Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Untitled

Untitled

Ratings: (0)|Views: 9 |Likes:
Published by Alim Sumarno

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jun 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

 
Drs. Soeparno, M.T.
 Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri SurabayaJl. Ketintang, Kampus Ketintang, Surabaya 60231Tlp : 081330430111E-mail: soeparnotopuro@yahoo.com
EVALUASI KEBUTUHAN ARMADA ANGKUTAN UMUM(STUDI AWAL PERUBAHAN ARMADA ANGKOT JENISMIKROLET MENJADI BUS SEDANG) DI SURABAYA
 
ABSTRAK 
Tulisan ini membahas analisis dan evaluasi kebutuhan angkutan umum kendaraan danminibus dengan:
load factor 
; waktu sirkulasi; waktu henti; waktu antara kendaraan; jumlah
kendaraan per waktu sirkulasi; kebutuhan jumlah armada pada perioode sibuk (k’); dengan
mengacu Pedoman Teknis penyelenggaraan Angkutan penumpang Umum di wilayahPerkotan dalam Trayek tetap dan teratur tahun 2002. Tulisan bertujuan untuk mendukungDinas Perhubungan kota Surabaya yang merencanakan perubahan kendaraan angkutan kotayang semula berkapasitas 12 penumpang menjadi 18 penumpang (minibus).Data diperoleh dengan pengamatan langsung di lapangan. Pencatatan jumlah penumpang,lama perjalanan, waktu antara kendaraan pertama dengan berikutnya, dan kapasitas angkut penumpang. Populasi penelitian adalah moda angkutan kota di Surabaya, yang terdiri atas 270 bus dari 20 trayek, 5016 angkutan kota dari 58 trayek, dan angkutan masal komuter. Untuk mengatasi hal tersebutHasil studi menyatakan bahwa panjang trayek angkutan kota lyne X sudah ideal dengan panjang trayek maksimum 21 km, waktu tempuh antara 60 menit sampai 90 menit;
headway
 di terminal Joyoboyo saat datang 4 menit.
 Headway
di sub terminal Tambak Sawah termasuk ideal, waktu datang dan berangkat 5 menit dan 6 menit setiap peak maupun off peaknya.Sedangkan frekuensi lyn X di terminal Joyoboyo cukup baik sesuai Surat Keputusan Dirjen No. 687/2002. Kendaraan lyn X yang dibutuhkan berjumlah 49 unit kendaraan, dan jumlahkendaraan sekarang 72 unit.
 Kata Kunci:
Trayek, lalu lintas,
 jumlah armada, peak hour, off peak, load factor 
ABSTRACK 
This paper discusses about the analysis and evaluation of public transport inSurabaya. The factors were: load, circulation time; time between public vehicles, period of  public vehicles; number of public vehicle at peak time, according to Technical Guidelines for  Public Transport passenger on the urban areas and regularly Route 2002. This paper  supported Department of Transportation of Surabaya to change the capacity of urbantransport vehicles of 12 passengers to be 18 passengers (minibus).The data were number of passengers, travel time, time between first vehicle to the next,and the passenger capacity. The population was a number of mode transportation in the city
 
of Surabaya, which consists of 270 buses on route of 20, 5016 public vehicles of 58destinatons.The result showed that the urban transportation of lyne X was ideal, and maximumdistance of 21 km, travel time between 60 minutes to 90 minutes; headway in the terminal when it comes to terminal of Joyoboyo was 4 minutes. The headway in sub terminal Tambak Sawah was ideal. arrival time and departure was 5 minutes and 6 minutes at peak and off  peak. While the frequency of public vehicle of X in the terminal of Joyoboyo was good as thedecree of Directorate General of Transportation Ministry No. DG. 687/2002.
Keywords: route, traffic, fleet size, peak hour, off-peak, load factor 
Pendahuluan
Tingginya pertumbuhan ekonomisuatu kota akan memberikan dampak yang besar pada perkembangan kotatersebut, terutama dampak sistem pada jaringan transportasi. Secara tidak langsung transportasi mencerminkankondisi sosial suatu masyarakat kotatersebut. Apa lagi dengan kondisi KotaSurabaya sebagai kota Metropolitanterbesar kedua di Indonesia yangmemiliki banyak sekali aktifitas pergerakan yang dapat menimbulkan bangkitan tarikan perjalanan.Jumlah pertumbuhan penduduk diKota Surabaya pada tahun 2012mencapai 3 juta jiwa (Wikepedia, 2010),sedangkan untuk jumlah angkutan umumyang berada di kota Surabaya pada tahun2010 mencapai 8437 unit (Surabaya PostOnline, 2010). Dengan kondisi angkutanumum yang sekarang ini dapat di bilangkurang dapat memberikan pelayanan baik sesuai dengan tujuan dan fungsiangkutan umum. Sehingga sangatmustahil apabila penduduk di kotaSurabaya dalam aktifitas sehari
 – 
harinyamau menggunakan angkutan umumSehingga masyarakat Kota Surabayadalam menjalankan aktifitasnya memilihmenggunakan kendaraan pribadi yangdirasa lebih nyaman, aman, murah dandapat digunakan sesuka hati pemiliknya.Untuk mengatasi masalah tersebutDinas Perhubungan Kota Surabaya telahmerencanakan mengenai perubahan jumlah kapasitas kendaraan angkot/bemoyang semula dapat menampung 12 penumpang, maka rencana kedepannyaakan dapat menampung 18 orang yang berupa kendaraan bermotor sejeni mobilminibus (Jawapos, 2012). Jadi padakebijakan tersebut diperlukannya studikebutuhan armada yang tepat berdasarkan
 supply
dan
demand 
yangada. Kemudian studi ini memiliki tujuanuntuk mengevaluasi kebutuhan armada berdasarkan kapasitas kendaraaneksisting dengan kapasitas rencanamenurut pihak regulator.
1.
 
Tinjauan Pustaka
 
1.1
 
Peranan angkutan umum
Dalam perencanaan wilayah ataupun perencanaan kota, masalah transportasi
 
di perkotaan tidak dapat diabaikan,karena memiliki peranana penting yaitu :
 a.
 
Melayani mobilitas mayarakat.
Peranan utama angkutan umum adalahmelayani kepentingan mobilitasmasyarakat dalam melakukankegiatannya, baik kegiatan sehari
 – 
hariyang berjarak pendek atau menengah.
b.
 
Pengendalian lalu lintas
Dalam rangka pengendalian lalu lintas, peranan layanan angkutan umum yangmemiliki lintasan tetap dan mampumenampung banyak orang. Maka efisiensi penggunaan jalan menjadai lebih tinggikarena pada saat yang sama luasan jalanyang sama dimanfaatkan oleh lebih banyak orang.
c.
 
Penghematan energi
Pengelolaan angkutan umum ini pun berkaitan dengan penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM)dapat menghemat pengeluaran konsumsi bahan bakar minyak.
d.
 
Pengembangan wilayah
Berkaitan dengan pengembanganwilayah, angkutan umum juga berperandalam menunjang interaksi sosial budayamasyarakat. Agar terciptanya pemerataan pembangunan antar daerah.
1.2
 
Jenis pelayanan angkutan umum
Berdasarkan keputusan Pemerintahnomer 41 tahun 1993, bahwa dalam pengangkutan orang dengan mengunakankendaraan angkutan umum dibagimenjadi dua jenis yaitu :
a.
 
Trayek tetap dan teratur
Adalah pelayanan angkutan yangdilakukan dalam jaringan trayek secarateratur dengan jadwal tetap atau tidak terjadwal untuk pelayanan angkutanorang dengan kendaraan angkutan umumdalam trayek dan tertentu yang dilakukan pada jaringan trayek. Jenis angkutanumum seperti trayek AKAP, AKDP dandalam kota.
b.
 
Tidak dalam trayek 
Adalah jenis pelayanan angkutan umumdalam proses pengakutan orang denganangkutan umum yang tidak memilikitrayek tetap dan teratur. Sedangkan jenisangkutan ini seperti taksi, travel dankeperluan wisata.Dalam penentuan klasifikasi trayek angkutan umum beserta kapasitas penumpang dapat diketahui (DepartemenPerhubungan RI, 2002) :
c.
 
Trayek utama
Memiliki jenis pelayanan cepat danlambat dengan menggunakan jenisangkutan bus besar lantai ganda(kapasitas penumpang perhari per kendaraan 1500
 – 
1800), bus besar lantaitunggal (kapasitas penumpang perhari per kendaraan 1000
 – 
1200), bus sedang(kapasitas penumpang perhari per kendaraan 500
 – 
600). Sedangkan untuk  jenis angkutan umum berdasarkandengan ukuran kota raya menggunakankereta api dan bus besar, ukuran kota besar menggunakan bus besar, ukurankota sedang menggunakan bus besar atau bus sedang dan ukuran kota kecilmenggunakan bus sedang.
d.
 
Trayek cabang
Memiliki jenis pelayanan cepat danlambat yang menggunakan jenisangkutan bus besar (kapasitas penumpang perhari per kendaraan 1000
 – 
 1200), bus sedang (kapasitas penumpang perhari per kendaraan 500
 – 
600), dan buskecil (kapasitas penumpang perhari per kendaraan 300
 – 
400). Sedangkan untuk 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->