Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
batuan beku

batuan beku

Ratings: (0)|Views: 74 |Likes:
Published by Lola Mok
pendahuluan batuan beku
pendahuluan batuan beku

More info:

Published by: Lola Mok on Jun 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

 
1
BATUAN BEKU
I. PENDAHULUAN
Petrologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari batuan pembentuk kulit bumi,yang mencakup mengenai cara terjadinya, komposisi, klasifikasi batuan tersebut danhubungannya dengan proses
 – 
proses geologi dan sejarah geologinya.Batuan beku adalah batuan yang tebentuk langsung dari pembekuan magma. Proses pembekuan tersebut merupakan proses perubahan fase padat. Pembekuan magma akanmenghasilkan kristal
 – 
kristal mineral primer ataupun gelas. Proses pembekuan magma akansangat berpengaruh terhadap tekstur dan struktur primer batuan, sedangkan komposisi batuansangat dipengaruhi oleh sifat magma asal.Pada saat penurunan suhu akan melewati tahapan perubahan fase cair ke padat.Apabila pada saat itu terdapat cukup energi pembentukan kristal maka akan terbentuk kristal
 – 
kristal mineral berukuran besar. Sedangkan bila energi pembentukan rendah akan terbentuk kristal yang berukuran halus. Bila pendinginan berlangsung sangat cepat maka kristal tidak terbentuk dan cairan magma membeku menjadi gelas.Setiap mineral memiliki kondisi tertentu pada saat mengkristal. Mineral-mineralmafik umumnya mengkristal pada suhu yang relatif lebih tinggi dibandingkan denganmineral felsik. Bowen memberikan suatu seri reaksi menerus (Continous) dan tidak menerus(discontinous).
 
2Gambar 1 : Siklus Reaksi Bowen
1.1. Ruang Lingkup Praktikum.
 Dalam pelaksanaan praktikum petrologi praktikan diarahkan pada penguasaan jenisdan nama batuan secara megaskopis, melalui pemerian parameter, komposisi dan struktur  batuan. Sebatas yang dapat ditangkap oleh mata bebas, disamping juga dibantu dengan lensatangan (loupe).
1.2. Diferensiasi Magma.
 Magma adalah cairan atau larutan silikat pijar yang terbentuk secara alamiah, bersuhuantara 900
0
- 1100
0
C dan berasal dari kerak bumi bagian bawah atau selubung bumi bagianatas (Vide F.F.Grouts, 1947 : turner & Verheogan, 1960 : H.Williams, 1962).
 
3Magma sebagai larutan silikat alam mengandung semua ion-ion yang bakalmembentuk semua mineral-mineral pembentuk batuan, namun mineral tersebut tidak terbentuk bersamaan karena tergantung pada fasa silikat dengan kondisi tertentu. Dalam artimineral tertentu akan mengkristal pada temperatur dan kondisi tertentu.Pada umumnya diterima pendapat bahwa magma asli bersifat basa (Dally, 1933 :Winkler Vide W.T. Huang, 1962). Tetapi sifat magma dapat dirubah menjadi magma dengansifat yang lain, oleh proses-proses yang disebut :
 
Hibridisasi : ialah pembentukan magma baru, karena pencampuran dua magma yang berlainan jenisnya.
 
Sinteksis : ialah proses pembantukan magma baru karena proses asimilasi dengan batuansamping atau terlarutnya batuan asing kedalam magma.
 
Anateksis : ialah pembentukan magma dari peleburan batuan pada kedalamanyang sangat besar.Dari magma dengan kondisi tertentu ini, selanjutnya mengalami diperensiasimagnetik, ialah semua proses yang mengubah magma homogen berskala besar menjadi batuan beku denagn komposisi yang berfariasi (W.T. Huang, 1962).Proses-proses tersebut antara lain :
 
Fraksinasi : ialah pemisahan kristal dari larutan pada waktu terjadi pendinginan magmaatau kristal-kristal pada waktu pendinginan magma tidak dapat mengikuti perkembangan komposisi larutan magma yang baru. Prosesfraksinasi ini merupakan proses diferensiasi yang paling utama.
 
Gravitational Settling : ialah pengendapan kristal-kristal oleh gaya gravitasi, sehinggamineral yang berat akan memperkaya bagian dasarnya (waduk magma) dan posisinya berada dibawah mineral yang lebih ringan.
 
Liquid Immissibility : ialah larutan magma yang mempunyai suhu dan tekanan tinggi, pada suhu rendah akan pecah menjadi fraksi larutan yang masing-masing membekumembentuk batuan yang heterogen.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->