Dalam pelayanan publik, maka DPD RI harus mengedepankan paradigma
Pelayanan adalahawal keberdayaan publik,
sekalipun perannya agak berbeda dengan peran Pemerintah dalamkerangka kemitraan di atas. Dalam hal ini, DPD tidak berperan langsung dalam menetapkankebijakan, namun melakukan fungsi legislasi yaitu mengajukan RUU, fungsi pertimbangan( membahas RUU ) dan fungsi pengawasan, dengan turun ke daerah untuk mengawasipelaksanaan APBD. Dalam fungsi legislasi dan pertimbangan, DPD RI memberikanpertimbangan kepada DPR mengenai RUU, dimana nantinya RUU tsb disahkan oleh DPR menjadi UU dan dilaksanakan menjadi kebijakan oleh pemerintah. Untuk itu DPD RI akanmeminta masukan / aspirasi dari masyarakat konstituennya di daerah pemilihannya, mengenaihal – hal yang menjadi prioritas, untuk dapat dibawa ke Pusat dan dijadikan masukan dalammelakukan fungsi, tugas dan wewenangnya. Jadi peran DPD dalam memberdayakanmasyarakat adalah secara tidak langsung, namun tetap pada level pertama, yaitu tataranpelayanan untuk memenuhi kebutuhan publik berupa mendorong terciptanya kebijakan di bidang perdagangan, perindustrian dan bidang lainnya yang berkaitan dengan pemberdayaanperan para pengusaha swasta dalam kegiatan ekonomi, serta kebijakan pelayanan bidangkesehatan, pendidikan, sosial, lingkungan untuk memberdayakan masyarakat sehinggamempunyai kompetensi memasuki lapangan keja dan memperoleh
income
sebagai sumberpenghidupannya.Namun DPD RI dapat pula bekerjasama dengan NGO /LSM dimana DPD memberikanmasukan kepada NGO mengenai prioritas program yang mendorong produktivitas mayarakatseperti kesehatan dan pendidikan, sehingga LSM dapat memberikan bantuan baik berupa danamaupun sarana prasarana termasuk program pemberdayaan masyarakat yang mampu berdampak langsung.Bila ditelusuri lebih jauh, maka dalam member pelayanan kepada publik / konstituennya, DPDRI harus memperhatikan dimensi yang melekat dengan mutu pelayanan yaitu :
a.
Tak nyata
: penampilan fasilitas fisik, peralatan, tenaga kerja, dan metoda yang digunakandalam berkomunikasi dengan pelanggan
contoh : dengan kunjungan ke lapangan.
b.
Daya uji
: kemampuan menunjukkan sebagai jasa yang dapat diandalkan dan akurat seperti yang dijanjikan (standar)
c.
Daya tanggap
: kemauan membantu pelanggan dan menyediakan layanan dengan segera
menyediakan sentra pelayanan / posko DPD di daerah.
d.
Ketrampilan
: memiliki keahlian dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memberikanpelayanan sesuai dengan standar pelayanan
sesuai Panitia Ad Hoc ( PAH ) dimana anggotaDPD tsb bertugas.
e.
Keramahan
: sopan dan santun, penghargaan, kejujuran dari pemberi layanan.
f.
Kredibilitas
: ketulusan, kepercayaan, kejujuran dari pemberi layanan.
g.
Keamanan
: kebebasan dari bahaya, resiko, atau keragu-raguan.
h.
Akses
: kemudahan untuk didekati dan atau dihubungi
dengan memberikan nomor telpon,email, website yang bisa dihubungi.
Leave a Comment