Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
83522938 Bir Minuman Fermentasi Populer Dunia

83522938 Bir Minuman Fermentasi Populer Dunia

Ratings: (0)|Views: 52 |Likes:

More info:

Published by: Vincentius MaChaan Nugraha on May 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2013

pdf

text

original

 
1
Bir, Minuman Fermentasi Populer Dunia
Oleh: Megaria Christanti
410810021@student.machung.ac.id Program Studi Teknik IndustriFakultas Sains dan TeknologiUniversitas Ma Chung
Abstrak
 Artikel ini mengkaji tentang sejarah, manfaat, dan mikroorganisme yangberperan dalam pembuatan bir, minuman fermentasi berlakohol yangterpopuler di dunia. Popularitas bir tersebut sudah dikenal sejak lama dandikenal sebagai minuman yang memiliki sejarah tertua di dunia. Prosesfermentasi dan proses produksi serta industri bir di Indonesia juga dibahasdalam artikel ini.
Kata kunci: bir, fermentasi, industri bir.
Latar Belakang
Bir merupakan minuman favorit ketiga di dunia setelah air putihdan teh. Sedangkan dalam kategori minuman beralkohol, bir menempati posisi teratas dunia yang kemudian disusul oleh wine danvodka. Begitu populernya bir di mata dunia menjadikannya sebagaisuatu topik pengamatan yang menarik. Bir, yang merupakan minumanhasil fermentasi yang memiliki rasa pahit yang unik dan berkadar alkohol rendah, memiliki sejarah penemuan yang cukup tua. MenurutHornsey (1999), bir pertama kali diciptakan pada tahun 4000 SM olehbangsa Sumerian di Babilonia dan resep pembuatan bir pertama dantertua tersebut ditemukan di prasasti tanah liat (
clay tablet 
).Lebih lanjut Hornsey menyebutkan hipotesisnya bahwa bir merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi peradaban manusiadari gaya hidup
nomaden
(berpindah-pindah) menjadi gaya hidup
sedentary 
(menetap). Bahan baku bir yang berupa barley menjadikanmanusia pada zaman itu harus menetap dan bercocok tanam untukmenghasilkan tanaman barley tersebut dan melakukan kultivasi untukmenumbuhkan berbagai macam varietas biji. Ketertarikan pada
 
2
minuman yang disebut bir pada zaman ini dibuktikan pula olehpenemuan endapan berwarna kuning berupa garam oksalat padatahun 3500-3100 SM di tembikar-tembikar kuno yang ada diPegunungan Godin Tepe di Iran yang serupa dengan endapan yangterdapat di tangki pembuat bir saat ini.
Gambar 1. Segelas bir 
Begitu tuanya sejarah bir melahirkan banyak pertanyaanmengenai varietas, manfaat, bahan dan proses pembuatan bir,mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi pada bir, danprospek pengembangan minuman fermentasi populer dunia ini.Menurut Research and Market (2007), industri bir di dunia berkembangsangat pesat dan pada tahun 2009 telah menghasilkan pemasukansebesar $470,826.7 million.
Manfaat Bir 
Bir seringkali dipandang negatif bagi masyarakat Indonesiakarena pandangan akan bir membuat mabuk dan kehilangankesadaran dan akhirnya membuat orang menjadi brutal dan kasar sudah melekat di dalam pikiran mereka. Padahal fakta yangditunjukkan oleh Witheridge (2004) menunjukkan banyak manfaatdengan mengkonsumsi bir, namun dalam jumlah konsumsi yangmoderat.Jumlah konsumsi moderat diungkapkan oleh Dufour (1999)sebagai suatu hal yang sangat bergantung pada banyak variabel,
 
3
masing-masing peneliti memiliki definisi masing-masing. Namunkesimpulan yang dapat ditarik adalah moderat berarti cukup, tidakberlebihan dan tidak membuat seseorang melakukan tindakan ekstrem,dapat menganalisa batasan-batasan rasional dan menunjukkanpengendalian diri. Suatu badan di Eropa menyatakan konsumsi bir moderat dengan batasan tidak lebih dari 1 gelas untuk wanita dan tidaklebih dari 2 gelas untuk pria (Witheridge, 2004). Gelas yang dimaksudadalah gelas dengan kapasitas ¾ liter.Manfaat bir menurut Witheridge (2004) adalah sebagai berikut:1. Mengurangi resiko kematian akibat penyakit jantung koroner.Berdasarkan American Cancer Society, konsumsi bir denganambang moderat meurunkan resiko kematian dibandingkandengan orang yang tidak meminum alkohol sama sekalimaupun yang mengkonsumsinya di atas 1 gelas per hari. Bir mengandung sejumlah vitamin dan polifenol (antioksidan)serupa dengan yang terdapat di
red wine
, bahkan 4-5 kali lebihbanyak daripada yang terdapat di
white wine
. Kurva berbentukhuruf J ditampilkan dalam gambar 2.
Gambar 2. Konsumsi bir dan tingkat kematian
2. Mengurangi resiko terkena penyakit diabetes melitus karenaefek yang menguntungkan dari konsumsi bir akan
 jumlah konsumsi alkohol per hari (gelas)
 t  i  n g a  t   e m a  t  i   a n e l   a  t  i  f  

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->