Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Materi evaluasi

Materi evaluasi

Ratings: (0)|Views: 19 |Likes:
Published by Gallant Ky
tentang evaluasi pembelajaran
tentang evaluasi pembelajaran

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Gallant Ky on May 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

 
1.
 
Pengertian evaluasi, dan Evaluasi Proses Pengajaran
 Secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahas Inggris evalution, Adapun dari segi istilah,ada beberapa pendapat mengenai evaluasi. Diantaranya yaitu sebagaimana dikemukakanoleh Edwind Wardt dan Gerald W. Brown (1977). Menurut mereka, evaluasi adalah suatutindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari suatu. (Anas Sudijono, 2005: 1)Definisi lain dikemikakan oleh Ralph Tyler (1950) ahli ini mengatakan bahwa evaluasimerupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menetukan sejauh mana, dalam halapa, dan bagaimana tujuan pendidikan sudah tercapai. Lebih lanjut Cronbach danStufflebeam menambahkan, bahwasannya proses evaluasi bukan hanya sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan.(Suharsimi Arikunto, 2005: 3)Sedangkan evaluasi proses pengajaran adalah suatau rangkaian kegiatan yang dilakukandengan sengaja untuk melihat atau mengetahui seberapa tinggi tingkat keberasilan darikegiatan yang direncanakan. (Suharsimi Arikunto, 2005: 290).
2.
 
Mengapa Guru Perlu Melakukan Evaluasi Proses Pengajaran
 Guru adalah orang yang paling penting statusnya di dalam kegiatan belajar-mengajar karena guru memegang tugas yang amat penting, yaitu mengatur dan mengemudikan bahtera kehidupan kelas. Bagaimana kelas berlangsung merupakan hasil dari kerja guru.
Di dalam melaksanakan tugas yang penting “menciptakan suasana kelas” tersebut guru
 berupaya sekuat tenaga agar kehidupan kelas dapat berjalan mulus. Siswa dapat belajar tanpa hambatan dan dapat menguasai apa yang diajarkan oleh guru dengan nilai yang baik. Jika ternyata nilainya tidak baik, guru tentu ingin menelusuri apa penyebab nilaiyang tidak baik itu. Jika guru tidak mengetahui apa dan bagaimana evaluasi proses pengajaran, ia tidak akan mampu melaksanakan tugas penelusuran penyebab tidak baik.Agar ia mampu melakukan tugas dengan sempurna, harus bersedia mempelajari evaluasi proses pengajaran.
 
 Orang yang melakukan evaluasi (evaluator) dalam kegiatan proses pengajaran dapat berasal dari dalam (yang ikut terlibat di dalam kegiatan), dan dapat pula orang dari luar (yang tidak ikut terlibat dalam kegiatan), masing-masing evaluator mempunyaikelemahan.a. Evaluator Dalam (Internal Evaluator) sangat memahami seluk-beluk kegiatan, tetapiada kemungkingan dapat dipengaruhi oleh keinginan untuk dapat dikatakan bahwa prosesnya berhasil. Dengan kata lain, evaluator dalam dapat diganggu oleh unsur subjektivitas. Jika hal itu terjadi, data yang terkumpul kurang benar dan kurang akuratmeskipun barang kali cukup lengkap. b. Evaluator Luar (External Evaluator) mungkin menjumpai kesulitan dalammemperoleh data yang lengkap karena ada hal-
hal yang “disembunyikan” oleh para
 pelaksana proses. Namun, karena evaluator tidak berkepent
ingan akan “nama baik”
 proses/program, maka data yang terkumpul dapat lebih objektif.Sebagai pelaksana yang mengetahui betul apa yang terjadi di dalam proses belajar-mengajar, guru berkepentingan atas kualitas pengajaran. Untuk memperbaiku proses pengajaran yang akan dilaksanakan lain waktu, guru perlu mengetahui seberapa tinggitingkat pencapaian dari tugas-tugas yang telah dikerjakan setelah kurun waktu tertentu.
3.
 
Objek atau Sasaran Evaluasi Proses Pengajaran
 Sebelum mengenal sasaran evaluasi secara cermat, kita perlu memusatkan perhatian padaaspek-aspek yang bersangkutan dengan kegiatan belajar-mengajar, yakni kita perlumengenal model transformasi proses pendidikan. Di dalam prosese transformasi, siswayang baru masuk mengikuti proses pendidikan dipandang sebagai bahan mentah yangakan diolah melaluui proses pengajaran. Siswa yang baru masuk (input) ini memilikikarakteristik untuk kekhusussan sendiri-sendiri, yang banyak mempengaruhi keberhasilandalam belajar. Di samping itu ada masukan lain yang juga berpengaruh. Yaitu, masukanInstrumental dan masukan lingkungan.dan siswa yang sudah di transformasi di sebut
 
 bahan jadi atau dikenal dengan hasil atau keluaran (output)Gambar Transformasi Belajar Mengajar (Suharsimi Arikunto, 2005: 295)Objek untuk sasran evaluasi proses pengajaran adalah komponen-komponen sistem pengajaran itu sendiri, baik yang berkenaan dengan masukan proses (input). Maupundengan keluaran (output), dengan semua dimensix.Komponen masukan dapat dibedakan menjadi tiga kategori, yakni:1. Masukan Mentah (Raw input)Yaitu para siswa penelitian terhadap masukan mentah yakni siswa sebagai objek belajar,mencakup aspek-aspek berikut:a. Kemampuan Siswa. Penelitian terhadap kemampuan siswa idealnya menggunakan pengukuran Intelegensia atau potensi yang dimilikinya. Namun, mengingat sulitnya halitu, maka guru dapat melakukan penilaian ini dengan mempelajari dan menganalisiskemajuan-kemajuan belajar yang di tunjukkannya, misalnya analisis terhadap hasil tesseleksi masuk, nilai STTB, Raport, hasil Ulangan. Analisis kemampuan ini sangat bermanfaat bagi guru dalam menentukan strategi pengajaran sesuai dengan kemampuansiswa. b. Minat, Perhatian dan Motivasi Belajar Siswa. Keberhasilan belajar siswa tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan yang dimilikinya, tetapi juga di tentukan oleh minat, perhatian, dan motivasi belajarnya. Sering ditemukan siswa yang mempunyaikemampuan yang tinggi gagal dalam belajarnya di sebabkan oleh kurangnya minat, perhatian dan motivasinya. Minat, perhatian dan motivasi pada hakikatnya merupakanusaha siswa dalam mencapai kebutuhan belajarnya. Berbagai alat penilaiaan yang dapatdi gunakan untuk menumbuhkan kesemuanya tadi adalah : pengamatan terhadap kegiatan belajar siswa, wawancara kepada siswa, studi data pribadi siswa, kunjungan rumah,dialog dengan orang tuanya dan lain sebagainya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->