Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Kinerja Kota Blitar

Analisis Kinerja Kota Blitar

Ratings: (0)|Views: 218|Likes:
Published by Mochamad Dedy Akbar
Analisis Kinerja Keuangan Kota Blitar
Analisis Kinerja Keuangan Kota Blitar

More info:

Published by: Mochamad Dedy Akbar on Jun 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

 
A.
 
Judul :
Analisis Kinerja Pengelolaan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Blitar 
”.
 
B.
 
Latar Belakang
Pemerintah merupakan organisasi non profit yang bertujuan meningkatan pelayanan kepada masyarakat umum yang dapat berupa peningkatan keamanan, peningkatan mutu pendidikan atau peningkatan mutu kesehatan dan lain-lain. Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pemerintah pusat memberlakukanUndang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara PemerintahPusat dan Pemerintahan Daerah, maka penyelenggaraan pemerintahan daerah dilakukandengan memberikan kewenangan yang seluas-luasnya, disertai dengan pemberian hak dan kewajiban menyelenggarakan otonomi daerah dalam kesatuan sistem penyelenggaraan pemerintahan negara.Otonomi daerah memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengurus danmengatur semua urusan pemerintahan di luar yang menjadi urusan Pemerintah Pusat.Daerah memiliki kewenangan membuat kebijakan daerah dalam rangka memberi pelayanan, peningkatan peran serta, prakarsa dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurut Undang-Undang No.32 tahun 2004 pasal 1 ayat 5. Otonomi Daerah adalah hak, wewenang dan kewajibandaerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah dankepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Berkaitan dengan hal tersebut peranan pemerintah daerah sangat menentukan berhasiltidaknya menciptakan kemandirian yang selalu didambakan pemerintah daerah.Dalam pelaksanaan otonomi daerah tersebut mengakibatkan semakin kuatnyatuntutan masyarakat terhadap penyelengaraan pemerintah yang baik (good governance).Ulum (2008:40) mengungkapkan terdapat tiga prinsip dalam setiap penyelenggaraan
 good governance
. Ketiga prinsip dasar tersebut adalah1.
 
Transparansi mengandung arti keterbukaan. Transparansi pemerintah dalammenjalankan manajemen pemerintahan, manajemen ekonomi, sosial dan politik.
 
2.
 
Partisipasi dapat dikategorikan dengan kalimat turut ambil bagian.Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang bersifat demokratis, pengakuan hak asasi manusia, kebebasan dalam mengemukakan pendapat,kebebasan pers dan mengakomodasi atau menampung aspirasi rakyat.3.
 
Akuntabilitas adalah pertanggungjawaban. Mempertanggungjawabkankeberhasilan atau kegagalan kepada yang mendelegasikan kewenangan danmereka puas terhadap kinerja pelaksanaan kegiatannya.Berkaitan dengan kinerja, tidak jarang keberhasilan pemerintah daerah dalammengelola daerahnya sering dilihat dari segi pengelolaan keuangannya. KemampuanPemerintah Daerah dalam mengelola keuangan tercermin dalam Anggaran PendapatanBelanja Daerah (APBD) yang menggambarkan kemampuan pemerintah daerah dalammembiayai kegiatan pelaksanaan tugas pembangunan, serta pemerataan dan keadilandengan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah.Untuk melihat kemampuan Pemerintah Daerah dalam mengelola keuangan maka perludilakukan sebuah analisis terhadap kinerja keuangan daerah, hal ini merupakaninformasi yang penting terutama untuk membuat kebijakan dalam pengelolaankeuangan daerah dan menilai keberhasilan Pemerintah daerah dalam mengelolakeuangannya.Dalam Penelitian yang dilakukan oleh Agustin (2007)
dengan judul “Pengukuran
Kinerja Keuangan Daerah (Studi pada Pemerintah Daerah
Kabupaten Blitar)” tahun
2004
 – 
2006 yang bertujuan mendeskripsikan kinerja keuangan Pemda KabupatenBlitar. Dilihat dari rasio kemandirian, kinerja pemda kurang baik karena terjadi penurunan. Dari rasio aktivitas, rasio belanja rutin turun dan rasio belanja pembangunan naik artinya prioritas alokasi dananya sudah terfokus pada belanja pembangunan dan itu baik. Ditinjau dari DSCR pemda ini memiliki kemampuanutuk melakukan pinjaman. Dari rasio pertumbuhan, pemda mampu mempertahankandan meningkatkan keberhasilan yang telah dicapai dari periode ke periode berikutnya.Dari rasio efektivitas baik dan efisiensi menunjukkan kurang baik, dan ditinjau darirasio kemandiriannnya artinya kinerjanya kurang baik 
”.
 Pemerintah daerah Kota Blitar merupakan daerah yang diberi hak otonomi untuk mencari sumber penerimaan yang digunakan dalam membiayai pembangunan. Seiringdengan berjalannya otonomi daerah diharapkan pemerintah Kota Blitar mampu untuk mengelola dan mengoptimalkan sumber daya yang ada di daerahnya. Otonomi daerah
 
menjadi harapan baru bagi pemerintah untuk membangun daerah secara lebih optimal,tidak lagi terkonsentrasi di pusat. Untuk melihat apakah Kota Blitar sudah mampumengelola keuangan perlu dilakukan sebuah analisis terhadap kinerja keuangannya.Karena dengan analisis keuangan dapat memberikan sumber informasi keuangan yangsangat bermanfaat untuk mengetahui semakin efisien atau tidaknya pemerintah daerahdalam mengelola keuangan daerah.Berdasarkan uraian sebelumnya, penulis tertarik utuk melakukan penelitian dalamdengan judul
Analisis Kinerja Pengelolaan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Blitar Bebasis Anggaran
”.
 
C.
 
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka masalah yang
dihadapi adalah “Bagaimana
kinerja pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah KotaBlitar ditinjau dari rasio keuangan
?”.
 
D.
 
Tujuan Penelitian
Untuk mendeskripsikan bagaimana kinerja pengelolaan keuangan PemerintahDaerah Kota Blitar ditinjau dari rasio keuangannya.
E.
 
Manfaat Penelitian
 
Bagi Pemerintah DaerahHasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan dalammembuat kebijakan yang berkaitan dengan pendapatan asli daerah, serta dapatmenjadi bahan masukan bagi perencanaan pembangunan dan pengambilankeputusan pembangunan dalam rangka meningkatkan pelaksanaan otonomi daerah.
 
Bagi Peneliti SelanjutnyaDiharapkan dapat memberikan bahan acuan dan tambahan pengetahuan untuk  penelitian selanjutnya pada bidang yang sama.
F.
 
Batasan Masalah
Dalam penelitian ini, penulis hanya menganalisis berdasarkan aspek finansial sajadengan mengacu pada rasio keuangan dengan menggunakan data APBD. Permasalahan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->