Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
600Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TEORI KEMISKINAN

TEORI KEMISKINAN

Ratings:

4.3

(10)
|Views: 113,344|Likes:
Published by Fadly
Maaf ya kalau makalahnya masih jauh dari harapan, hanya sampai disini kemampuan saya. semoga bisa membantu teman-teman.
sukses selalu...
Maaf ya kalau makalahnya masih jauh dari harapan, hanya sampai disini kemampuan saya. semoga bisa membantu teman-teman.
sukses selalu...

More info:

Published by: Fadly on Apr 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/03/2014

pdf

text

original

 
BAB ITEORI KEMISKINAN
PENGERTIAN KEMISKINANBerbagai Pengertian
Masalah kemiskinan memang telah lama ada sejak dahulu kala. Pada masa laluumumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan, tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dari ukuran kehidupan modern pada masakinimereka tidak menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan-kemudahan lainnya yang tersedia pada jaman modern.Kemiskinan sebagai suatu penyakit sosial ekonomi tidak hanya dialami olehnegara-negara yang sedang berkembang, tetapi juga negara-negara maju, seperti Inggris danAmerika Serikat. Negara Inggris mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an padaera kebangkitan revolusi industri yang muncul di Eropah. Pada masa itu kaum miskin diInggris berasal dari tenaga-tenaga kerja pabrik yang sebelumnya sebagai petani yangmendapatkan upah rendah, sehingga kemampuan daya belinya juga rendah. Mereka umumnyatinggal di permukiman kumuh yang rawan terhadap penyakit sosial lainnya, seperti prostitusi,kriminalitas, pengangguran.Amerika Serikat sebagai negara maju juga dihadapi masalah kemiskinan, terutama pada masa depresi dan resesi ekonomi tahun 1930-an. Pada tahun 1960-an Amerika Serikattercatat sebagai negara adi daya dan terkaya di dunia. Sebagian besar penduduknya hidupdalam kecukupan. Bahkan Amerika Serikat telah banyak memberi bantuan kepada negara-negara lain. Namun, di balik keadaan itu tercatat sebanyak 32 juta orang atau seperenam dari jumlah penduduknya tergolong miskin.Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya mempunyai 49,5 juta jiwa penduduk yang tergolong miskin (Survai Sosial Ekonomi Nasional / Susenas 1998).Jumlah penduduk miskin tersebut terdiri dari 17,6 juta jiwa di perkotaan dan 31,9 juta jiwa di1
 
 perdesaan. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat banyaknya dibanding angka tahun 1996(sebelum krisis ekonomi) yang hanya mencatat jumlah penduduk miskin sebanyak 7,2 juta jiwa di Perkotaan dan 15,3 juta jiwa perdesaan. Akibat krisis jumlah penduduk miskindiperkirakan makin bertambah.Ada dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yakni kemiskinanalamiah dan karena buatan. Kemiskinan alamiah terjadi antara lain akibat sumber daya alamyang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah dan bencana alam. Kemiskinan "buatan"terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian anggotamasyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia,hingga mereka tetap miskin. Maka itulah sebabnya para pakar ekonomi sering mengkritik kebijakan pembangunan yang melulu terfokus pada pertumbuhan ketimbang pemerataan.Berbagai persoalan kemiskinan penduduk memang menarik untuk disimak dari berbagai aspek, sosial, ekonomi, psikologi dan politik. Aspek sosial terutama akibatterbatasnya interaksi sosial dan penguasaan informasi. Aspek ekonomi akan tampak padaterbatasnya pemilikan alat produksi, upah kecil, daya tawar rendah, tabungan nihil, lemahmengantisipasi peluang. Dari aspek psikologi terutama akibat rasa rendah diri, fatalisme,malas, dan rasa terisolir. Sedangkan, dari aspek politik berkaitan dengan kecilnya aksesterhadap berbagai fasilitas dan kesempatan, diskriminatif, posisi lemah dalam proses pengambil keputusan.Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan absolut,kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. Seseorang termasuk golongan miskin absolutapabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untak memenuhikebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan. Seseorang yangtergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih beradadi bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Sedang miskin kultural berkaitan erat dengansikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat2
 
kehidupannya sekalipun ada usaha dari fihak lain yang membantunya.Lebih lanjut, garis kemiskinan merupakan ukuran rata-rata kemampuanmasyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum. Melalui pendekatan sosialmasih sulit mengukur garis kemiskinan masyarakat, tetapi dari indikator ekonomi secarateoritis dapat dihitung dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran. Sementara ini yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS) untuk menarik garis kemiskinan adalah pendekatan pengeluaran.Menurut data BPS hasil Susenas pada akhir tahun 1998, garis kemiskinan penduduk perkotaan ditetapkan sebesar Rp. 96.959 per kapita per bulan dan penduduk miskin perdesaan sebesar Rp. 72.780 per kapita per bulan. Dengan perhitungan uang tersebut dapatdibelanjakan untuk memenuhi konsumsi setara dengan 2.100 kalori per kapita per hari,ditambah dengan pemenuhan kebutuhan pokok minimum lainnya, seperti sandang, kesehatan, pendidikan, transportasi. Angka garis kemiskinan ini jauh sangat tinggi bila dibanding denganangka tahun 1996 sebelum krisis ekonomi yang hanya sekitar Rp. 38.246 per kapita per bulanuntuk penduduk perkotaan dan Rp. 27.413 bagi penduduk perdesaan.Banyak pendapat di kalangan pakar ekonomi mengenai definisi dan klasifikasikemiskinan ini. Dalam bukunya The Affluent Society, John Kenneth Galbraith melihatkemiskinan di Amerika Serikat terdiri dari tiga macam, yakni kemiskinan umum, kemiskinankepulauan, dan kemiskinan kasus. Pakar ekonomi lainnya melihat secara global, yaknikemiskinan massal/kolektif, kemiskinan musiman (cyclical), dan kemiskinan individu.Kemiskinan kolektif dapat terjadi pada suatu daerah atau negara yang mengalamikekurangan pangan. Kebodohan dan eksploitasi manusia dinilai sebagai penyebab keadaanitu. Kemiskinan musiman atau periodik dapat terjadi manakala daya beli masyarakat menurunatau rendah. Misalnya sebagaimana, sekarang terjadi di Indonesia. Sedangkan, kemiskinanindividu dapat terjadi pada setiap orang, terutama kaum cacat fisik atau mental, anak-anak yatim, kelompok lanjut usia.3

Activity (600)

You've already reviewed this. Edit your review.
Haryani Nasrun liked this
1 hundred thousand reads
Roy N. Aritonang liked this
Zainab Rahmat liked this
Siti Saleha liked this
Albert Lucianto liked this
adambitor1713 liked this
lesungpipit liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->