Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dasar Teori

Dasar Teori

Ratings: (0)|Views: 120|Likes:
Published by dita_labelle

More info:

Published by: dita_labelle on Jun 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/27/2014

pdf

text

original

 
A. Tujuan Kegiatan
1. Mengenal keanekaragaman hewan-hewan Filum Platyhelminthes2. Mengoservasi morfologi dan struktur tubuh hewan-hewan Filum Platyhelminthes3. Mengelompokkan hewan-hewan Platyhelminthes ke dalam Classis yang berbeda berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri.4. Mengobservasi dan mengidentifikasi ciri-ciri khas setiap Classis.
B. Dasar Teori
Platyhelminthes merupakan cacing (vermes), dalam bahasa Yunani
 platy
yaitu pipihdan
helminthes
yang berarti cacing. Platyhelminthes memiliki simetri tubuh bilateral danmemiliki lapisan tubuh triploblastik sederhana. Cacing ini memiliki daur hidup yang secara parasit atau hidup bebas di alam. Bentuk tubuh pada Platyhelminthes bermacam-macamdapat dilihat secara makroskopis atau mikroskopis.
 
Ukuran dan Bentuk Tubuh
 Ukuran tubuh pada Platyhelminthes dapat dilihat secara mikroskopis dan makroskopis,secara makroskopis dapat mencapai panjang 20 m. Platuhelminthes memiliki bentuk tuuhyang pipih serupa pita dan serupa daun. Tubuh pada Platyhelminthes tersusun atas sel-selsintium yaitu lapisan epidermis yang bersilia namun tidak seluruh cacing ini memilikiepidermis bersilia namun adapula yang tubuhnya tertutupi kutikula. Platyhelminthes tidak mempunyai rongga tubuh (acela). Mesenkim atau parenkim merupakan sel yang ada diruangan-ruangan dalam tubuh diantara organ-organnya(Phandu, 2010) (Kastawi, 2003)
Gambar 1. Struktur Tubuh Planaria
 
 
Sistem Gerak 
Cacing Platyhelminthes ada yang bergerak secara aktif,contohnya pada
 Planaria sp.
yang bergerak secara aktif dan bebas dengan menjauhi cahaya matahari.
 Planaria sp.
 bergerak secara meluncur dan merayap dengan bantuan silia pada bagian ventral tubuh dan zatlendir yang dihasilkan oleh kelenjar dari bagian tepi tubuh. Gerakan merayap disebabkanoleh otot sirkulara dan dorsoventral.
 
Sistem Respirasi
Cacing Platyhelminthes belum memiliki alat pernapasan secara khusus namun pnegmabilan oksigen dilakukan dengan cara difusi bila cacing yang hidup dialam bebas,namun bila tidak cacing ini bersfiat anaerob dapat hidup pada lingkungan kurang oksigen.
 
Sistem Pencernaan
 Sistem pencernaan Platyhelminthes gastrovaskuler yaitu peredaran makanan tidak melaluidarah namun oleh usus. Sistem pencernaan dimulai faring, kerongkongan, intestine (usus)yang bercabang ke seluruh tubuh tanpa anus. Pembuangan sisa pada cacingPlatyhelminthes melalui dinding sel secara difusi atau dimuntahkan kembali melaluimulut. Pada kelas Tubellaria sistem pencernaan dari faring, kerongkongan, intestine.Trematoda terdapat alat pencernaan namun tidak lengkap yaitu mulut, faring, esophagudan intestine, sedangkan Cestoda tidak memiliki alat pencernaan hanya terdapat intestineyang diserap langsung ke seluruh tubuh. Sisa akhir dari metabolisme berakhir pada sel api.
 
Sistem Saraf 
Sistem saraf pada Platyhelminthes merupakan sistem saraf yang sederhana yaitu susunansistem saraf tangga tali berupa ganglion-ganglion otak yang berjumlah sepasang dibagiankepala. Pada bagian kepala terdapat kemoreseptor berupa lubang-lubang dan lekuk bersiliasebagai pencari makanan.
 
Sistem Reproduksi
 Sistem reproduksi pada cacing Platyhelminthes secara aseksual dan seksual. Umumnyasecara aseksual dengan membelah diri pada kelas Tubellaria dan secara seksual secara perkawinan silang. Cacing tergolong hemafrodit.
 
Klasifikasi
 
1.
 
Tubellaria
 Umumnya ditemukan di alam bebas, dan memiliki sifat yang ektokomensal,enotokomensal dan parasit. Tubuh pada Tubellaria tidak bersegmen ditutupiepidermis., memiliki sel-sel kelenjar-kelenjar yang banyak berfungsi untuk merekat,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->