Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
94587071-TUGAS-MAKALAH-investasi

94587071-TUGAS-MAKALAH-investasi

Ratings: (0)|Views: 2 |Likes:
Published by Emy Yusman Sandjaya

More info:

Published by: Emy Yusman Sandjaya on Jun 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2013

pdf

text

original

 
 
TUGAS MAKALAHInvestasi di Era Otonomi Daerah
WAHYU WIDODO8111409177FAKULTAS HUKUM UNNES2012
 
 
I. Pendahuluan
Perkembangan investasi di Indonesia merupakan salah satu indikator kemajuan pertumbuhanekonomi di Indonesia. Investasi yang dilakukan secara tepat dapat mendukung peningkatankesejahteraan masyarakat Indonesia. Tantangan pelaksanaan investasi di Indonesia, salahsatunya adalah dengan pemberlakuan otonomi daerah di Indonesia. Era otonomi daerah diIndonesia dimulai pada tahun 2001 semenjak berlakunya UU No. 22 Tahun 1999 tentangPemerintah Daerah dan kemudian diperbaharui dengan UU No. 32 Tahun 2004. Sementara itu,sumber pendanaannya diatur dalam UU No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuanganantara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, yang kemudian diperbaharui dengan UU No.33 Tahun 2004. Makna penting pengaturan tersebut adalah bahwa ada sistem pembagiankeuangan yang adil, proporsional, demokratis, transparan, dan efisien dalam rangka penyelenggaraan desentralisasi dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, dan kebutuhandaerah serta besaran pendanaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Dalamkonteks peraturan tentang otonomi daerah yang demikian, maka diatur pula bahwa pemberiansumber keuangan negara kepada Pemerintah Daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasididasarkan atas penyerahan tugas oleh Pemerintah kepada Pemerintah Daerah denganmemperhatikan stabilitas dan keseimbangan fiskal.Otonomi daerah sendiri, sebagai suatu konsep yang dituangkan di dalam Pasal 1, angka (4), UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah diartikan sebagai hak, wewenang, dan kewajibandaerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentinganmasyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Konsep otonomi daerah inidiacu juga dalam hukum investasi, yakni di Pasal 1, angka (11), UU No. 25 Tahun 2007 tentangPenanaman Modal, yakni undang-undang penanaman modal yang memperbaharui UU No. 1Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing dan UU No. 1 Tahun 1967 tentang PenanamanModal Asing sebagaimana telah diubah dengan UU No. 11 Tahun 1970 tentang Perubahan danTambahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing danUndang-Undang Nomor 6 Tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri sebagaimanatelah diubah dengan UU No. 12 Tahun 1970 tentang Perubahan dan Tambahan UU No. 6 Tahun
 
1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri.Pertanyaan yang kemudian dapat diajukan adalah bagaimana dengan investasi yang dilakukan diera otonomi daerah, terutama dalam kaitannya dengan problematika keuangan daerah (APBD).Persoalan ini adalah persoalan yang sangat menentukan dalam perkembangan investasi daerah,terutama bilamana investasi tersebut berkaitan dengan struktur anggaran pemerintah daerah, pengelolaannya, serta pertanggungjawabannya. Penanaman modal di daerah juga berimplikasi pada bagaimana interaksi hukum otonomi daerah dengan hukum investasi itu sendiri diIndonesia.
II. PembahasanA.
 
Menyibak Daya Tarik Investasi Di Daerah Dalam Era Otonomi dan Pasar Bebas
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II tahun 2006 mencapai 2,20% dibanding triwulan I tahun2006 jika dibanding dengan triwulan yang sama tahun 2005 mengalami pertumbuhan5,22% dengan asumsi rata-rata pertumbuhan ekonomi (2003-2007) adalah sebesar 4,9%;rata-rata rasio penerimaan privatisasi terhadap PDB (2003-2007) adalah sebesar 0,5%,rata-rata nominal interest rate (2003-2007) adalah sebesar 8 % dan rata-rata inflasi (2003-2007) adalah sebesar 5 % , maka rasio hutang terhadap PDB akan diprediksikancenderung menurun.Maka Indonesia sangat membutuhkan para penanam modal asing agar mengivestasikanmodalnya di Indonesia. Dalam rangka otonomi daerah maka perlu adanya pemberdayaandaerah dengan adanya investasi langsung baik melalui penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri yang merupakan salah satu faktor pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan percepatan pembangunan untuk bidang-bidang usahatertentu.Berdasarkan pengamatan Kadin Indonesia terhadap hampir 300 kabupaten/ kota diIndnesia peningkatan investasi tersebut hanya sedikit sekali yang masuk ke daerah. Dariinvestasi yang masuk banyak investor yang mengajukan komplain kepada pemda, karena beberapa kebijakan pemda yang tidak kondusif dengan iklim usaha dan investasi.Otonomi daerah pada hakekatnya penyerahan hak, wewenang, dan kewajiban daerah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->