Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Keragaman Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Keragaman Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Ratings: (0)|Views: 124|Likes:
Published by Tia Yulia

More info:

Published by: Tia Yulia on Jun 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/22/2013

pdf

text

original

 
 Keragaman Jenis Tumbuhan Paku 
  Diah Irawati Dwi Arini & Julianus Kinho 
 
17
KERAGAMAN JENIS TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA)DI CAGAR ALAM GUNUNG AMBANG SULAWESI UTARA
(
The Pteridhopyta Diversity in Gunung Ambang Nature Reserve NorthSulawesi 
)
Diah Irawati Dwi Arini dan Julianus Kinho
Balai Penelitian Kehutanan ManadoJl. Raya Adipura Kelurahan Kima Atas, Kecamatan Mapanget ManadoTelp: (0431) 3666683, email: bpk_mdo@yahoo.com
 ABSTRACT 
Gunung Ambang Natural Reserve Park is one of the conservation areas in NorthSulawesi which no doubt has a very diverse community of flora and fauna. Thediversity of Pteridophyta family or ferns is one of floral potentials that are not beingawared by most people due to the lack of the data and information on speciesdiversity and utilization. These kinds of species were believed to spread widely inIndonesia regions. Ferns are unique and have potential use, such as materials for  feed, medicinal or ornamental plants. The study aimed to obtain reliable data and information about fern diversity and its characteristics at Gunung Ambang Natural Reserve Park as well as their traditional utilization performed mainly by local peopleliving around the conservation area. The research was conducted throughexploration method by collecting many fern species that were found and growninside the area of Gunung Ambang Natural Reserve Park. The species identificationwas conducted in LIPI Herbarium Bogoriensis using descriptive analytical methods.The obtained data were presented in the forms of tabels dan figures. Resultsshowed that there were 41 fern species consisting of 19 families. The types that were mostly found came from Polypodiaceae familiy (8 species). Based on the potential utilization, those which can be used as ornamental plants were
Aspleniumpellucidum. Lam
., and 
Dipteris conjugata
Reinw. Elevenspecies
from Lecanopteriscarnosa
 
(
Reinw.) Blume. and 
Selaginella Plana
 
(
Desv.ex Poir) Hieron
.
were used for medicinal herbs
.
One species
, Gleichenia hispida
Mett.ex Kuhn
.
can be used for handycraft material, while other 5 species from
Pteris mertensioides
Willd 
 
and 
Diplazium accendens
Blume
 
can be used for food material 
.
 
Keywords : Ferns, Pteridhopyta, Gunung Ambang, diversity.
 
 
Info BPK Manado Volume 2 No 1, Juni 2012
18
ABSTRAK
Cagar Alam Gunung Ambang merupakan salah satu kawasan konservasi di SulawesiUtara yang tidak diragukan lagi menyimpan kekayaan flora dan fauna yang sangatberagam. Kelompok tumbuhan paku atau Pteridophyta merupakan salah satupotensi flora yang belum banyak diminati karena kurangnya data dan informasimengenai keragaman jenis dan manfaatnya. Jenis tumbuhan ini memilikipenyebaran yang sangat luas di wilayah Indonesia. Tumbuhan paku memilikikeragaman jenis yang unik dan potensi pemanfaatan yang luar biasa misalnyauntuk bahan pakan, pengobatan dan tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untukmemperoleh data dan informasi tentang keragaman jenis tumbuhan paku dikawasan CA. Gunung Ambang, serta potensi pemanfaatannya terutama olehmasyarakat sekitar kawasan. Penelitian ini dilakukan melalui kegiatan eksplorasidengan mengumpulkan sebanyak mungkin jenis yang dijumpai dan tumbuh didalam kawasan CA. Gunung Ambang. Identifikasi jenis tumbuhan paku dilakukan diHerbarium Bogoriensis LIPI. Hasil identifikasi selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukanbahwa terdapat 41 jenis tumbuhan paku yang terdiri dari 19 famili. Jenis yangpaling banyak dijumpai berasal dari famili Polypodiaceae sebanyak 8 jenis.Berdasarkan potensi pemanfaatannya, yang dapat dimanfaatkan sebagaitumbuhan hias sebanyak 9 jenis diantaranya
 Asplenium pellucidum
Lam., dan
Dipteris conjugata
Reinw. Sebagai tumbuhan obat sebanyak 11 jenis diantaranya
Lecanopteris carnosa
(Reinw.) Blume. dan
Selaginella plana
(Desv.ex Poir) Hieron.,sebagai bahan kerajinan sebanyak 1 jenis yaitu
Gleichenia hispida
Mett.ex Kuhn.dan sebagai bahan pangan sebanyak 5 jenis diantaranya
Pteris mertensioides
Willddan
Diplazium accendens
Blume.
Kata Kunci: tumbuhan paku, pteridophyta, Gunung Ambang, keragaman.
I. PENDAHULUANA. Latar Belakang
Tumbuhan paku (Pteridophyta) merupakan salah satu golongantumbuhan yang hampir dapat dijumpai pada setiap wilayah di Indonesia.Tumbuhan paku dikelompokkan dalam satu divisi yang jenis-jenisnya telah jelas mempunyai kormus dan dapat dibedakan dalam tiga bagian pokokyaitu akar, batang, dan daun. Bagi manusia, tumbuhan paku telah banyakdimanfaatkan antara lain sebagai tanaman hias, sayuran dan bahan obat-obatan. Namun secara tidak langsung, kehadiran tumbuhan paku turut
 
 Keragaman Jenis Tumbuhan Paku 
  Diah Irawati Dwi Arini & Julianus Kinho 
 
19
memberikan manfaat dalam memelihara ekosistem hutan antara laindalam pembentukan tanah, pengamanan tanah terhadap erosi, sertamembantu proses pelapukan serasah hutan. Loveless (1989) dalam Asbar(2004) menjelaskan bahwa tumbuhan paku dapat tumbuh pada habitatyang berbeda. Berdasarkan tempat hidupnya, tumbuhan paku ditemukantersebar luas mulai daerah tropis hingga dekat kutub utara dan selatan.Mulai dari hutan primer, hutan sekunder, alam terbuka, dataran rendahhingga dataran tinggi, lingkungan yang lembab, basah, rindang, kebuntanaman, pinggir jalan paku dapat dijumpai.Tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi dua bagian utama yaituorgan vegetatif yang terdiri dari akar, batang, rimpang, dan daun.Sedangkan organ generatif terdiri atas spora, sporangium, anteridium, danarkegonium. Sporangium tumbuhan paku umumnya berada di bagianbawah daun serta membentuk gugusan berwarna hitam atau coklat.Gugusan sporangium ini dikenal sebagai sorus. Letak sorus terhadap tulangdaun merupakan sifat yang sangat penting dalam klasifikasi tumbuhanpaku. Menurut Tjitrosoepomo (1994) divisi Pteridophyta dapatdikelompokkan ke dalam empat kelas yaitu Psilophytinae, Lycopodiinae,Equisetinae dan Filiciane; dan menurut Steennis (1988), tumbuhan paku-pakuan dapat dibagi ke dalam 11 famili yaitu Salviniceae, Marsileaceae,Equicetaceae, Selagillaceae, Lycopodiaceae, Ophiglossaceae, Schizaeaceae,Gleicheniaceae, Cyatheaceae, Ceratopteridaceae, dan Polypodiaceae.Kawasan Cagar Alam Gunung Ambang sebagai bagian dari zonaWallacea, dan berada di Sulawesi Utara menyimpan pesonakeanekaragaman hayati yang tinggi. Keunikan flora dan fauna serta bentangalam yang khas yang ada di dalam kawasan ini mampu menarik perhatianpara wisatawan dalam negeri maupun asing untuk berkunjung. Kawasanyang ditetapkan pada tahun 1978 ini berada pada tipe ekosistem dataranrendah hingga hutan pegunungan (BKSDA Sulut, 2005). Beragamnya tipeekosistem ini sangat mendukung sebagai habitat satwa maupun florakhususnya berbagai jenis tumbuhan paku-pakuan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->