Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teknik Teknik Peraturan Zonasi

Teknik Teknik Peraturan Zonasi

Ratings: (0)|Views: 10 |Likes:
Published by Adnan Adin Nugraha
Teknik Teknik Peraturan Zonasi
Teknik Teknik Peraturan Zonasi

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Adnan Adin Nugraha on May 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/10/2014

pdf

text

original

 
TEKNIK TEKNIK PERATURAN ZONASI
Teknik pengaturan zonasi adalah berbagai varian dari zoning konvensional yang dikembangkanuntuk memberikan keluwesan penerapan aturan zonasi. Teknik pengaturan zonasi dapat dipilih dariberbagai alternatif dengan mempertimbangkan tujuan pengaturan yang ingin dicapai. Setiap teknikmempunyai karakteristik, tujuan, konsekuensi dan dampak yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihannyaharus dipertimbangkan dengan hati-hati.
ALTERNATIF TEKNIK PENGATURAN ZONASI
Alternatif teknik pengaturan zonasi yang dapat diterapkan antara lain:
 1. Bonus/Insentive Zoning
Izin peningkatan intensitas dan kepadatan pembangunan (tinggi bangunan, luas lantai) yangdiberikan kepada pengembang dengan imbalan penyediaan fasilitas publik (arcade, plaza, pengatapanruang pejalan, peninggian jalur pejalan atau bawah tanah untuk memisahkan pejalan dan lalu-lintaskendaraan, ruang bongkar-muat off-street untuk mengurangi kemacetan dll) sesuai dengan ketentuanyang berlalu.Kelemahan: teknik ini dapat menyebabkan bengunan berdiri sendiri di tengah plaza, memutuskanshopping frontage, dll.
2. Performance Zoning
Ketentuan pengaturan pada satu atau beberapa blok peruntukan yang didasarkan pada kinerjatertentu yang ditetapkan. Performace zoning harus diikuti dengan standar kinerja (performancestandards) yang mengikat (misalnya tingkat LOS (Level of Service, Tingkat Pelayanan) jalan minimum,tingkat pencemaran maksimum, dll).
3. Fiscal Zoning
Ketentuan/aturan yang ditetapkan pada satu atau beberapa blok peruntukan yang berorientasi kepadapeningkatan PAD.
4. Special Zoning
Ketentuan ini dibuat dengan spesifik sesuai dengan karakteristik setempat (universitas,pendidikan, bandar udara) untuk mengurangi konflik antara area ini dan masyarakat sekelilingnyadengan pemanfaatan ruang yang sesuai dengan area tersebut. Umumnya untuk menjaga kualitaslingkungan (ketenangan, kelancaran lalu-lintas dan sebagainya).
 
4. Exclusionary Zoning
Ketentuan/aturan pada satu/beberapa blok peruntukan yang menyebabkan blok peruntukantersebut menjadi ekslusif. Ketentuan ini mengandung unsur diskriminasi (misalnya, penetapan luaspersil minimal 5000m2 menyebabkan masyarakat berpenghasilan rendah tidak dapat tinggal dalam bloktersebut).Praktek zoning ini diterapkan pada zona yang mempunyai dampak pencegahan munculnyabangunan rumah bagi masyarakat berpendapatan rendah dan moderat. Ketentuan ini dimotivasi olehperhatian pada populasi masyarakat tertentu dibandingkan kebutuhan perumahan keseluruhan padawilayah dimana masyarakat tersebut menjadi bagiannya.
5. Contract Zoning
Ketentuan ini dihasilkan melalui kesepakatan antara pemilik properti dan komisi perencana(Dinas Tata Kota atau TKPRD/BKPRD) atau lembaga legislatif (DPRD) yang dituangkan dalam bentrukkontrak berdasarkan Kitab Undang-undang Hukum Perdata.
6. Negotiated Development
Pembangunan yang dilakukan berdasarkan negosiasi antarstakeholder.
7. Tdr (Transfer Of Development Right)
Ketentuan untuk menjaga karakter kawasan setempat. Kompensasi diberikan pada pemilik yangkehilangan hak membangun atau pemilik dapat mentransfer/menjual hak membangunnya (biasanyaluas lantai bangunan) kepada pihak lain dalam satu distrik/kawasan.
8. Design/Historic Preservation
Ketentuan-ketentuan pemanfaatan ruang dan elemen lainnya (keindahan, tata informasi dll)untuk memelihara visual dan karakter budaya, bangunan dan kawasan masyarakat setempat yangditetapkan dalam peraturan-perundangan pelestarian.
9. Overlay Zone
Satu atau beberapa zona yang mengacu kepada satu atau beberapa peraturan zonasi (misalnyakawasan perumahan di kawasan yang harus dilestarikan akan merujuk pada aturan perumahan danaturan pelestarian bangunan/kawasan).
10. Floating Zone
Blok peruntukan yang diambangkan pemanfaatan ruangnya, dan penetapan peruntukannyadidsarkan pada kecenderungan perubahannya/perkembangannya, atau sampai ada penelitian mengenaipemanfaatan ruang tersebut yang paling tepat.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->