Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
RUTE, PROSEDUR DAN CARA PEMBERIAN OBAT

RUTE, PROSEDUR DAN CARA PEMBERIAN OBAT

Ratings: (0)|Views: 153 |Likes:
Published by Denz Ardian
Rute Pemberian Obat
Rute Pemberian Obat

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Denz Ardian on Jun 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2013

pdf

text

original

 
 
1
RUTE, PROSEDUR DAN CARA PEMBERIAN OBAT1.
 
Pengertian Obat
Obat adalah suatu bahan atau campuran bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menentukan diagnosis, mencegah, mengurangi, menghilangkan,menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah ataurohaniah pada manusia atau hewan, termasuk memperelok tubuh atau bagian tubuhmanusia. Meskipun obat dapat menyembuhkan penyakit, tetapi masih banyak jugaorang yang menderita akibat keracunan obat. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa obat dapat bersifat sebagai obat dan dapat juga bersifat sebagai racun. Obatitu akan bersifat sebagai obat apabila tepat digunakan dalam pengobatan suatu penyakit dengan dosis dan waktu yang tepat. Jadi, apabila obat salah digunakandalam pengobatan atau dengan dosis yang berlebih maka akan menimbulkankeracunan dan bila dosisnya kecil tidak akan memperoleh penyembuhan.
2.
 
Apoteker
Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai apoteker dan telahmengucapkan sumpah jabatan apoteker (berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 51Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian). Pendidikan apoteker dimulai dari pendidikan sarjana (S-1), yang umumnya ditempuh selama empat tahun, ditambahsatu tahun untuk pendidikan profesi apoteker.Apoteker di Indonesia bergabungdalam organisasi profesi Apoteker yang disebut Ikatan Apoteker Indonesia(IAI) Apoteker di Indonesia kurang diakui keberadaanya tidak seperti halnya dinegara lain. Banyak yang mengatakan kesejahteraan Apoteker sekarang ini diIndonesia sangat memprihatinkan dibanding 10 tahun yang lalu.Secara umum, pekerjaan kefarmasian yang dilakukan oleh seorang apoteker adalahdi bidang pengadaan, produksi, distribusi, dan pelayanan sediaan farmasi. Apoteker dapat bekerja pada instansi pemerintah, institusi pendidikan, industrifarmasi/kosmetik/pangan/alat kesehatan, pedagang besar farmasi, penyalur alatkesehatan, rumah sakit, apotek, dsb.Seorang apoteker yang baru lulus jugadisumpah seperti dokter. Sumpah itu dimaksudkan agar seorang apoteker  bersungguh-sungguh dalam mengaplikasikan ilmu kefarmasiannya demi kebaikanmanusia. Seorang apoteker dilarang menggunakan pengetahuannya untuk 
 
 
2
merugikan orang lain. Nama gelar kesarjanaan dan keprofesian seorang apoteker adalah S.Farm., Apt.
3.
 
Hal-hal Yang Harus Diperhatikan dalam Pemberian Obat
Penggunaan Obat secara Rasional (POR) atau Rational Use of Medicine(RUM) merupakan suatu kampanye yang disebarkan ke seluruh dunia, juga diIndonesia. Dalam situsnya, WHO menjelaskan bahwa definisi Penggunaan ObatRasional adalah apabila pasien menerima pengobatan sesuai dengan kebutuhanklinisnya, dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan, dalam periode waktu yangsesuai dan dengan biaya yang terjangkau oleh dirinya dan kebanyakan masyarakat.Dengan empat kata kunci yaitu kebutuhan klinis, dosis, waktu, dan biaya yangsesuai, POR merupakan upaya intervensi untuk mencapai pengobatan yang efektif.Penggunaan obat dapat diidentifikasi rasionalitasnya dengan menggunakanIndikator 8 Tepat dan 1 Waspada. Indikator 8 Tepat dan 1 Waspada tersebutadalah Tepat diagnosis, Tepat Pemilihan Obat, Tepat Indikasi, Tepat Pasien, TepatDosis, Tepat cara dan lama pemberian, Tepat harga, Tepat Informasi dan Waspadaterhadap Efek Samping Obat. Beberapa pustaka lain merumuskannya dalam bentuk 7 tepat tetapi penjabarannya tetap sama. Melalui prinsip tersebut, tenaga kesehatandapat menganalisis secara sistematis proses penggunaan obat yang sedang berlangsung. Penggunaan obat yang dapat dianalisis adalah penggunaan obatmelalui bantuan tenaga kesehatan maupun swamedikasi oleh pasien.
 
 
3
Berikut ini adalah penjabaran dari Indikator Rasionalisasi Obat yaitu 8 Tepat dan 1Waspada:1. Tepat DiagnosisPenggunaan obat harus berdasarkan penegakan diagnosis yang tepat. Ketepatandiagnosis menjadi langkah awal dalam sebuah proses pengobatan karena ketepatan pemilihan obat dan indikasi akan tergantung pada diagnosis penyakit pasien.Contohnya misalnya pasien diare yang disebabkan Ameobiasis maka akandiberikan Metronidazol. Jika dalam proses penegakkan diagnosisnya tidak dikemukakan penyebabnya adalah Amoebiasis, terapi tidak akan menggunakanmetronidazol.Pada pengobatan oleh tenaga kesehatan, diagnosis merupakan wilayah kerja dokter.Sedangkan pada swamedikasi oleh pasien, Apoteker mempunyai peran sebagaisecond opinion untuk pasien yang telah memiliki self-diagnosis.2. Tepat pemilihan obatBerdasarkan diagnosis yang tepat maka harus dilakukan pemilihan obat yang tepat.Pemilihan obat yang tepat dapat ditimbang dari ketepatan kelas terapi dan jenisobat yang sesuai dengan diagnosis. Selain itu, Obat juga harus terbukti manfaat dankeamanannya. Obat juga harus merupakan jenis yang paling mudah didapatkan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->