Tidak dipungkiri bahwa puisi adalah seni yang bermediakan bahasa.Dalam pengajaran bahasa dan sastra, di sekolah diberikan empat jenisketerampilan berbahasa. Keempat jenis keterampilan tersebut adalahmendengarkan (menyimak), berbicara, membaca, dan menulis. Penguasaanketerampilan berbahasa tersebut terjadi secara bertahap. Awalnya, anak mengenal bahasa melalui menyimak. Setelah menyimak, anak tersebut berusaha untuk berbicara menirukan bahasa yang disimak. Tahap berikutnya, anak akan berlatihmembaca dan berusaha untuk mengenal bentuk tulisan (wacana). Setelah itu, iaakan berusaha untuk menulis. Jadi, antarkeempat keterampilan berbahasa tersebutmemiliki keterkaitan yang erat. Empat keterampilan tersebut merupakan satukesatuan, merupakan catur tunggal (Tarigan 1986: 2). Hubungan antarjenisketerampilan berbahasa ini sangat berkaitan dengan proses penciptaan puisi.Proses kreatif menulis puisi berkaitan dengan kegiatan menyimak,misalnya menyimak lagu. Mengingat, lagu erat kaitannya dengan lirik dan lirik itusendiri identik dengan puisi. Dengan membiasakan diri menyimak lagu, penyimak akan mendapatkan referensi untuk kemudian diaplikasikan atau dituangkankembali dalam bentuk puisi. Dengan menyimak lagu, setidak-tidaknya penulis puisi mendapatkan referensi tentang lirik, irama, ritme, dan kosakata – yangmerupakan unsur-unsur penting yang terkandung dalam puisi – melalui lirik laguyang disimak.Proses kreatif menulis puisi juga berkaitan dengan kegiatan membaca,utamanya membaca kreatif. Menurut Harras dan Sulistyaningsih (1997: 2.30),membaca kreatif memerlukan pencermatan ide-ide yang dikemukakan penulis873
Leave a Comment
terima kasih dengan bantuan nya saya bisa menambahkan ilmu lagi