Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
2Activity
×
P. 1
Mekanika Fluida

Mekanika Fluida

Ratings: (0)|Views: 527|Likes:
Published by rizal tri susilo
Fluida adalah setiap substansi yang bisa mengalir, dengan bebas berubah bentuk dan begerak dibawah pengaruh gaya dorong. Gerakan fluida bisa dianalisa hingga level mikroskopik, memperlakukan setiap molekul fluida sebagai suatu benda proyektil. Pendekatan ini bisa sangat membosankan untuk tingkat praktikal, tetapi masih bermanfaat sebagai model sedehana gerakan fluida.
Beberapa sifat fluida dapat diperkirakan dengan tepat dengan model ini, terutama perkiraan yang berhubungan dengan enerji potensial dan kinetis. Namun, kemampuan molekul-molekul fluida untuk bergerak dengan bebas memberinya sifat tersendiri yang tidak dimiliki benda padat. Salah satu sifat ini adalah kemampuan untuk dengan mudah memindahkan tekanan yang didefenisikan sebagai gaya persatuan luas.
1.1 Hukum Kekekalan
Hukum kekekalan masa menyatakan bahwa masa tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Hukum kekekalan enerji menyatakan bahwa enerji tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Namun, kedua masa dan enerji bisa berubah bentuk, dan bahkan berubah menjadi salah satunya sebagai fenomena nuklir. Perubahan masa menjadi enerji, atau enerji menjadi masa, secara kuantitatif dijelaskan dengan persamaan Albert Einstein yang terkenal:
E = mc2
dimana: E = Energy (joules)
m = Mass (kilograms)
c = kecepatan cahaya (kira-kira 3 × 108 meters per second)
Hukum kekekalan enerji banyak ditemukan dalam kehidupan dan bidang ilmu pengetahuan, tetapi dalam realita kontrol proses ditemui prinsip keseimbangan masa dan keseimbangan enerji yang merupakan pernyataan langsung hukum-hukum ini. Keseimbangan masa mengacu pada kenyataan bahwa jumlah total masa yang memasuki suatu proses harus sama dengan jumlah total masa yang keluar dari proses, asalkan prose dalam keadaan mantap (steady state). Sebagai sederhana, adalah laju aliran yang memasuki pipa harus sama dengan laju aliran fluida yang keluar dari pipa, asalkan pipa tidak mengumpulkan ataupun mengeluarkan masa dari volume dalamnya. Keseimbangan enerji adalah konsep yang serupa, yang menyatakan bahwa jumlah total enerji yang memasuki suatu proses haruslah sama dengan jumlah total enerji yang keluar dari proses, asalkan kondisinya mantap (tidak ada enerji yang disimpan maupun dilepas dari proses).
Fluida adalah setiap substansi yang bisa mengalir, dengan bebas berubah bentuk dan begerak dibawah pengaruh gaya dorong. Gerakan fluida bisa dianalisa hingga level mikroskopik, memperlakukan setiap molekul fluida sebagai suatu benda proyektil. Pendekatan ini bisa sangat membosankan untuk tingkat praktikal, tetapi masih bermanfaat sebagai model sedehana gerakan fluida.
Beberapa sifat fluida dapat diperkirakan dengan tepat dengan model ini, terutama perkiraan yang berhubungan dengan enerji potensial dan kinetis. Namun, kemampuan molekul-molekul fluida untuk bergerak dengan bebas memberinya sifat tersendiri yang tidak dimiliki benda padat. Salah satu sifat ini adalah kemampuan untuk dengan mudah memindahkan tekanan yang didefenisikan sebagai gaya persatuan luas.
1.1 Hukum Kekekalan
Hukum kekekalan masa menyatakan bahwa masa tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Hukum kekekalan enerji menyatakan bahwa enerji tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Namun, kedua masa dan enerji bisa berubah bentuk, dan bahkan berubah menjadi salah satunya sebagai fenomena nuklir. Perubahan masa menjadi enerji, atau enerji menjadi masa, secara kuantitatif dijelaskan dengan persamaan Albert Einstein yang terkenal:
E = mc2
dimana: E = Energy (joules)
m = Mass (kilograms)
c = kecepatan cahaya (kira-kira 3 × 108 meters per second)
Hukum kekekalan enerji banyak ditemukan dalam kehidupan dan bidang ilmu pengetahuan, tetapi dalam realita kontrol proses ditemui prinsip keseimbangan masa dan keseimbangan enerji yang merupakan pernyataan langsung hukum-hukum ini. Keseimbangan masa mengacu pada kenyataan bahwa jumlah total masa yang memasuki suatu proses harus sama dengan jumlah total masa yang keluar dari proses, asalkan prose dalam keadaan mantap (steady state). Sebagai sederhana, adalah laju aliran yang memasuki pipa harus sama dengan laju aliran fluida yang keluar dari pipa, asalkan pipa tidak mengumpulkan ataupun mengeluarkan masa dari volume dalamnya. Keseimbangan enerji adalah konsep yang serupa, yang menyatakan bahwa jumlah total enerji yang memasuki suatu proses haruslah sama dengan jumlah total enerji yang keluar dari proses, asalkan kondisinya mantap (tidak ada enerji yang disimpan maupun dilepas dari proses).

More info:

categoriesTypes, Reviews
Published by: rizal tri susilo on Jun 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/21/2013

pdf

text

original

 
1. MEKANIKA FLUIDA
Fluida adalah setiap substansi yang bisa mengalir, dengan bebas berubah bentukdan begerak dibawah pengaruh gaya dorong. Gerakan fluida bisa dianalisa hinggalevel mikroskopik, memperlakukan setiap molekul fluida sebagai suatu bendaproyektil. Pendekatan ini bisa sangat membosankan untuk tingkat praktikal, tetapimasih bermanfaat sebagai model sedehana gerakan fluida.Beberapa sifat fluida dapat diperkirakan dengan tepat dengan model ini, terutamaperkiraan yang berhubungan dengan enerji potensial dan kinetis. Namun,kemampuan molekul-molekul fluida untuk bergerak dengan bebas memberinyasifat tersendiri yang tidak dimiliki benda padat. Salah satu sifat ini adalahkemampuan untuk dengan mudah memindahkan tekanan yang didefenisikansebagai gaya persatuan luas.
1.1 Hukum Kekekalan
Hukum kekekalan masa menyatakan bahwa masa tidak dapat diciptakan maupundimusnahkan. Hukum kekekalan enerji menyatakan bahwa enerji tidak dapatdiciptakan maupun dimusnahkan. Namun, kedua masa dan enerji bisa berubahbentuk, dan bahkan berubah menjadi salah satunya sebagai fenomena nuklir.Perubahan masa menjadi enerji, atau enerji menjadi masa, secara kuantitatif dijelaskan dengan persamaan Albert Einstein yang terkenal:E = mc
2
dimana: E = Energy (joules)m = Mass (kilograms)c = kecepatan cahaya (kira-kira 3 × 10
8
meters per second)Hukum kekekalan enerji banyak ditemukan dalam kehidupan dan bidang ilmupengetahuan, tetapi dalam realita kontrol proses ditemui prinsip keseimbanganmasa dan keseimbangan enerji yang merupakan pernyataan langsung hukum-hukum ini. Keseimbangan masa mengacu pada kenyataan bahwa jumlah total masayang memasuki suatu proses harus sama dengan jumlah total masa yang keluardari proses, asalkan prose dalam keadaan mantap (steady state). Sebagaisederhana, adalah laju aliran yang memasuki pipa harus sama dengan laju aliranfluida yang keluar dari pipa, asalkan pipa tidak mengumpulkan ataupunmengeluarkan masa dari volume dalamnya. Keseimbangan enerji adalah konsepyang serupa, yang menyatakan bahwa jumlah total enerji yang memasuki suatu1
 
proses haruslah sama dengan jumlah total enerji yang keluar dari proses, asalkankondisinya mantap (tidak ada enerji yang disimpan maupun dilepas dari proses).
1.2 Mekanika klasik 
Mekanika klasik (disebut juga sebagai mekanika Newtonian) berhubungan dengangaya dan gerak objek dalam keadaan umum. Penerapan instrumentasi kebanyakanberhubungan kenyataan fisik ini. Dua bidang fisik lainnya relativistic and quantumtidak dibicarakan dalam bahasan ini karena domainnya diluar pengalaman tipikalinstrumentasi industri.
1.2.1 Hukum Newton tentang gerak 
Hukum ini menyatakan, bahwa:a.Suatu benda yang diam akan tetap diam; suatu benda yang bergerak akan tetapbergerak.b.Percepatan suatu benda berbanding langsung dengan gaya yang bekerjapadanya dan berbanding terbalik dengan masa benda tersebut.c.Gaya antara dua benda selalu sama besar namun berlawanan arah.Hukum Newton pertama dapat dianggap sebagai hukum kelembaman (law of inertia) karena menjelaskan sifat kelembaman yang ditunjukkan setiap benda yangmemiliki masa, yaitu perlawanan terhadap perubahan kecepatan. Hukum Newtonkedua adalah padankata lisan tentang rumusan gaya/masa/percepatan
 
F = ma.Hukum Newton ketiga menjelaskan bagaimana gaya selalu ada berpasangan antaradua benda. Misalnya baling-baling helicopter yang sedang berputar, mendesakkangaya ke bawah terhadap udara (mempercepat/menekan udara ke bawah),sedangkan udara mendesakkan gaya ke atas terhadap helicopter (untuk terbangmenggantung). Kedua gaya ini sama besarnya tetapi arahnya berlawanan.Demikianlah yang selalu terjadi ketika gaya ada di antara dua benda.2
 
1.2.2 Kerja dan Enerji
Kerja adalah pengeluaran enerji yang dihasilkan dari didesakkannya suatu gayayang sejajar dengan perpindahan gerak:
W = F.x
dimana: W = kerja, dalam joules (metric) atau foot-pounds (English)F = gaya yang melakukan kerja, dalam newtons (metric) atau pounds(English)x= perpindahan/jarak yang dilakukan kerja, dalam meters (metric) ataufeet (English)
Enerji potensial (Potential energy)
adalah enerji yang ada dalam keadaantersimpan, memiliki potensi untuk melakukan kerja. Jika kita melakukan kerjamengangkat benda secara vertikal melawaan gaya berat tarik bumi, kitamenyimpan enerji potensial yang kemudian nanti bisa dilepas denganmengembalikan benda tersebut ke ketinggian semula. Persamaan untuk enerjipotensial adalah suatu bentuk persamaan kerja tersendiri (W = Fx)
,
dimana kerjadinyatakan sebagai enerji potensial (W = Ep), gaya dinyatakan sebagai beratkarena gravitasi yang bekerja pada benda (F = mg), dan perpindahan dinyatakanketinggian (x = h):W = FxEp = mghdimana:E
p
= enerji potensial energy dalam joules (metric) atau foot-pounds(British)m = masa benda dalam kilograms (metric) atau slugs (British)g = percepatan grvitasi dalam meters per detik kuadrat (metric) atau feetper detik kuadrat (British)3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->