Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
224_PMK_011_2012

224_PMK_011_2012

Ratings: (0)|Views: 5 |Likes:
Published by davidwijaya1986

More info:

Published by: davidwijaya1986 on May 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

 
 
MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA
 
SALINAN
 
PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 224/PMK.011/2012
 
 TENTANGPERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 154/PMK.03/2010 TENTANG PEMUNGUTAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 22 SEHUBUNGAN DENGANPEMBAYARAN ATAS PENYERAHAN BARANG DAN KEGIATAN DI BIDANG IMPORATAU KEGIATAN USAHA DI BIDANG LAIN
 
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
 
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
 
Menimbang : a. bahwa ketentuan mengenai penunjukkan badan-badan tertentu sebagaipemungut Pajak Penghasilan Pasal 22 telah diatur dalam Peraturan MenteriKeuangan Nomor 154/PMK.03/2010 tentang Pemungutan Pajak PenghasilanPasal 22 Sehubungan dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang danKegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain;
 
b. bahwa untuk lebih meningkatkan peran serta masyarakat dalampengumpulan dana melalui sistem pembayaran pajak dan untuk tujuankesederhanaan, kemudahan, dan pengenaan pajak yang tepat waktu sertauntuk menyelaraskan ketentuan Pajak Penghasilan Pasal 22 denganketentuan Pajak Pertambahan Nilai, perlu melakukan penyesuaian terhadapketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
 
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a,dan huruf b, serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 22 ayat (1) huruf a,huruf b, dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang PajakPenghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir denganUndang-Undang Nomor 36 Tahun 2008, perlu menetapkan Peraturan MenteriKeuangan tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor154/PMK.03/2010 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22Sehubungan dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiatan diBidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain;
 
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kalidiubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 133, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4893);
 
 
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK.03/2010 tentang PemungutanPajak Penghasilan Pasal 22 Sehubungan Dengan Pembayaran atasPenyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha diBidang Lain;
 
MEMUTUSKAN:
 
Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURANMENTERI KEUANGAN NOMOR 154/PMK.03/2010 TENTANG PEMUNGUTANPAJAK PENGHASILAN PASAL 22 SEHUBUNGAN DENGAN PEMBAYARAN ATASPENYERAHAN BARANG DAN KEGIATAN DI BIDANG IMPOR ATAU KEGIATANUSAHA DI BIDANG LAIN.
 
Pasal I
 
Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor154/PMK.03/2010 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22Sehubungan Dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiatan diBidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain diubah sebagai berikut:
 
1. Ketentuan Pasal 1 diubah, sehingga menjadi 3 (tiga) ayat, yakni ayat (1), ayat(2), dan ayat (3), sehingga Pasal 1 berbunyi sebagai berikut:
 
Pasal 1
 
(1) Pemungut pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 Undang-UndangNomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telahbeberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun2008, adalah:
 
a. Bank Devisa dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, atas imporbarang;
 
b. bendahara pemerintah dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sebagaipemungut pajak pada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Instansiatau lembaga Pemerintah dan lembaga-lembaga negara lainnya,berkenaan dengan pembayaran atas pembelian barang;c. bendahara pengeluaran berkenaan dengan pembayaran atas pembelianbarang yang dilakukan dengan mekanisme uang persediaan (UP);
 
d. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atau pejabat penerbit Surat PerintahMembayar yang diberi delegasi oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),berkenaan dengan pembayaran atas pembelian barang kepada pihakketiga yang dilakukan dengan mekanisme pembayaran langsung (LS);
 
e. Badan Usaha Milik Negara yaitu badan usaha yang seluruh atausebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaansecara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan, yang meliputi:
 
1. PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., PT TelekomunikasiIndonesia (Persero) Tbk., PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT Hutama Karya (Persero), PT 
 
 
Krakatau Steel (Persero); dan2. Bank-bank Badan Usaha Milik Negara,berkenaan dengan pembayaran atas pembelian barang dan/ataubahan-bahan untuk keperluan kegiatan usahanya.
 
f. Badan usaha yang bergerak dalam bidang usaha industri semen,industri kertas, industri baja, industri otomotif, dan industri farmasi,atas penjualan hasil produksinya kepada distributor di dalam negeri;
 
g. Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), Agen Pemegang Merek (APM),dan importir umum kendaraan bermotor, atas penjualan kendaraanbermotor di dalam negeri;
 
h. Produsen atau importir bahan bakar minyak, bahan bakar gas, danpelumas, atas penjualan bahan bakar minyak, bahan bakar gas, danpelumas;
 
i. Industri dan eksportir yang bergerak dalam sektor kehutanan,perkebunan, pertanian, peternakan, dan perikanan, atas pembelianbahan-bahan dari pedagang pengumpul untuk keperluan industrinyaatau ekspornya.
 
(2) Badan usaha yang bergerak dalam bidang usaha industri bajasebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f, adalah industri baja yangmerupakan industri hulu, termasuk industri hulu yang terintegrasidengan industri antara dan industri hilir.
 
(3) Pedagang pengumpul sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf i, adalahbadan atau orang pribadi yang kegiatan usahanya:
 
a. mengumpulkan hasil kehutanan, perkebunan, pertanian, peternakan,dan perikanan; dan
 
b. menjual hasil tersebut kepada badan usaha industri dan eksportir yangbergerak dalam sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, peternakan,dan perikanan.
 
2. Ketentuan Pasal 2 ayat (1) diubah, sehingga Pasal 2 berbunyi sebagai berikut:
 
Pasal 2
 
(1) Besarnya pungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 ditetapkan sebagaiberikut:
 
a. Atas impor:
 
1. yang menggunakan Angka Pengenal Impor (API), sebesar 2,5% (duasetengah persen) dari nilai impor, kecuali atas impor kedelai,gandum, dan tepung terigu sebesar 0,5% (setengah persen) darinilai impor;
 
2. yang tidak menggunakan Angka Pengenal Impor (API), sebesar 7,5%(tujuh setengah persen) dari nilai impor; dan/atau
 
3. yang tidak dikuasai, sebesar 7,5% (tujuh setengah persen) dari

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->