Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Aceh

Sejarah Aceh

Ratings: (0)|Views: 62 |Likes:
Published by Alyssa Isnania
aceh
aceh

More info:

Published by: Alyssa Isnania on Jun 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2013

pdf

text

original

 
SEJARAH ACEHMOKI, Pulau Aceh-Peninggalan sejarah tentang Masa jayanya Kerajaan Aceh Darussalam yang dpimpinoleh Raja Sultan Iskandar Muda masih ada berbekas di Pulau Breuh Kecamatan Pulau Aceh KabupatenAceh Besar. Bentuk kerja sama antara Kerajaan Aceh Darussalam dan Kerajaan Portugis adalah berupaMenara Suar yang didirikan pada abad ke 17 untuk kelancaran transportasi laut kala itu dan MenaraSuar tersdebut adalah Menara Suar yang pertama kali ada di Pulau Sumatera (andalas).
Pada saat kepemimpinan Sultan Iskandar Muda Negara Kerajaan Aceh Raya Darussalammerupakan pengekpor beras keluar wilayah, bukan hanya itu saja, ia juga memperketat pajak kelautan bagi kapal kapal asing yang berlabuh/singgah di daratan kekuasaan beliau, sertamengatur kembali pajak perdagangan (pada saat itu terdapat banyak sekali pedagang yang berasal dari luar asia yaitu pedagang dari inggris dan belanda) serta pengaturan terhadap hartakapal yang karam dikawasan perairan Negara Kerajaan Aceh Raya Darusslam.Dalam hal kemiliteran Iskandar Muda membangun angkatan perang yang sangat kuat, salahseorang peneliti/saudagar yang berada di Kerajaan Aceh Raya Darussalam Beaulieu pada masaitu membuat catatan bahwa dalam hal kemiliteran terdapat beberapa kelompok pasukan yangdibagi menjadi, pasukan darat (angkatan Darat) yang memiliki 40 ribu personel bala tentara,Armada Laut (angkatan Laut) diperkirakan memiliki 100-200 kapal. Diantaranya:Kapal yang berdiameter 30 meter dengan kapasitas awak kapal 300-600 penumpang dengan dilengkapi 3meriamBukan hanya itu saja Sultan Iskandar Muda juga mempekerjakan seorang yang berasal darinegeri belanda sebagai penasihat perang Kerajaan Aceh Raya Darussalam mahir dalam taktik  peperangan ala negeri belanda dan perancis, Iskandar Muda sangat perhatian terhadapkemiliteran Negara KerajaanAaceh Raya Darussalam sehingga pasukan militer banyak kemajuandan keberhasilan menaklukkan beberapa kerajaan diantaranya, Kerajaan Johor (1613), KerajaanPahang (1618), Kerajaan Kedah (1619) dan Kerajaan Tuah (1620).Bangunan peninggalan bangsa Portugis adalah fakta sejarah kerja sama antara kerajaan AcehRaya Darussalam dalam hal keselamatan dunia pelayaran kini terlantar, padahal semestinyamenjadi asset daerah sebagai salah tujuan wisata kini, dan disekitar situ telah berdiri pula MenaraSuar buatan bangsa Belanda yang terbuat dari Beton dengan ketinggia 40 meter yang dibuatmasa Belanda menduduki Aceh tahun 1875 (perang Aceh 1873) yang kini dijagga oleh PenjagaMenara Suar dari Distrik Navigasi Kelas II Sabang Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dariKementrian Perhubungan.Semestinya Pemerintahan Aceh melalui Dinas Parawisata dan Instansi yang mengurusi tentangsejarah Aceh masa silam telah dari dulu mendatangi lokasi tersebut untuk merawat danmendokumentasikannya sebagai salah satu daerah tujuan wisata andalan dari Kabupaten AcehBesar.Tetapi fakta yang didapati saat Wartawan mendatangi kelokasi tersebut, bangunan portugishanya tinggal puing dan tidak pernah ada perawatan dari Pemda baik tingkat I maupun Tingkat
 
II, dari pantauan kami bangunan tersebut telah ditumbuhi oleh tumbuhan yang melekat padadinding bangunan dan diperkirakan telah berumur puluhan tahun.Menurut keterangan Penjaga Menara Suar, bangunan Portugis itu telah kelihatan menjadi seramdan membuat bulu kuduk merinding apalagi bila malam hari saat-saat jaga malam menjagaLampu Menara peninggalan Belanda, kami yang Cuma 5 orang bertugas disini menjaga menaraditugaskan dari Distrik Navigasi Kelas II Sabang belum pernah ada didatangi oleh tamu dariPejabat Propinsi maupun Kabupaten untuk melihat fakta sejarah ini, tandasnya.Kalau tentang perawatan bagunan kami tidak dapat melakukannya tetapi kalau hanya membabathutan disekitar jalan dari bawah dermaga hingga naik keatas ini sekitar 5 kiloan meter sudahmenjadi kegiatan rutin kami selaku penjaga menara, padahal bangunan menara suar yang kami jaga saja umurnya telah ratusan tahun, bayangkan dibagun tahun 1875 namun hingga kini masihdapat diaktifkan, jadi kami tidak mampu untuk merawat dan memelihara bagunan portugistersebut, ujarnya.Harapan kami selaku penjaga menara kiranya Pemerintahan Aceh dapat memelihara bangunanfakta sejarah tersebut, jangan sampai terlindas dengan pembagunan yang telah direncanakan olehBPKS sebab Pulau Breueh adalah bagian dari Free Port Sabang yang tertuamg dalam UU. No.11 Tentang Pemerintahan Aceh.Ujung Pineng Pulau Breueh Kecamatan Pulau Aceh merupakan daerah Kepulauan yang telahcukup tua dan pernah mengalami pembagunan di abad ke 17, namun kini bila dibandingkandengan daerah lainnya yang ada di Aceh sangat merosot baik dalam hal pemabangunan maupundunia pendidikan, ujar penjaga menara.
 
 
SEJARAH KEBUDAYAAN ACEH
 Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki suku dan budaya yang beranekaragam. Masing-masing budaya daerah saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kebudayaandaerah lain maupun kebudayaan yang berasal dari luar Indonesia. Salah satu kebudayaan tersebutadalah kebudayaan Aceh. Sejarah dan perkembangan suku bangsa Aceh juga menarik perhatian para antropolog seperti Snouck Hurgronje. Dilihat dari sisi kebudayaannya, Aceh memiliki budaya yang unik dan beraneka ragam. Kebudayaan Aceh ini banyak dipengaruhi oleh budaya- budaya melayu, karena letak Aceh yang strategis karena merupakan jalur perdagangan makamasuklah kebudayaan Timur Tengah. Beberapa budaya yang ada sekarang adalah hasil dariakulturasi antara budaya melayu, Timur Tengah dan Aceh sendiri.Suku bangsa yang mendiami Aceh merupakan keturunan orang-orang melayu danTimur Tengah hal ini menyebabkan wajah-wajah orang Aceh berbeda dengan orang Indonesiayang berada di lain wilayah. Sistem kemasyarakatan suku bangsa Aceh, mata pencahariansebagian besar masyarakat Aceh adalah bertani namun tidak sedikit juga yang berdagang. Sistemkekerabatan masyarakat Aceh mengenal Wali, Karong dan Kaom yang merupakan bagian darisistem kekerabatan.Agama Islam adalah agama yang paling mendominasi di Aceh oleh karena itu Aceh
mendapat julukan ”Serambi Mekah”. Dari struktur 
masyarakat Aceh dikenal gampong, mukim,nanggroe dan sebagainya. Tetapi pada saat-saat sekarang ini upacara ceremonial yang besar- besaran hanya sebagai simbol sehingga inti dari upacara tersebut tidak tercapai. Pergeseran nilaikebudayaan tersebut terjadi karena penjajahan dan fakttor lainnya.Dari hal-hal yang telah diuraikan diatas menurut saya menarik, maka saya mengangkat
makalah ini dengan judul ”Kebudayaan Suku Aceh”.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->