Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
APLIKASI

APLIKASI

Ratings: (0)|Views: 8 |Likes:
Published by PERAKANG

More info:

Published by: PERAKANG on Jun 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2014

pdf

text

original

 
APLIKASIMODEL-MODELA.
 
PENDAHULUAN
 Sebagian besar guru selalu berusaha melaksanakan tugasnya secara baik, dankenyataan yang dijumpai di sekolah adalah guru melaksanakan tugasnya dalampembelajaran sejalan dengan kesepakatan jadwal yang telah ditetapkan. Hal iniseringkali diartikan sebagai bukti pelaksanaan tugas yang baik dan dalam bahasa laindiartikan guru dapat menjadikan dirinya efisien. Melaksanakan tugas seperti di atas itumemang penting, tetapi tindakan yang dilakukan guru di atas tidak selamanyaberdampak pada pembelajaran yang efektif di kalangan siswa. Tindakan yangdilakukan guru dikatakan tidak efektif manakala apa yang dilakukan guru tidak mengarah pada sesuatu hal yang benar. Kegiatan pembelajaran dikatakan efektif manakala dapat mencapai tujuan yang dicanangkan seperti dalam perencanaan secarabaik. Dalam tugas ini guru seharusnya mampu menyusun tugas sedemikian rupa secarakreatif sehingga tujuan atau sasaran pembelajaran dicapai dalam waktu yang lebihcepatPembelajaran efektif tentu berbeda dengan pembelajaran efisien, meskipun kedua-duanya merujuk pada upaya peningkatan kualitas pendidikan. Pembelajaran efisienpada umumnya mengacu pada pelaksanaan prosedur baku yang dapat meningkatkankualitas. Prosedur baku yang dimaksudkan di sini adalah langkah-langkah kerjasistemik dengan tahapan yang urut dan teratur secara sistematis. Penerapan prosedurini secara rasional dan empiris dapat meningkatkan kualitas siswa, namun proporsisiswa yang mencapai skor optimal tidak banyak berubah, demikian pula posisi skorsiswa.. Dalam distribusi skornya tampak kecenderungan, bila semula skor berdistribusi
 
normal, di akhir pembelajaran juga masih berdistribusi normal meskipun terjadipeningkatan rerata skor siswa.
B. MODEL PEMBELAJARAN
 Model pembelajarandidefinisikan sebagai suatu pola pembelajaran yang dapatmenerangkan proses, menyebutkan dan menghasilkan lingkungan belajar tertentusehingga siswa dapat berinteraksi yang selanjutnya berakibat terjadinya perubahantigkah laku siswa secara khusus. Melalui pemahaman berbagai model pembelajaranyang banyak dikembangkan di kelas, seorang guru dapat mengembangkan strategipembelajaran lewat pemikiran di belakang meja sebelum yang bersangkutanmenghadapi siswa. Model pembelajaran dapat membantu guru dalam penguasaankemampuan dan keterampilan yang berkaitan dengan upaya mengubah tingkah lakusiswa sejalan dengan rencana yang telah ditetapkan. Hal ini berarti modelpembelajaran diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,baik di kelas maupun di luar kelas. Umumnya model pembelajaran yangdikembangkan memiliki berbagai jenis sumber dan pengembangnya, yang secaraumum akan membedakan pendekatan yang digunakannya yang sasaran akhirnyaadalah perubahan tingkah laku siswa. Oleh karena itu kegunaan model pembelajaranbagi guru antara lain membimbing, membantu dalam pengembangankurikulum,penetapan material pembelajaran, dan peningkatan efektivitas pembelajaran.Membimbing yang dimaksudkan disini adalah menolong guru dalam menentukan apayang seharusnya dilakukan guru dalam rangka pencapaian tujuan. Membantu dalampengembangan kurikulum berkaitan dengan pemahaman tentang usia siswa, sehinggaperhatian guru di samping pada materi yang akan dikembangkan dalam pembelajaran juga kondisi psikologis yang sejalan dengan usia siswa. Selanjutnya penetapan material
 
pembelajaran berkaitan dengan macam dan jenis material yang dipilih dan digunakanguru dalam rangka mengubah tingkah laku siswa. Melalui pemilihan materialpembelajartan ini kepribadian siswa diharapkan dapat terbentuk lewat kebiasaan carabelajar yang dilakukan. Akhirnya dari semua hal di atas, efektivitas pembelajarandapat dicapai lewat pembelajaran yang dilakukan guru. Efektivitas merujuk padaaktivitas guru yang tidak semata-mata bertindak secara prosedural, tetapi jugamampu dan menggerakkan partisipasi siswadalam pembelajaran.Model pembelajaran seharusnya dapat di ukur lewat perencanaan dan penampilansiswa melalui pembelajaran yang dikembangkan. Sejalan dengan itu dikenal 4 modelpembelajaran yakni :(a). interaksi sosial(b). modifikasi tingkah laku(c). sumber pribadi dan(d). pemrosesan informasi.Masing-masing model pembelajaran ini memiliki asumsi-asumsinya masing-masing.Interaksi sosial, model pembelajaran ini lebih menekankan pentingnya hubungansosial antara siswa dalam masyarakat. Dalam hal ini model ini diharapkan dapatmengembangkan dan meningkatkan proses demokratisasi dalam masyarakat. Asumsiyang dipergunakan oleh model ini adalah bahwa hubungan sosial adalah saranapembelajaran yang tepat.Modifikasi tingkah laku, fokus pembelajarannya seringkali merupakan bagian dari‘operant conditioning models’ yang dikembangkan oleh BF Skinner. Pada model iniyang diutamakan dalam pembelajaran adalah kegiatan yang ditujukan padaperubahan tingkah laku pengutamaan penguatan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->