Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
135Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SKRIPSI BAB I-V

SKRIPSI BAB I-V

Ratings:

4.2

(5)
|Views: 23,426|Likes:
Published by prasteeuw

More info:

Published by: prasteeuw on Apr 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANLatar Belakang Masalah
Karya sastra merupakan hasil ciptaan sastrawan, tidak datang dengansendirinya. Sastrawan adalah bagian masyarakat yang menyadari perlunya berkomunikasi dengan manusia lain. Dengan demikian, sastrawan memerlukan pendengar atau pembaca untuk memahami hasil karyanya sebagai salah satu bentuk komunikasi. Sehubungan dengan hal itu, sastrawan berusaha menciptakandunia rekaan berdasarkan kemampuan imajinasinya. Di dalam proses komunikasisemacam itu, sastrawan adalah pengirim pesan lewat karya sastranya sedangkan pendengar atau pembaca adalah penerima pesan.Untuk lebih memperkenalkan karya sastra kepada masyarakat, perludiadakan pembelajaran sastra. Oleh karena itu, pembelajaran sastra diadakan dilembaga-lembaga pendidikan, terutama di sekolah. Pembelajaran sastra di sekolahtidak hanya bertujuan agar siswa memiliki pengetahuan tentang apresiasi sastra,tetapi juga bertujuan agar siswa memiliki kemampuan dan keterampilanmenciptakan/memproduksi atau menulis karya sastra.Dalam pelaksanaannya, pengajaran sastra sering diarahkan pada aspek  pengetahuan saja. Materi yang diberikan kepada siswa hanya sampai pada pengetahuan tentang pengertian dan jenis karya sastra, periodisasi sastraIndonesia, nama-nama sastrawan dan karya-karyanya, dan materi-materi lain yanghanya mencakup aspek kognitif saja. Adapun pembelajaran mengapresiasi danmemproduksi karya sastra (melalui kegiatan menulis karya sastra) yang mencakup1
 
aspek afektif dan psikomotorik masih sangat kurang porsinya.Karya sastra sendiri merupakan salah satu genre dari lingkup yang lebihluas, yakni seni. Dalam perkembangan tiap-tiap genre seni, acap kali terjadi dialogantargenre seni. Dialog tersebut menghasilkan suatu bentuk kolaborasi seni.Sebagai contoh adalah kolaborasi antara seni rupa dengan seni sastramenghasilkan bentuk kaligrafi, kolaborasi antara seni gerak dengan seni musik menghasilkan seni tari. Begitu pula dengan seni lagu. Lagu merupakan kolaborasiantara seni musik dengan seni sastra, khususnya puisi.Puisi merupakan salah satu genre sastra sedangkan sastra sendiri adalah bagian dari seni. Menurut Sudaryat dan Natasasmita (1987: 170), keindahan puisiterletak pada persamaan bunyi (rima, sajak) dan iramanya yang indah. Dengandemikian, sangat dimungkinkan terjadinya kolaborasi antara seni sastra (puisi)dengan seni musik. Keduanya (musik dan puisi) saling mendukung satu sama lain, baik isi maupun bentuknya. Keindahan puisi akan lebih terasa kalau dilagukan,misalnya dalam bentuk musikalisasi puisi. Begitu pula keindahan musik (lagu)akan terasa bermakna kalau dibahasakan (dengan puisi), dalam bentuk lirik lagu.Adanya kolaborasi antargenre seni, seperti seni musik dengan seni sastra(puisi), akan menghasilkan karya-karya kreatif. Dalam usaha menghasilkan karya-karya kreatif yang berupa puisi, baik yang berkolaborasi menjadi lirik lagumaupun yang independen sebagai puisi dapat melalui kegiatan menulis kreatif karya sastra berbentuk puisi. Kegiatan menulis puisi itu sendiri tidak datangdengan sendirinya melainkan melalui proses. Proses menghasilkan karya puisidapat melalui kegiatan menyimak dan membaca terlebih dahulu.872
 
Tidak dipungkiri bahwa puisi adalah seni yang bermediakan bahasa.Dalam pengajaran bahasa dan sastra, di sekolah diberikan empat jenisketerampilan berbahasa. Keempat jenis keterampilan tersebut adalahmendengarkan (menyimak), berbicara, membaca, dan menulis. Penguasaanketerampilan berbahasa tersebut terjadi secara bertahap. Awalnya, anak mengenal bahasa melalui menyimak. Setelah menyimak, anak tersebut berusaha untuk  berbicara menirukan bahasa yang disimak. Tahap berikutnya, anak akan berlatihmembaca dan berusaha untuk mengenal bentuk tulisan (wacana). Setelah itu, iaakan berusaha untuk menulis. Jadi, antarkeempat keterampilan berbahasa tersebutmemiliki keterkaitan yang erat. Empat keterampilan tersebut merupakan satukesatuan, merupakan catur tunggal (Tarigan 1986: 2). Hubungan antarjenisketerampilan berbahasa ini sangat berkaitan dengan proses penciptaan puisi.Proses kreatif menulis puisi berkaitan dengan kegiatan menyimak,misalnya menyimak lagu. Mengingat, lagu erat kaitannya dengan lirik dan lirik itusendiri identik dengan puisi. Dengan membiasakan diri menyimak lagu, penyimak akan mendapatkan referensi untuk kemudian diaplikasikan atau dituangkankembali dalam bentuk puisi. Dengan menyimak lagu, setidak-tidaknya penulis puisi mendapatkan referensi tentang lirik, irama, ritme, dan kosakata – yangmerupakan unsur-unsur penting yang terkandung dalam puisi – melalui lirik laguyang disimak.Proses kreatif menulis puisi juga berkaitan dengan kegiatan membaca,utamanya membaca kreatif. Menurut Harras dan Sulistyaningsih (1997: 2.30),membaca kreatif memerlukan pencermatan ide-ide yang dikemukakan penulis873

Activity (135)

You've already reviewed this. Edit your review.
septipuspitasari liked this
Yumeta Chairani liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Janci Mutaroe liked this
Aura Net liked this
Sitti Haula liked this
Suwito Tamban liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->