Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Pestisida

Pengertian Pestisida

Ratings: (0)|Views: 104 |Likes:
pestisida
pestisida

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Palmalina Anggita Indah Swasti on May 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/12/2013

pdf

text

original

 
A.
PESTISIDA
I.
Pengertian Pestisida
Pestisida berasal dari kata pest yang berarti hama dan sida berasal dari katacaedo berarti pembunuh. Pestisida dapat diartikan secara sederhana sebagai pembunuh hama. Menurut Food Agriculture Organization (FAO) 1986 dan peraturan pemerintah RI No. 7 tahun 1973, Pestisida adalah campuran bahankimia yang digunakan untuk mencegah, membasmi dan mengendalikanhewan/tumbuhan penggangu seperti binatang pengerat, termasuk serangga penyebar penyakit, dengan tujuan kesejahteraan manusia.Pestisida juga didefinisikan sebagai zat atau senyawa kimia, zat pengatur tubuh atau perangsang tumbuh, bahan lain, serta mikroorganisme atau virus yangdigunakan untuk perlindungan tanaman (PP RI No.6tahun 1995). USEPAmenyatakan pestisida sebagai zat atau campuran zat yang digunakan untuk mencegah, memusnahkan, menolak, atau memusuhi hama dalam bentuk hewan,tanaman, dan mikroorganisme penggangu (Soemirat, 2003).Secara luas pestisida diartikan sebagai suatu zat yang dapat bersifat racun,menghambat pertumbuhan/perkembangan, tingkah laku, perkembangbiakan,kesehatan, pengaruh hormon, penghambat makanan, membuat mandul, sebagai pengikat, penolak dan aktivitas lainnya yang mempengaruhi OPT.Sedangkan menurut The United State Federal Environmental PestiadeControl Act, Pestisida adalah semua zat atau campuran zat yang khusus untuk memberantas atau mencegah gangguan serangga, binatang pengerat, nematoda,cendawan, gulma, virus, bakteri, jasad renik yang dianggap hama kecuali virus, bakteri atau jasad renik yang terdapat pada manusia dan binatang lainnya. Atausemua zat atau campuran zat yang digunakan sebagai pengatur pertumbuhantanaman atau pengering tanaman.
II.
Pengklasifikasian Pestisida
 
Menurut Sudarmo (1991) pestisida dapat di klasifikasikan kedalam beberapa golongan,dan diantara beberapa pengklasifikasian tersebut dirinci berdasarkan bentuk formulasinya, sifat penetrasinya, bahan aktifnya, serta carakerjanya.
1.
Berdasarkan bentuk formulasi
a.
Butiran (Granule=G)Berbentuk butiran yang cara penggunaanya dapat langsung disebarkandengan tangan tanpa dilarutkan terlebih dahulu.
b.
Tepung (Dust=D)Merupakan tepung sangat halus dengan kandungan bahan aktif 1-2%yang penggunaanya dengan alat penghembus (duster)
c.
Bubuk yang dapat dilarutkan (wettable powder=WP)Berbentuk tepung yang dapat dilarutkan dalam air yang penggunaanyadisemprotkan dengan alat penyemprot atau untuk merendam benih.Contoh Mipcin 50 WP
d.
Cairan yang dapat dilarutkanBerbentuk cairan yang bahan aktifnya mengandung bahan pengemulsiyang dapat digunakan setelah dilarutkan dalam air. Larutannya berwarna putih susu tapi berwarna coklat jernih yang cara penggunaanya disemprotkan dengan alat penyemprot
e.
Cairan yang dapat diemulsikanBerbentuk cairan pekat yang bahan aktifnya mengandung bahan pengemulsi yang dapat digunakan setelah dilarutkan dalam air. Cara penggunaanya disemprotkan dengan alat penyemprot atau diinjeksikan pada bagian tanaman atau tanah. Contoh : Sherpa 5 EC
 
f.
Volume Ultra RendahBerbentuk cairan pekat yang dapat langsung disemprotkan tanpadilarutkan lagi. Biasanya disemprotkan dengan pesawat terbangdengan penyemprot khusus yang disebut Micron Ultra Sprayer. Contoh: Diazinon 90 ULV
2.
Ditinjau dari sifat penetrasinya
a.
Penetrasi pada permukaanPestisida ini hanya ada pada permukaan tanaman.
b.
Penetrasi dalamApabila disemprotkan kedalam permukaan daun, pestisida dapatmenembus/meresap ke seluruh jaringan tanaman yang tidadisemprotkan.
c.
Sistemik Pestisida ini mudah diserap melalui daun, batang akar, dan bagian laindari tanaman. Pestisida sisitemik efektif untuk membasmi bermacam-macam hama pengerek dan pengisap. (Deperartemen Pertanian, 1998)
3.
Berdasarkan bahan aktifnya
Berdasarkan asal bahan yang digunakan untuk membuat pestisida,maka pestisida dapat dibedakan ke dalam empat golongan yaitu :
a.
Pestisida Sintetik, yaitu pestisida yang diperoleh dari hasil sintesakimia, contohnya organoklorin, organofospat, dan karbamat.
b.
Pestisida Nabati, yaitu pestisida yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, contohnya neem oil yang berasal dari pohon mimba.
c.
Pestisida Biologi, yaitu pestisida yang berasal dari jasad renik ataumikrobia, yaitu jamur, bakteri atau virus.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->