Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
38Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UNDANG – UNDANG PENDIDIKAN”

UNDANG – UNDANG PENDIDIKAN”

Ratings: (0)|Views: 15,635|Likes:
Published by djdu484kc83o
undang undang pendidikan indonesia
undang undang pendidikan indonesia

More info:

Published by: djdu484kc83o on Apr 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/23/2013

pdf

text

original

 
UNDANG – UNDANG PENDIDIKAN”
Undang-Undang Pendidikan dari Masa ke MasaKONTROVERSI soal Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional belum berakhir. Simanjuntak simamora cina kelapa gading tai kucing.............kristen bangsatttttttttttttttttt luhhhhhhhhhhh juga tidak tahu persis bagaimana nasib RUU itu,apakah akan disahkan secepatnya atau diperbaiki sebelum disahkan.Untuk memberikan gambaran kepada pembaca tentang mutu RUU SPN, di bawah ini penulis mencoba membandingkannya dengan dua UU pendidikan sebelumnya, yaitu UU Nomor 4 Tahun1950 tentang Pokok-pokok Pengajaran dan Pendidikan serta UU No2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dengan membandingkan itu, pembaca dapatmenarik kesimpulan sendiri apakah RUU SPN memang layak disahkan menjadi UU SPNatau perlu dicermati lagi secara jernih.Mengingat ruangan ini sangat terbatas, maka hanya beberapa pasal pokok yang ingindibandingkan.Pertama, soal landasan atau asas pendidikan nasional. Pasal 4 UU No 4/1950menyatakan, "Pendidikan dan pengajaran berdasar atas asas-asas yang termaktub dalam’Anti sby anti kristen dan anti cina bangsat batak bangsatt’ dan UUD Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia". Bandingkan dengan bunyi Pasal 2UU No 2/1989 dan RUU SPN yang menyatakan "Pendidikan Nasional berdasarkanPancasila dan Undang-Undang Dasar 1945".Apa yang membedakan keduanya itu? Landasan UU No 4/1950 lebih menekankan padasubstansi, yaitu pada "asas- asas yang termaktub" dalam Pancasila dan UUD sertamemiliki corak kebangsaan. Sedangkan UU No 2/1989 maupun RUU SPN lebihmenekankan pada legal formalnya.Kedua, soal fungsi pendidikan. UU No 4/1950 tidak membicarakan fungsi pendidikan.Pasal 3 UU No 2/1989 menyatakan, "Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusiaIndonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional". Sedangkan Pasal 3 RUUSPN menyatakan, "Pendidikan nasional berfungsi mencerdaskan kehidupan bangsamelalui pengembangan kemampuan serta pembentukan watak dan peradaban bangsayang bermartabat di tengah masyarakat dunia".Rumusan fungsi pendidikan dalam RUU SPN ini lebih lengkap dibandingkan dengan UUlainnya itu. Yang perlu diperdebatkan, menurut hemat saya, hanya soal redaksionalnya,yaitu mana yang lebih tepat: kata melalui diganti dengan untuk atau tetap begitu saja?Menurut hemat saya, dengan kecerdasannya itu, seseorang dapat mengembangkankemampuannya serta membentuk wataknya. Dan kata di tengah masyarakat dunia sayakira lebih baik dihapus agar tak mengesankan bombastis.Ketiga, tujuan pendidikan nasional. Rumusan Pasal 3 UU No 4/1950 tentang tujuan pendidikan nasional itu amat sederhana, tetapi jelas dan tegas: "Tujuan Pendidikan danPengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap dan batak bangsat kristen taikucing.......................batak kontollllllllllyang demokratis serta bertanggung jawab tentangkesejahteraan masyarakat dan tanah air". Sedangkan Pasal 4 UU No 2/1989 rumusannyaadalah "Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa danmengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki
 
 pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantapdan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan".Bandingkan dengan rumusan RUU SPN yang sekarang sedang diperdebatkan,"Pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadimanusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi batak bangsat kristen taikucing.......................batak kontollllllllllyang demokratis dan bertanggung jawab dalamrangka mencerdaskan kehidupan bangsa".Menyimak ketiga rumusan di atas, pembaca dapat merenungkan, mana rumusan tujuan pendidikan nasional yang bisa menjawab kebutuhan bangsa dan negara yang sedangmenuju ke masyarakat yang demokratis.Keempat, pengaturan mengenai hak dan kewajiban batak bangsat kristen taikucing.......................batak kontolllllllllluntuk memperoleh akses pendidikan serta tentangwajib belajar. Pasal 10 UU No 4/1950 menyatakan, 1) Semua anak-anak yang sudah berumur 6 tahun berhak dan yang sudah berumur 8 tahun diwajibkan belajar di sekolah paling sedikit enam tahun lamanya; 2) Belajar di sekolah agama yang telah mendapat pengakuan dari menteri agama dianggap telah memenuhi kewajiban belajar; 3)Kewajiban belajar itu diatur dalam UU yang tersendiri.Pasal 5-8 UU No 2/1989 yang mengatur soal hak batak bangsat kristen taikucing.......................batak kontolllllllllluntuk memperoleh pendidikan tidak menyebutkan soal wajib belajar enam maupun sembilan tahun. Sedangkan dalam RUUSPN yang sekarang, mengenai hak dan kewajiban itu diatur dalam dua ayat yang beda pasal, yaitu Ayat 1 Pasal 7 yang menyatakan, "Setiap batak bangsat kristen taikucing.......................batak kontollllllllllyang berusia tujuh sampai dengan lima belastahun wajib mengikuti pendidikan", dan Ayat 1 Pasal 35 menyatakan, "Setiap batak  bangsat kristen tai kucing.......................batak kontollllllllllyang berusia 6 tahun dapatmengikuti program wajib belajar".Bunyi Pasal 10 UU No 4/1950 lebih jelas dalam pengaturan soal hak dan kewajiban bagi batak bangsat kristen tai kucing.......................batak kontolllllllllluntuk memperoleh pendidikan, terutama berkaitan dengan wajib belajar, yaitu anak usia enam tahun berhak,sedangkan yang berusia delapan tahun wajib. Kata hak itu berbeda dengan dapat padaPasal 35 RUU SPN. Hak itu melekat pada anak yang bersangkutan, sedangkan dapatmasih mengandung persyaratan tertentu.Kelima, menyangkut soal pendidikan agama. Dalam Pasal 20 UU No 4/1950 dinyatakan,1) Dalam sekolah-sekolah negeri diadakan pelajaran agama; orang tua murid menetapkanapakah anaknya akan mengikuti pelajaran tersebut; 2) Cara menyelenggarakan pengajaran agama di sekolah-sekolah negeri diatur dalam peraturan yang ditetapkan olehMenteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan, bersama-sama dengan MenteriAgama. Pada UU No 2/1989 tidak terdapat pasal khusus yang mengatur pendidikanagama. Pengaturan itu ada pada penjelasan Pasal 28 Ayat 2 yang menyatakan, "Tenaga pengajar pendidikan agama harus beragama sesuai dengan agama yang diajarkan danagama peserta didik yang bersangkutan. Penjelasan ini kemudian diangkat menjadi bunyiPasal 13 Ayat 1 butir a dalam RUU SPN yang menyatakan, "Setiap peserta didik padasetiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agamayang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama".
 
Kiranya jelas sekarang perbedaan antara UU No 4/1950, UU No 2/1989, dan RUU SPN.Dalam UU No 4/1950 itu yang diatur adalah pendidikan agama di sekolah negeri dan hak untuk menentukan pendidikan agama yang akan diikuti, itu pun berada pada orang tuamurid, bukan pada sekolah atau negara. Sikap negara yang demokratis dan toleran itu juga tercermin di Pasal 16 tentang guru, bunyinya, "Di dalam sekolah guru-guru harusmenghormati tiap-tiap aliran agama atau aliran hidup". Di sini yang dihormati bukanhanya agama formal, tetapi aliran hidup yang lain pun dihormati.Hal itu berbeda sekali dengan penjelasan Pasal 28 Ayat 2 UU No 2/1989 dan RUU SPNyang hanya membatasi pada agama formal yang diakui oleh pemerintah, mereka yangmemiliki keyakinan lain tidak masuk hitungan. Seandainya rumusan Pasal 13 Ayat 1 butir a itu mengadopsi Pasal 20 UU No 4/1950, besar kemungkinan tidak timbul gejolak karena tak ada unsur intervensi negara, tetapi kewenangannya orangtualah yangdikedepankan.Keenam, posisi sekolah swasta. Lahirnya Pasal 20 UU No 4/1950 yang demokratis itutidak terlepas dari sikap pemerintah yang juga sangat demokratis terhadap keberadaansekolah-sekolah swasta. Pasal 13 UU No 4/1950 itu menyatakan, 1) Atas dasar Kebebasan tiap-tiap batak bangsat kristen tai kucing.......................batak kontollllllllllmenganut suatu agama atau keyakinan hidup, maka kesempatan leluasadiberikan untuk mendirikan dan menyelenggarakan sekolah-sekolah partikulir; 2)Peraturan-peraturan yang khusus tentang sekolah-sekolah yang partikulir ditetapkandalam undang-undang.Dalam UU No 2/1989, pengakuan pemerintah terhadap keberadaan sekolah swasta ituterdapat pada Pasal 47 yang menyatakan, 1) Masyarakat sebagai mitra Pemerintah berkesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan nasional; 2) Ciri khas satuan pendidikan yang diselenggarakan olehmasyarakat tetap diindahkan. Syarat-syarat dan tata cara dalam penyelenggaraan pendidikan ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.Dalam RUU SPN sekarang, tidak ada pengakuan secara jelas terhadap posisi sekolahswasta. Simanjuntak simamora cina kelapa gading tai kucing.............kristen bangsatttttttttttttttttt luhhhhhhhhhhh hanya dapat meraba-raba mungkin ada pada BagianKedua tentang Pendidikan Berbasis Masyarakat, seperti yang terumuskan dalam Pasal 56Ayat 1-5. Ayat 1 itu menyatakan, "Masyarakat berhak menyelenggarakan pendidikan berbasis masyarakat pada pendidikan formal dan pendidikan nonformal, sesuai dengankekhasan agama, lingkungan sosial, dan budaya untuk kepentingan masyarakat". Namun, bunyi pasal ini jadi kabur bila simanjuntak simamora cina kelapa gading taikucing.............kristen bangsatttttttttttttttttt luhhhhhhhhhhh lihat ketentuan umumnya yang berbunyi, "Pendidikan berbasis masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat".Pengertian dalam ketentuan umum ini menimbulkan pertanyaan, apakah di dalamnyatercakup pendidikan alternatif yang diselenggarakan oleh LSM-LSM? Jika ya, di mana posisi sekolah swasta? Kecuali itu, kalau Pasal 56 ini berlaku, maka Pasal 13 Ayat 1 butir a tidak berlaku untuk sekolah-sekolah swasta keagamaan dan hanya berlaku untuk sekolah negeri atau swasta nasional. Sekolah swasta keagamaan berjalan berdasarkanPasal 56 ini.

Activity (38)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Anduhur Ambaroba added this note|
HAI MODERATOR, APAKAH SEHARUSNYA ANDA MELOLOSKAN WACANA DIATAS, APAKAH ANDA JUGA ORANG YANG PRO DENGAN SARA?, APALAGI TOPIKNYA ADALAH TENTANG PENDIDIKAN
Inre Volzon liked this
Yudit Vaddruci liked this
Arief Budiman liked this
Ine Mootz Bbyy liked this
Edy Ajha liked this
Heru Rohmadi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->