Dafter Isi
•
•
•
•
•
•
•
Bab I - Menikmati dan kehilangan hak-hak kewargaan
1. Penikmatan hak-hak kewargaan tidak tergantung pada hak-hak kenegaraan.2. Anak dalam kandungan seorang wanita dianggap telah lahir, setiap kali kepentingannyamenghendakinya. Bila telah mati waktu dilahirkan, anak tersebut dianggap tidak pernah ada. (KUHPerd.348, 489, 758, 836, 899, 1679)3. Tiada suatu hukuman apapun dapat mengakibatkan kematian perdata atau hilangnya seluruh hak-hakkewargaan (ISR. 144.)
Catatan: Diumumkan dengan Maklumat tgl. 30 April 1847, S. 1847-23.
Bagian II Tentang Akta-akta Catatan SipilBagian 1
Daftar catatan sipil pada umumnya
4. (s.d.u. dg. S. 1916-38 jo. S. 1917-18; S. 1907-205 pasal 3 jo. S. 1919-816; S. 1937-595.) Tanpamengurangi ketentuan pasal 10 Ketentuan-ketentuan Umum Perundang-undangan di Indonesia, makauntuk golongan Eropa di seluruh Indonesia ada daftar kelahiran, daftar lapor kawin, daftar izin kawin,daftar perkawinan dan perceraian, dan daftar kematian. (KUHPerd. 5; BS. 1.) Pegawai yang ditugaskanmenyelenggarakan daftar-daftar itu, disebut pegawai catatan sipil.5. Pemerintah (Gouverneur-Generaal), setelah mendengar Mahkamah Agung (Hooggerechtshof), denganperaturan tersendiri, menentukan tempat dan cara menyelenggarakan daftar-daftar tersebut, demikianpula cara menyusun akta-aktanya dan syarat-syarat yang harus diindahkan. Dalam peraturan itu jugaditetapkan hukuman-hukuman terhadap pelanggaran-pelanggaran oleh pegawai catatan sipil, sejauhdalam hal itu belum atau tidak akan diatur dengan ketentuan undang-undang hukum pidana. (KURP 436,556 dst. lihat peraturan BS. golongan Eropa, Indonesia dan Indonesia-Kristen dan catatan di bawah judulBS.)
Bagian 2Nama, perubahan nama, dan perubahan nama depan
5a. (s.d.t. dg. S. 1937-595.) Anak sah, dan juga anak tak sah tetapi yang diakui oleh ayahnya,menyandang nama keturunan ayahnya; anak yang tidak diakui oleh ayahnya, menyandang namaketurunan ibunya. (KUHperd. 250 dst., 255, 256 dst., 261, 272 dst., 280, 283 dst., 306; BS. 41.).6. Siapa pun tidak diperkenankan mengganti nama keturunannya, atau menambahkan nama lain padanamanya tanpa izin pemerintah. (BS. 28, 40; S. 1824-13 pasal 2; S. 1837-11; S. 1867-168 s V; S. 1917-12.) (s.d.t. dg. S. 1937-595.) Barangsiapa tidak dikenal nama-keturunannya atau nama depannya, bolehmengambil suatu nama-keturunan atau nama-depan dengan izin pemerintah.