mati, sedangkanantiseptika mungkin hanya digunakan pada jaringan hidup terbatas pada permukaan kulit
Sifat-sifat penting Desinfektan dan Antiseptika
Beberapa sifat-sifat penting antiseptika dan desinfektan, antara lain :
Harus memiliki sifat antibakterial yang luas.
Tidak mengiritasi jaringan hewan atau manusia.
Memiliki sifat racun yang rendah, tidak berbahaya bagi manusia maupun ternak.
Memiliki daya tembus yang tinggi.
Tetap aktif meskipun terdapat cairan tubuh, darah, nanah dan jaringan yang mati.
Tidak mengganggu proses kesembuhan.
Tidak merusak alat-alat operasi, lantai kandang dan dinding.
Tidak menimbulkan warna yang mengganggu pada jaringan yang dioperasi.
Harga murah, karena biasanya diperlukan dalam jumlah yang besar.Desinfektan, selain memiliki sifat-sifat tersebut di atas, maka harus memiliki juga sifat-sifat berikut :
Mampu menembus rongga-rongga, liang-liang, maupun lapisan jaringan organik,sehingga memiliki efek mematikan mikroorganisme yang lebih tinggi.
Harus bisa dicampur dengan air, karena air merupakan pelarut yang universal dandengan senyawa-senyawa lain yang digunakan untuk desinfeksi.
Harus memiliki stabilitas dalam jangka waktu yang panjang.
 
Efektif pada berbagai temperatur. Walaupun desinfektan daya kerjanya akan lebih baik pada temperatur tinggi, namun desinfektan yang bagus adalah desinfektanyang daya kerjanya tidak menurun jika temperaturnya menurun. Pada umumnyadesinfektan bekerja baik pada temperatur di atas 65
0
F. Klorin dan Iodifor sebagaidesinfektan bekerja baik tidak lebih dari 110
0
F.Pada usaha peternakan, desinfektan digunakan untuk mencegah ataupun mengendalikan penyakit infeksi. Desinfeksi terhadap kandang, bangunan-bangunan dan alat-alat peternakan dapat mencegah timbulnya penyakit menular. Pada saat bedah bangkai dan penguburan hewan mati karena penyakit menular, desinfektan juga banyak digunakanguna mencegah penularan penyakit Pada peternakan sapi perah, antiseptika digunakanuntuk mencegah penyakit radang ambing atau mastitis. Larutan antiseptika juga dipakaiuntuk mencuci alat-alat yang berhubungan dengan proses pengolahan susu, misalnyakaleng susu, botol, ember, tangki dan sebagainya.Diperlukan pertimbangan konsentrasi dan waktu kontak desinfektan yang cukup,sehingga penggunaan desinfektan menjadi aman, efisien dan efektif. Penggunaankonsentrasi yang terlalu tinggi dan kontak waktu yang terlalu lama menyebabkandesinfektan menjadi tidak praktis, mahal, membakar kulit dan berbahaya bagi ternak.Perlu dipertimbangkan pula aktivitasnya dalam melawan bakteri, virus, fungi dan protozoa, misalnya 4% asam asetat bisa membunuh virus PMK, namun tidak membunuh
 Mycobacterium paratuberculosis
, yang merupakan penyebab John Disease. Label produk harus dicek tanggal kadaluwarsanya, karena penggunaan desinfektan yang kadaluwarsamenyababkan tidak efektif lagi untuk mendesinfeksi. Waktu kontak kebanyakandesinfektan berkisar antara 20 menit sampai dengan 30 menit.
Macam-macam Desinfektan dan Antiseptika
Desinfektan dan antiseptika bisa digolongkan berdasarkan cara fisis dan kimiawi.Secara fisis, yang penting adalah penggunaan panas dan sinar. Panas dapat diperolehdengan dilewatkan melalui pemanas atau dengan air yang dipanaskan, kemudiandisemprotkan ke tempat yang disucihamakan. Jenis sinar yang digunakan dalamsterilisasi adalah sinar ultraviolet dan sinar gamma. Di Indonesia, kecuali untu peternakan ayam, secara fisis di atas hanya dilakukan dengan menggunakan air panas,selain murah dan gampang dilakukan, juga memiliki kelebihan lain yaitu air dapatmemasuki lubang-lubang kecil.Desinfektan bisa digunakan dengan variasi cara, antara lain : spray, sabun, aerosol ataufumigan.Secara kimiawi, terdapat beberapa jenis senyawa desinfektan yang tersedia secarakomersial dengan karakteristik pemakaian tertentu, yaitu :
Kresol
, merupakan biosida yang murah dan efektif bila digunakan untu bangunan dan tanah, termasuk dinding kandang dan peralatan kandang, Bersifatkorosif, toksik pada konsentrasi tinggi dan meninggalkan warna. Senyawa ini

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->