/  23
 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANGPORNOGRAFIDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang : a.
 
bahwa negara Indonesia adalah negara hukum yangberdasarkan Pancasila dengan menjunjung tingginilai-nilai moral, etika, akhlak mulia, dankepribadian luhur bangsa, beriman dan bertakwakepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormatikebinekaan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara, serta melindungi harkatdan martabat setiap warga negara;b.
 
bahwa pembuatan, penyebarluasan, danpenggunaan pornografi semakin berkembang luas ditengah masyarakat yang mengancam kehidupan dantatanan sosial masyarakat Indonesia;c.
 
bahwa peraturan perundang-undangan yangberkaitan dengan pornografi yang ada saat ini belumdapat memenuhi kebutuhan hukum sertaperkembangan masyarakat;d.
 
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimanadimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlumembentuk Undang-Undang tentang Pornografi;Mengingat : Pasal 20, Pasal 21, Pasal 28B ayat (2), Pasal 28J ayat(2), dan Pasal 29 Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945;Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIAdanPRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PORNOGRAFI.BAB I . . .
 
 
- 2 -BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:1.
 
Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan,suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun,percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnyamelalui berbagai bentuk media komunikasi dan/ataupertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulanatau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaandalam masyarakat.2.
 
 Jasa pornografi adalah segala jenis layanan pornografi yang disediakan oleh orang perseorangan atau korporasimelalui pertunjukan langsung, televisi kabel, televisiteresterial, radio, telepon, internet, dan komunikasielektronik lainnya serta surat kabar, majalah, dan barangcetakan lainnya.3.
 
Setiap orang adalah orang perseorangan atau korporasi,baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadanhukum.4.
 
Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapanbelas) tahun.5.
 
Pemerintah adalah Pemerintah Pusat yang dipimpin olehPresiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaanpemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimanadimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945.6.
 
Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati, atauWalikota, dan perangkat daerah sebagai unsurpenyelenggara pemerintahan daerah.Pasal 2Pengaturan pornografi berasaskan Ketuhanan Yang MahaEsa, penghormatan terhadap harkat dan martabatkemanusiaan, kebinekaan, kepastian hukum,nondiskriminasi, dan perlindungan terhadap warga negara.Pasal 3 . . .
 
 
- 3 -Pasal 3Undang-Undang ini bertujuan:a.
 
mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupanmasyarakat yang beretika, berkepribadian luhur,menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa,serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan;b.
 
menghormati, melindungi, dan melestarikan nilai senidan budaya, adat istiadat, dan ritual keagamaanmasyarakat Indonesia yang majemuk;c.
 
memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap moraldan akhlak masyarakat;d.
 
memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagiwarga negara dari pornografi, terutama bagi anak danperempuan; dane.
 
mencegah berkembangnya pornografi dan komersialisasiseks di masyarakat.BAB IILARANGAN DAN PEMBATASANPasal 4(1)
 
Setiap orang dilarang memproduksi, membuat,memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan,menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan,memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakanpornografi yang secara eksplisit memuat:a.
 
persenggamaan, termasuk persenggamaan yangmenyimpang;b.
 
kekerasan seksual;c.
 
masturbasi atau onani;d.
 
ketelanjangan atau tampilan yang mengesankanketelanjangan;e.
 
alat kelamin; atauf.
 
pornografi anak.(2) Setiap . . .

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...

This document has made it onto the Rising list!