Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Akad Murabahah

Hukum Akad Murabahah

Ratings: (0)|Views: 5|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Jun 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2014

pdf

text

original

 
04/06/13 Hukum Akad Murabahah « Konsultasi Islamkonsultasi.wordpress.com/2013/06/01/hukum-akad-murabahah/ 1/4
Konsultasi Islam
Mengatasi Masalah dengan SyariahHukum Akad Murabahah
Posted by Farid Ma'ruf pada 1 Juni 2013
Pertanyaan:
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.Syaikhuna dan amir kami Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah, saya ada pertanyaan: apa hukum akadmurabahah, apakah boleh, fasad atau batil? Ada terjadi dimana saudara-saudara kami, mereka bersepakatatas akadmurabahah. Setelah jangka waktu tertentu, mereka tahu bahwa itu tidak sah.Pihak pertama yang menyerahkan harta (modal) mengambil semisalnya ditambah setengah, dansekarang ia meminta sisa laba setelah dia tahu bahwa akad tersebut tidak boleh.Pertanyaannya:Apa tabiat akad tersebut (murabahah) dari sisi kehalalan dan keharamannya, dan apakah harta yangdiambilnya itu halal ataukah haram, dan apakah ia berhak meminta sisa laba setelah ia mengambilmodal (hartanya) dan tambahan, padahal saudara-saudara tersebut mengetahui bahwa hukum asalperbuatan adalah terikat kepada hukum syara’?Semoga Allah memberi Andabalasan setiap kebaikan. Abu Suhail – Berlin 
Jawab:
Wa ‘alaikum as-salam wa rahmatullah wa barakatuhu. 
 
04/06/13 Hukum Akad Murabahah « Konsultasi Islamkonsultasi.wordpress.com/2013/06/01/hukum-akad-murabahah/ 2/4
Apa yang Anda sebut akad murabahah sesuai pertanyaan Anda bahwa pemilik harta menyerahkanhartanya itu kepada pihak lain yang memperdagangkannya atau bekerja dengannya … dan oranglain itu memberinya laba yang sudah dijamin, maka ini tidak boleh di dalam Islam. Yang boleh adalahpemilik harta menyerahkan hartanya kepada pihak lain yang menggunakannya berdagang (berbisnis)dan keduanya bersepakat atas nisbah (persentase) tertentu dari laba yang diperoleh jika di situ adalaba, dan jika tidak ada laba maka tidak ada apa-apa untuk keduanya. Dan jika di situ ada kerugianmaka kerugian harta itu ditanggung pemilik harta (pemodal) sebab pihak lain yang mengerahkantenaga dan berbisnis ia merugi tenaganya. Yakni tidak ditentukan laba yang sudah dijamin untukpemilik harta (pemodal), akan tetapi seharusnya seperti yang baru saja kami katakan.Ini adalah apa yang disebut di dalam Islam sebagai Mudharabah.Mudharabah merupakan salah satu jenis syirkah sebab merupakan syirkah badan dan harta. Syirkahtermasuk muamalah yang dinyatakan kebolehannya oleh syara’. Dari Abu Hurairah, ia berkata,Rasulullah SAW bersabda:
«
 
ﯿ І І Іﮫ І І І І
 
ﯾІ І І ﯿ
 
І І
:
 
ﯾІﷲІ
»
Sesungguhnya Allah berfirman: Aku adalah pihak ketiga dari dua orang yang berserikat, selama salahsatu tidak mengkhianati temannya, dan jika ia mengkhianatinya maka aku keluar dari keduanya
(HRAbu Dawud)
 Para sahabat ridhwanullah ‘alayhim ber-ijma’ atas bolehnya mudharabah. Umar telah menyerahkanharta anak yatim secara mudharabah seperti yang disebutkan di Mushannaf Ibn Abiy Syaibah.Adapun laba dalam mudharabah, maka itu sesuai apa yang disepakati kedua pihak yang berakad.Sedangkan kerugian maka itu ditanggung harta. Abdurrazaq ash-Shan’ani telah mengeluarkandi Mushannaf-nya dari Ali tentang mudharabah:
«
ﯿ І І І І І І І ﯿ
»
Al-wadhî’ah (kerugian) itu ditanggung oleh harta, dan laba berdasarkan apa yang mereka sepakati. Al-wadhî’ah berarti kerugian.Perlu diketahui istilah murabahah di dalam syara’ dinyatakan dalam masalah jual beli, bukantermasuk akad-akad kerja. Mereka yang menggunakannya dalam akad-akad kerja antara pemilikharta (pemodal) dan mudharib, maka mereka menggunakannya tidak pada tempatnya yang syar’iy.Hal itu, karena murabahah itu secara bahasa berarti meraih laba. Dikatakan: bi’tu al-mutâ’murâbahatan, yaitu saya menjualnya secara murabahah.Sedangkan menurut istilah, murabahah adalah seorang penjual menawarkan barang dagangannyauntuk dijual dengan kadar modalnya dan laba yang diketahui (disepakati). Dan murabahah itutermasuk jual beli amanah (bay’ al-amânah), sebab bersandar pada amanah penjual dalammemberitahukan modal barang dagangannya.
 
04/06/13 Hukum Akad Murabahah « Konsultasi Islamkonsultasi.wordpress.com/2013/06/01/hukum-akad-murabahah/ 3/4
Murabahah itu secara syar’iy adalah boleh sebab murabahah itu adalah menjual dengan laba atasharga pembelian awal si penjual. Jika penjual berkata, saya jual kepada Anda barang ini denganuntung sekian atas harga pembelian saya, dan ia memberi tahu pembeli harga pembelian awalnya itu,dan pembeli menerima, maka ini boleh sebab itu adalah jual beli yang diketahui dengan jelas (ma’lûm). SaudaramuAtha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah19 Rajab 1434 H29 Mei 2013 M Sumber : Jawab Soal Tentang Hukum Akad Murabahah(Rangkaian Jawaban asy-Syaikh al-‘Alim ‘Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah Amir Hizbut Tahrir atasBerbagai Pertanyaan di Akun Facebook Beliau) Jawab Soal Tentang Hukum Akad MurabahahKepada Muhammad AbdallahEntri ini dituliskan pada 1 Juni 2013 pada 4:16 am dan disimpan dalam Ekonomi. Dengan kaitkata:murabahah. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.« Aurat Wanita terhadap Wanita Blog pada WordPress.com. | Tema: Andreas09 oleh Andreas Viklund.About these ads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->