Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum

Hukum

Ratings: (0)|Views: 171|Likes:
Published by Nanda Permana

More info:

Published by: Nanda Permana on May 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2014

pdf

text

original

 
 
Makalah HukumDi Susun Oleh:
Nama : Hernanda Bani Permana
NPM : 18211984Kelas : 2EA27Dosen : Sri Waluyo
 
Kata Pengantar
Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa, karena atas berkat danlimpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepatwaktu.Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul "
HUKUM 
", yangmmenurut saya dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari sejarahhukum.Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat ataumenyinggu perasaan pembaca.Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semogaAllah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.Bekasi 23,05,2013Hernanda Bani P
 
I.I PENDAHULUAN
Ketika bicara hukum di Indonesia, barangkali masyarakat sudah bosan dan lelahmenyaksikan paradoks-paradoks yang terjadi dalam kehidupan hukum di negeri ini. Sudah banyak issue-issue miring yang dialamatkan kepada aparat penegak hukum, baik itu polisi, jaksa maupun hakim. Sudah banyak tuduhan-tuduhan yang telah disuarakan oleh berbagaielemen masyarakat, tentang banyaknya para koruptor penjarah uang rakyat milyaran dan bahkan triyulnan rupiah dibebaskan oleh pengadilan. Dan kalaupun dihukum hanyasebanding dengan hukuman pencuri ayam. Dengan mata telanjang dapat disaksikan bahwaorang miskin akan sangat kesulitan mencari keadilan diruang pengadilan, sedangkan orang berduit akan begitu mudah mendapatkan keadilan. Bukan rahasia lagi, bahwa dalam proses peradilan perkara pidana bila ingin mendapat keringanan atau bahkan bebas dari jeratanhukum harus menyediakan uang, begitu juga para pihak dalam perkara perdata, bila inginmemenangkan perkara maka harus menyediakan sejumlah uang. Dengan kata lain bahwa putusan pengadilan dapat dibeli dengan uang, karena yang menjadi parameter untuk keringanan hukuman dalam perkara pidana dan menang kalahnya dalam perkara perdatalebih kepada pertimbangan berapa jumlah uang untuk itu daripada pertimbangan hukum yang bersandar pada keadilan dan kebenaran.Dalam situasi yang serba extra ordinary dimana bangsa dan negara kita ini sulit untuk keluar dari tekanan krisis di segala bidang kehidupan tidak tertutup kemungkinan bangsa Indonesiaakan tambah terperosok ke jurang nestapa yang semakin dalam dan menyeramkan, makasituasi mencekam seperti ini tidak ayal hukum menjadi institusi yang banyak menuai kritik karena dianggap tidak becus untuk memberikan jawaban yang prospektif. Pasca tumbangnya pemerintahan otoriter tahun 1998, hamper setiap saat dibumi pertiwi ini lahir peraturan perundang-undangan untuk mengatur dan menjawab problematika kehidupan di Negara ini,sehingga keberadaan bangka kita ini dalam kondisi hiperregulated society. Namun, dengansegudang peraturan perundang-undangan, baik menyangkut bidang kelembagaan maupun sisikegidupan manusia Indonesia, keteraturan (order) tidak kunjung datang. Malahan hukum kitatampak kewelahan, yang akibatnya dengan seabrek peraturan perundang-undangan itu dalamranah penegakan hukum justru malah menerbitkan persoalan-persoalan baru ketimbangmenuntaskannya. Hal ini menurut Satjipto Rahardjo, komunitas hukum dianggap sebagaikomunitas yang sangat lamban dalam menangkap momentum.Sejak tumbangnya pemerintahan otoriter 1998 yang selanjutnya disebut sebagai erareformasi, sebenarnya merupakan momentum paling penting dan strategis dari segikehidupan social dan hukum, namun kondisi ini tidak mampu menggerakkan untuk mengambil manfaat dalam ranah perbaikan. Institusi yang dijadikan tumpuan pembebasandan pencerahan, justru menjadi sarang troble maker bangsa. Dampaknya kehidupan hukummenjadi tidak terarah dan terpuruk. Dalam situasi keterpurukan hukum seperti ini, makaapapun uapya pembenahan dan perbaikan dibidang ekonomi dan bidang-bidang lainnyaniscaya merupakan suatu yang musykil dilakukan (mission impossible) . Hal ini apabiladicermati , minimal terdapat dua faktor utama. Pertama, perilaku penegak hukum(professional jurist) yang koruptif dan yang kedua, pola pikir para penegak hukum Indonesiasebagian besar masih terkungkung dalam pikiran legalistic-positivistik, meskipun systemkelembagaan hukum telah ditabuh ke arah perubahan-perubahan namun paradigma para

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->