Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
43Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori Keadilan Perspektif Filsafat Hukum Islam

Teori Keadilan Perspektif Filsafat Hukum Islam

Ratings: (0)|Views: 9,502|Likes:
Published by menyuuun

More info:

Published by: menyuuun on Apr 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/10/2013

pdf

text

original

 
1
Teori Keadilan dalam Perspektif Filsafat Hukum dan Islam
Oleh: Ahmad Zaenal Fanani, SHI., M.Si.
(Hakim PA Martapura; mahasiswa program doktor (S3) ilmu hukumUII Yogyakarta)1. Pendahuluan
Evolusi filsafat hukum, yang melekat dalam evolusi filsafat secarakeseluruhan, berputar di sekitar problema tertentu yang muncul berulang-ulang.Di antara problema ini, yang paling sering menjadi diskursus adalah tentangpersoalan keadilan dalam kaitannya dengan hukum. Hal ini dikarenakan hukumatau aturan perundangan harusnya adil, tapi nyatanya seringkali tidak.Keadilan hanya bisa dipahami jika ia diposisikan sebagai keadaanyang hendak diwujudkan oleh hukum. Upaya untuk mewujudkan keadilandalam hukum tersebut merupakan proses yang dinamis yang memakan banyakwaktu. Upaya ini seringkali juga didominasi oleh kekuatan-kekuatan yangbertarung dalam kerangka umum tatanan politik untuk mengaktualisasikannya.
1
 Orang dapat menganggap keadilan sebagai sebuah gagasan ataurealitas absolut dan mengasumsikan bahwa pengetahuan dan pemahamantentangnya hanya bisa didapatkan secara parsial dan melalui upaya filosofisyang sangat sulit. Atau orang dapat menganggap keadilan sebagai hasil daripandangan umum agama atau filsafat tentang dunia secara umum. Jika begitu,orang dapat mendefinisikan keadilan dalam satu pengertian atau pengertianlain dari pandangan ini.Walhasil diskurusus tentang keadilan begitu panjang dalam lintasansejarah filsafat hukum. Hal ini juga terjadi dalam filsafat hukum Islam dimanateori keadilan, atau sering juga disebut dengan teori maslahat, selalu menjaditopik yang tidak hentinya dikaji oleh para ahli filsafat hukum Islam (ushul fiqh),terutama pada saat membahas tentang persoalan
maqashid tasyri’ 
atau
1
Carl Joachim Friedrich,
Filsafat Hukum Perspektif Historis 
, Bandung: Nuansa danNusamedia, 2004, hal 239.
 
2
maqashid syari’ah
.
2
Bahkan persoalan keadilan ini juga masuk dalam ranahteologi, terutama terkait dengan masalah keadilan ilahiyah dan tanggung jawabmanusia yang memunculkan dua kelompok besar yaitu muktazilah dan
asy’ariyah.
 Dalam makalah ini, Penulis akan menguraikan tentang persoalankeadilan ini dari perspektif filsafat hukum dan Islam. Dalam perspektif filsafathukum, Penulis hanya akan mengurai teori keadilan Aristoteles dan John Rawl.Sedangkan dalam perpektif filsafat hukum Islam, Penulis akan mengurai teorikeadilan ilahiyah Muktazilah dan Asyariyah, dan teori maqasyid syariah sebagaicita keadilan sosial hukum Islam. Harapan penulis tulisan ini bisa menjadialternatif argumentasi hukum para hakim pengadilan agama dalammenegakkan nilai-nilai keadilan dalam memeriksa, memutus danmenyelesaikan perkara.
2. Teori Keadilan dalam filsafat hukum
Teori-teori Hukum Alam sejak Socretes hingga Francois Geny, tetapmempertahankan keadilan sebagai mahkota hukum. Teori Hukum Alam
mengutamakan “
the search for justice 
”.
3
Terdapat macam-macam teorimengenai keadilan dan masyarakat yang adil. Teori-teori ini menyangkut hakdan kebebasan, peluang kekuasaan, pendapatan dan kemakmuran. Diantarateori-teori itu dapat disebut: teori keadilan Aristoteles dalam bukunya
nicomachean ethics 
dan teori keadilan sosial John Rawl dalam bukunya
theory of justice 
.
a. Teori keadilan Aristoteles
Pandangan-pandangan Aristoteles tentang keadilan bisa kita dapatkandalam karyanya
nichomachean 
 
ethics, politics,
dan
rethoric 
. Lebih khususnya,dalam buku
nicomachean ethics 
, buku itu sepenuhnya ditujukan bagi keadilan,
2
 
Kemaslahatan dan keadilan menjadi inti dari hukum Islam. Ini diwujudkan denganbanyaknya ayat al-Quran yang berisi tentang kemaslahatan dan keadilan Diantaranaya, yaituan-
Nisaa’:
58; an-
Nisaa’:135; al
-Maidah: 8; al-
An’aam:90; dan asy
-Syura:15.
3
Theo Huijbers,
Filsafat Hukum dalam lintasan sejarah 
, cet VIII, Yogyakarta:kanisius, 1995 hal. 196.
 
3
yang, berdasarkan filsafat umum Aristoteles, mesti dianggap sebagai inti dari
filsafat hukumnya, “karena hukum hanya bisa ditetapkan dalam kaitannyadengan keadilan”.
4
 Yang sangat penting dari pandanganya ialah pendapat bahwa keadilanmesti dipahami dalam pengertian kesamaan. Namun Aristoteles membuatpembedaan penting antara kesamaan numerik dan kesamaan proporsional.Kesamaan numerik mempersamakan setiap manusia sebagai satu unit. Inilahyang sekarang biasa kita pahami tentang kesamaan dan yang kita maksudkanketika kita mengatakan bahwa semua warga adalah sama di depan hukum.Kesamaan proporsional memberi tiap orang apa yang menjadi haknya sesuaidengan kemampuannya, prestasinya, dan sebagainya. Dari pembedaan iniAristoteles menghadirkan banyak kontroversi dan perdebatan seputar keadilan.Lebih lanjut, dia membedakan keadilan menjadi jenis keadilandistributif dan keadilan korektif. Yang pertama berlaku dalam hukum publik,yang kedua dalam hukum perdata dan pidana. Kedailan distributif dan korektifsama-sama rentan terhadap problema kesamaan atau kesetaraan dan hanyabisa dipahami dalam kerangkanya. Dalam wilayah keadilan distributif, hal yangpenting ialah bahwa imbalan yang sama-rata diberikan atas pencapaian yangsama rata. Pada yang kedua, yang menjadi persoalan ialah bahwaketidaksetaraan yang disebabkan oleh, misalnya, pelanggaran kesepakatan,dikoreksi dan dihilangkan.Keadilan distributif menurut Aristoteles berfokus pada distribusi, honor,kekayaan, dan barang-barang lain yang sama-sama bisa didapatkan dalam
masyarakat. Dengan mengesampingkan “pembuktian” matematis,
 jelaslahbahwa apa yang ada dibenak Aristoteles ialah distribusi kekayaan dan barangberharga lain berdasarkan nilai yang berlaku dikalangan warga. Distribusi yangadil boleh jadi merupakan distribusi yang sesuai degan nilai kebaikannya, yakninilainya bagi masyarakat.
5
 
4
Carl Joachim Friedrich,
Filsafat Hukum ....
, hal 24.
5
 
Ibid,
hal 25.

Activity (43)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mamat Jr Jm liked this
Ewhan Sanchez liked this
soekarnohatta liked this
Fauzan Petruk liked this
simanja liked this
Juliet Sedih liked this
HUSNANRUSNADI liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->