Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
198Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pelaksanaan Administrasi Publik Di Indonesia Dan Prospek Ke Depannya

Pelaksanaan Administrasi Publik Di Indonesia Dan Prospek Ke Depannya

Ratings:

4.5

(4)
|Views: 19,159 |Likes:

More info:

Published by: Antonius Galih Prasetyo on Apr 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/04/2013

pdf

text

original

 
PELAKSANAAN ADMINISTRASI PUBLIK DIINDONESIA DAN PROSPEK KE DEPANNYA
Oleh:
Antonius Galih Prasetyo
A.
Administrasi Negara (Publik), sebuah Pemahaman
Membicarakan ilmu administrasi publik (
 public administration science
)dari sisi historis dapat dijabarkan melalui dua pendekatan. Pendekatan pertamamenceritakan mengenai perkembangan ilmu ini secara umum dan pendekatankedua yaitu dari sisi perkembangan paradigma. Tulisan ini tidak akan berusahauntuk memberikan sinopsis singkat mengenai kedua pendekatan tersebutmaupun salah satunya, namun demikian tidak dapat dihindari apabila kita berusaha untuk menyelidiki bagaimana pengimplementasian ilmu ini diIndonesia, terlebih dahulu kita harus mendapatkan pemahaman yang jelas dankomprehensif akan jati diri disiplin ini. Nicholas Henry sebagaimana dikutip oleh Thoha menyatakan, apabila kitaingin mengetahui lebih jauh akan ilmu ini, sebaiknya dipahami lewat periodisasi berdasarkan paradigma. Pemahaman melalui metode ini amat bermanfaat karena dengannya, seseorang akan mengetahui
locus
di mana bidang ini dipahami dalam tingkatannya yang sekarang ini
1
, sekaligusmemberikan kita gambaran akan kontekstualisasi dan asumsi yang diimanioleh sarjana dan ilmuwan administrasi publik pada masanya.Perkembangan paradigma dalam ilmu administrasi publik tersebut dibagike dalam lima tahap: paradigma dikotomi politik-administrasi (1900-1926), prinsip-prinsip administrasi (1927-1937), administrasi negara sebagai ilmu
1
Miftah Thoha, 2008,
Ilmu Administrasi Publik Kontemporer 
, Kencana, Jakarta,hlm: 18.
1
 
 politik (1950-1970), administrasi negara sebagai ilmu administrasi (1956-1970), dan administrasi negara sebagai administrasi negara (tahun 1970).
2
Mulai tahun 1970-an sampai sekarang, para sarjana administrasi publik  belum mengemukakan paradigma yang baru. Namun menurut Thoha, periode1970-1980 disebutnya sebagai paradigma pembangunan. Hal ini didasarkan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1970 menyatakan tahuntersebut sebagai awal dari masa pembangunan. Dalam hal ini administrasinegara menitikberatkan pandangannya pada administrasi pembangunan.
3
 Tiadanya paradigma baru yang dilontarkan para sarjana setelah paradigmayang kelima sesungguhnya menyiratkan akan adanya krisis definisi dankesesatan pegangan atau acuan, meskipun paradigma yang berganti-gantidalam waktu singkat bukanlah merupakan suatu hal yang sehat pula. Padamasa setelah itu para sarjana muda yang progresif kemudian menerbitkanliteratur-literatur yang bersifat
avant garde
karena mampu menawarkan pranata-pranata baru, sebagai jawaban akan kecenderungan adminisitrasi publik yang semakin bersifat stagnan, tidak produktif, dan yang merupakankritik paling utama: tidak mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat saat itu.Pranata-pranata baru tersebut berusaha didedahkan oleh Frank Marini sepertidikutip oleh Thoha, di mana salah satunya yaitu konsepsi “organisasi yangmemusatkan pada klien” (
client based organization
).
4
Organisasi yang berpusat pada klien (masyarakat) tersebut kiranya benar adanya dan bahkan dapat dikatakan merupakan jiwa, esensi, dan roh dari ilmuadministrasi publik sendiri. Mengapa? Karena administrasi publik mengadaatas dasar kebutuhan masyarakat. Singkatnya, administrasi negara merupakansuatu sistem yang menjawab persoalan masyarakat. Gerald Caiden dalamhalaman awal bukunya menyatakan bahwa disiplin administrasi negara ini
2
Untuk mengetahui lebih lanjut penjelasan akan paradigma-paradigmatersebut, silakan baca Yeremias T. Keban, 2004,
Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik: Konsep, Teori, dan Isu
, Gava Media, Yogyakarta.
3
Sama dengan catatan kaki No. 1, hlm: 39.
4
Sama dengan catatan kaki No. 1, hlm:3.
2
 
 pada hakikatnya adalah suatu disiplin yang menanggapi masalah-masalah pelaksanaan persoalan-persoalan masyarakat (
 public affairs
), dan manajemenusaha-usaha masyarakat (
 public business
).
5
 Kesimpulannya, apabila dewasa ini diikhtiarkan sebuah narasi yang bernama “ilmu administrasi publik”, maka sudah tidak relevan lagi untuk mengisolasikan satu dengan yang lainnya antara administrasi dengan politik.Pergayutan dan simbiosis di antaranya sudah sangat dipahami oleh semuasarjana sebagai tidak terpisahkan. Tidak ada lagi pemeo “
when politic end administration begin
”, yang ada adalah “perkawinan antara kedua ilmutersebut”, sebuah istilah yang diucapkan George Frederickson ketika diamengomentari
 Introduction to Study of Public Administration
, sebuah bukukarangan Leonald D. White yang mematahkan premis dikotomi politik-administrasi oleh Woodrow Wilson, seperti dikutip oleh Thoha. Thoha sendiri berkata bahwa ilmu administrasi negara adalah anak kandung kedua ilmutersebut (politik dan administrasi). Atas pemahaman ini, lebih lanjut Thohasecara eksplisit mendefinisikan adminstrasi negara sebagai pengetahuanadministrasi yang diterapkan ke dalam kegiatan politik atau negara atau pemerintahan.
6
 Sementara kalangan mengakhiri konflik dan kebingungan dalammerumuskan bagaimana hubungan antara administrasi dan politik denganmenyimpulkan bahwa horizon ke depan pengembangan ilmu ini adalah pergaulan yang intensif di antara keduanya, disadari pula bahwa pengembangan ilmu ini ke depannya akan berkutat pada isu program-program pembangunan. Kesadaran ini telah muncul sejak Perang Dunia II berakhir, dimana pada waktu itu di negara-negara Barat dipercaya bahwa tatanan dunia baru yang terbentuk pascaperang harus diisi dengan reformasi manajemen,stabilitas politik, sosial, dan ekonomi. Untuk mewujudkan hal itu, tak lainhanya dapat dilakukan melalui program pembangunan yang masif dan eksesif.
5
Gerald E. Caiden, 1982,
Public Administration
, Palisade Publishers, California,hlm: 1.
6
Sama dengan catatan kaki No. 1, hlm: 8.
3

Activity (198)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Arlan Suparlan added this note
apakah indonesia bisa mandiri
Merina Astuti liked this
Iga Rosalina liked this
Arien Zink'z liked this
Otang Setiawan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->