Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword or section
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Samurai, Kastel Awan Burung Gereja

Samurai, Kastel Awan Burung Gereja

Ratings: (0)|Views: 566 |Likes:
Published by ilpt2000
Samurai - Kastel Awan Burung Gereja (Indonesian version)
by Takashi Matsuoka
Samurai - Kastel Awan Burung Gereja (Indonesian version)
by Takashi Matsuoka

More info:

Published by: ilpt2000 on Apr 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2011

pdf

text

original

 
PDF by Kang Zusi
 
SAMURAIKASTEL AWAN BURUNG GEREJA
Created by:syauqy_arr@yahoo.co.id
I.TAHUN BARU
 
PDF by Kang Zusi
1 Januari 1861
1Bintang Bethlehem
Heiko, pura-pura tidur
, menata napasnya dalam dan pelan, ot-otnya rileks tetapi tetap kencang. Bibirnya terkatup tetapi sedikit merekah,matanya lembut di bawah bulu mata yang tak bergerak, pandangannyayang tunduk mengarah ke dalam, ke tempat yang damai di titik pusatdalam dirinya. Dengan indranya dia tahu, bukan merasakan, lelaki disampingnya terbangun.Ketika lelaki itu berpaling menatapnya, Heiko berharap dia akanmelihat:Rambutnya: sekelam malam tanpa bintang tergerai di alas tidur sutra biru.Wajahnya: sepucat salju pada musim semi, bersinar dengan cahayayang dicuri dari bulan.Badannya: lekukan-lekukan indah di bawah selimut sutra bersulamsepasang bangau putih, leher mereka yang saling bertaut memerah dalamgairah perkawinan, menari dan beradu di tengah udara, dengan latar  belakang pedang kuning keemasan.Heiko sangat percaya diri dengan malam tanpa bintang. Rambutnya— yang hitam tebal, dan halus—adalah satu ciri terindah kecantikannya.Salju pada musim semi mungkin perumpamaan yang terlalu jauh, bahkan untuk sekedar metafora. Heiko tumbuh di sebuah desa nelayan disa Domain. Kesenangan bermain di bawah matahari saat kanak-kanak tidak bisa sepenuhnya terhapus. Pipinya tetap berbintik meski sedikit.Sedangkan, salju musim semi tidak berbintik. Namun, tetap ada sinar  bulan yang bisa menutupinya. Lelaki itu bersikeras bahwa Heiko punyawajah yang bersinar bak rembulan. Lagi pula siapa dirinya, yang beranimenentang dan tidak setuju dengan lelaki itu?Heiko berharap lelaki itu memandangnya. Heiko adalah seorang yanganggun, bahkan saat dia benar-benar tidur. Ketika dia menunjukkan
 
PDF by Kang Zusi
kemampuannya berakting, seperti yang dilakukannya saat ini, pengaruhnya pada kaum lelaki biasanya tidak terelakkan. Apa yang akandilakukan pria itu? Apakah dia hanya akan memandang kecantikannyayang polos? Ataukah dia akan tersenyum, menunduk danmembangunkannya dengan belaian lembut? Ataukah seperti yang selaludilakukannya, lelaki itu akan dengan sabar menunggu mata Heikoterbangun sendiri secara perlahan?Terkaan-terkaan seperti itu biasanya tidak mengganggu Heiko saat dia bersama lelaki lain, bahkan tidak pernah terlintas dalam pikirannya.Tetapi, lelaki yang satu ini berbeda. Dengannya, Heiko seringmenemukan dirinya larut dalam angan-angan semacam itu. Apakah itukarena lelaki ini memang lain dari yang lain, Heiko bertanya-tanya,ataukah karena hanya pada pria inilah dia menyerahkan hatinya?Genji ternyata tidak melakukan satu pun persangkaan Heiko.Malahan, dia berdiri dan berjalan menuju jendela yang membuka ke arahTeluk Edo. Dia berdiri bertelanjang dada di depan jendela itu, dalamdinginnya fajar, dan memandang apa pun yang sedang dipandangnyadengan perhatian penuh. Satu dua kali dia menggigil kedinginan, tetapitak beranjak untuk menutupi tubuhnya dengan baju. Heiko tahu bahwaketika remaja Genji pernah menjalani latihan keras dengan para rahibTendai di Puncak Gunung Hiei. Para ahli mistik yang keras itu terkenalmenguasai teknik pembangkitan panas tubuh sehingga mereka mampu berdiri telanjang di bawah guyuran air terjun sedingin es selama berjam- jam. Genji sangat bangga pernah menjadi murid mereka. Heiko mendesah pelan dan bergerak, yang dibuatnya seakan gerak yang wajar dan ringandalam tidur, untuk menahan tawa yang hampir meloncat keluar darimulutnya. Jelas terlihat bahwa Genji belum menguasai teknik  pembangkitan panas tubuh sebaik yang dia harapkan.Desahannya, yang sering memperdaya pria, ternyata tidak mengganggu Genji dari pengamatannya ke arah Teluk Edo. Tanpamenoleh ke arahnya, Genji mengambil teleskop kuno buatan Portugis,menariknya hingga panjangnya maskimal, dan memfokuskannya ke teluk.Heiko pun akhirnya merelakan dirinya untuk merasa kecewa. Dia telah

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
koesanto liked this
Chafmy Zarida liked this
srymunthe liked this
tagormaya liked this
gietzpri6132 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->