Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
37Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH INNOVASI KURIKULUM

MAKALAH INNOVASI KURIKULUM

Ratings: (0)|Views: 9,148|Likes:
Published by yudi_ayen

More info:

Published by: yudi_ayen on Apr 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/21/2013

pdf

text

original

 
P   a  g e
INOVASI KURIKULUMA.Kerangka Dasar Inovasi Kurikulum
Manusia, sebagaimana dikemukakan filsuf modern Bronowski (1978),selalu dalam proses untuk berkembang.
 It is an ascent of man.
Untuk mencapai“kemajuan” dan “kebangkitan”nya, manusia perlu kemampuan untuk belajar.Dengan demikian, nilai dasar dari kurikulum adalah
bagaimana mengembangkankemampuan siswa untuk mampu belajar.
Katakan,
the competence learn.
Peter M.Sanger, Are de Gues, Rosabeth Mos-Kanter, dan sebagian besar pemikiranmanajemen modern mengembangkan konsep
learning organization,
 bahwaoragnisasi-organisasi yang selamat, menang, dan menjadi juara adalah organisasiyang mau belajar. Nilai ini telah diakui kebenarannya.Pembangunan pun seharusnya difahami dalam pembelajaran. CendikiawanIndonesia, almarhum Soedjatmoko, mengemukakan bahwa pembangunan adalahupaya untuk membuat manusia belajar hidup lebih baik dari hari kemarin.Amartya Sen, perintis konsep Human Development Index yang pada saat inidipergunakan UNDP (United Nations Development Programme),mengembangkan konsep yang lebih ekstem:
development as freedom.
(Riant,2008:45).Konsep tersebut jika dikaitkan dengan kurikulum, seperti kita ketahui bahwa semua kurikulum pada dasarnya memiliki focus kepada pengembangankompetensi dari manusia yang hendak dididik. Maka persoalannya, ketika sebuahkurikulum dicoba untuk direvitalisasi atau dilaksanakan, arahnya harus kemana,apakah nilai yang dikembangkan cenderung kepada penguasaan materi? Ataukahkepada kecakatan untuk belajar? Jika kedua-duanya berjalan secara parallel,sangat baik. Apabila yang kedua lebih kuat dari yang pertama, lebih baik lagi.Akan tetapi jika yang kedua lebih dominan ketimbang yang pertama, maka cukupmencemaskan, apalagi jika kurikulum yang ada hanya yang pertama, maka pendidikan kita berada di ambang sebuah keruntuhan.Kurikulum dapat disebut sebagai “muatan pendidikan” sehingga menjadiisu terpokok untuk diperhatikan kualitasnya.Pada masa lalu kelemahan kurikulum nasional di Indonesia diatasi dengansisipan substansi Muatan Lokal, termasuk penggunaan bahasa ibu pada kelas awal
 
P   a  g e
di sekolah dasar, tetapi muatan nasional tetap dominan karena ada ujian nasional,yang harus dikejar oleh siswa dan guru bahkan juga orangtua siswa, karenamenyangkut nasib dan harga diri.Lalu bagaimana kiat mengatasi kelemahan yang ada, ditambah lagi saatada isu atau rencana perubahan kurikulum biasanya kita resah dan gelisah,membayangkan berbagai dampak dan konsekuensinya, yang memang nyata ada, baik yang menyangkut segi administratif maupun teknis edukatif yang tak pelak lagi akan menambah kesibukan dan kerepotan guru serta insan pendidikanlainnya. Padahal pada kurun waktu tertentu kurikulum memang harus disesuaikandengan perkembangan kehidupan “masa kini”. Setiap perubahan sekecil apapunada konsekuensi logisnya bagi guru, lalu bagaimana agar kita tidak resah dangelisah menghadapi perubahan tersebut, bagaimana kiat menyiasatinya?
 Pertama
, kita harus menyadari sepenuhnya hakekat kurikulum sepertidiuraikan di atas, kurikulum sebenarnya hanyalah seperangkat rencana, yang tidak dapat berbuat apa-apa tanpa kebijakan dan kebajikan pelaksananya. Betapapun bagusnya kurikulum disusun oleh pakar yang sangat ahli sekalipun, bahkan hasil penelitian bertahun-tahun, kalau berada ditangan guru yang kurang piawai, tidak  banyak manfaatnya dalam pembelajaran, sebaliknya kurikulum yang bersifatstandar dan hanya berisi garis besar rencana pembelajaran, tetapi dikelola olehguru yang handal akan dapat memfasilitasi pembelajaran yang sangat efektif dan bermakna bagi pembelajarnya. Jadi ternyata unsur siapa yang melaksanakankurikulum, sangat berperan.Pembelajaran sendiri dapat kita maknai sebagai segala upaya untuk melayani dan memfasilitasi siswa untuk dapat belajar seoptimal mungkin, sesuai potensinya. Hal itu dapat berlangsung dengan baik pada suasana yang kondusif  baik secara fisik, mental maupun
 Kedua
, dalam pembelajaran kurikulum bukan satu-satunya sumber belajar.Ada yang disebut sebagai
The Hidden Curriculum
, kurikulum yang tersamar, ataukurikulum yang tidak nyata tertulis. The hidden Curriculum, merupakan semuahal yang menstimulir anak dan anak meresponnya, merupakan hal di luar kurikulum formal serta mempunyai dampak terhadap proses tumbuh kembanganak. Misalnya, tatatertib dan peraturan sekolah/kelas, lingkungan sekitar baik fisik maupun sosial, performance guru dan warga sekolah lainnya, gurumerupakan kurikulum yang sangat efektif bagi siswa, apapun yang dilakukan
 
P   a  g e
 3 
guru, cara berpakaian, cara bicara, sikap terhadap guru lain merupakan kurikulum bagi siswa, ada lagi The hiden curriculum yang sangat efektif, yaitu tayangantelevisi, juga merupakan kurikulum bagi siswa, semua itu akan membentuk sikapdan kepribadiannya, membentuk persepsi terhadap lingkungan masyarakatnya,kemudian merespon, dan mempengaruhi tumbuhkembangnya. Jadi guru masa kiniharus berpacu dengan kurikulum lain tersebut di atas, yang relatif lebih efektif dibanding kurikulum formal yang telah ditetapkan. Kurikulum mengarahkan padahidup rukun dan saling tolong menolong, tetapi dalam kehidupan nyata dan dalamtayangan televisi misalnya anak setiap saat melihat orang berkelahi salingmenjatuhkan satu sama lain, dan sebagainya. Kurikulum mengisyaratkan hiduptertib dan bersih, tetapi lingkungan sekolahnya sendiri kumuh dan gurunya seringterlambat, misalnya.Secara sederhana sebenarnya pendidikan bagi siswa adalah apa yang dialihat, dia dengar, dia rasakan, dia alami, setiap detik, sepanjang hari sepanjangtahun, itulah yang akan membentuk karakter dan kepribadiannya. Tugas kitaadalah memfasilitasi agar apa yang dia dengar, dia lihat, dia rasakan dan dia alamiadalah hal-hal yang positif semata.
 Ketiga
, keberhasilan tujuan pendidikan, khususnya pembelajaran jugaditentukan oleh perangkat lainnya seperti, kecukupan sarana dan prasarana,kecukupan biaya yang tersedia, adanya sumberdaya pengelola yang kompeten baik guru, kepala sekolah, pengawas sampai para pembina pendidikan lainnya,dan tatakelola atau manajemen yang baik (demokratis, transparan dan akuntabel),keterlibatan secara aktif, masyarakat dan stakeholder lainnya, dan tidak kalah pentingnya adalah kebijakan dan kebajikan pemerintah pusat maupun daerah, pengawas hingga sekolah bahkan guru kelas melalui policy- nya, sangatmempengaruhi kualitas pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan secaraumum. (http://www.mbs-sd.org/warta_mbs.php?id=19).Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa apapun kurikulumnya, masih banyak aspek lain yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran, kurikulumformal bukan satu-satunya perangkat dalam pembelajaran, demikian juga masih banyak pihak yang seharusnya bertanggungjawab terhadap keberhasilan pembelajaran selain guru kelas. Kurikulum hanya sekedar panduan pembelajaranyang harus diramu dan didampingi oleh aspek – aspek lain yang terkait, lebih-

Activity (37)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
gumilangsari liked this
Afzah Intifadah liked this
M Ridwan PJ liked this
Desi Poni Sari liked this
Malau Michael liked this
Susi Chayank added this note|
Thank U for this information,,,
Fauziah Az liked this
Fauziah Az liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->