Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Saum Dan Kesehatan

Saum Dan Kesehatan

Ratings: (0)|Views: 182|Likes:
Published by Mely Eka Jayanti

More info:

Published by: Mely Eka Jayanti on Jun 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2013

pdf

text

original

 
TUGAS
BACALAH TIGA TULISAN SINGKAT DI BAWAH, KEMUDIAN IDENTIFIKASI DAN TULISKAN HAL-HAL YANGMENURUT SAUDARA/SAUDARI DIPANDANG PENTING TERKAIT DENGAN IBADAH PUASAKUMPULKAN TANGGAPAN SAUDARA/SAUDARI, MASUKKAN KE MAP DAFTAR HADIR DAN TARUH DIKONTER ABSEN DI BAWAH
 
SAUM DAN KESEHATAN
Oleh Prof. Dr. dr. H.A. Himendra W./Sumber 
:
06
)
DALAM
perspektif kesehatan rohani (jiwa), saum Ramadan mendidik jiwa seorang mukmin untuk meningkatkan kualitasketakwaannya kepada Allah SWT. Ramadan menguatkan jiwanya menjadi seorang yang tegar, pantang menyerahdalam menjalani kehidupan.Saum membersihkan rohani kita dengan menanamkan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar dan jujur,beramal ikhlas, disiplin, menghindari sifat tamak dan rakus, percaya kepada diri sendiri, mendidik sportivitas yang tinggi,dsb. Oleh sebab itu, para ulama menamakan pula Ramadan dengan sebutan Syahrut Tarbiyyah (bulan Allah mendidikmanusia).Hanya saja, sering kali manusia terjebak dan dikuasai hawa nafsu dalam menjalani kehidupannya; terjebak pada nafsuharta, takhta, dan wanita. Manusia yang menjadi hamba hawa nafsu, tidak lagi melihat sesuatu dengan kacamata benardan salah, baik dan buruk, halal dan haram. Dampaknya, manusia model ini mengganggu, merusak, dan merugikanorang lain.Saum Ramadan pada hakikatnya juga adalah memerangi hawa nafsu dalam arti mengendalikannya, bukan membunuhhawa nafsu. Berperang melawan hawa nafsu merupakan perjuangan yang berat, kata Rasulullah saw., jika dilakukantanpa niat yang tulus dan ikhlas hanya untuk menggapai rida Allah semata.Kekalahan manusia dalam mengendalikan hawa nafsunya, maka ia akan menuhankan hawa nafsu itu, akibatnyamanusia menjadi sesat dan menyesatkan orang lain. Inilah inti ayat Alquran yang menegur manusia untuk tidak terjebakpada hawa nafsu (QS 45:23)Saum Ramadan, pada intinya mendidik manusia mengendalikan hawa nafsunya. Saum membuat jiwanya kuat, manusiamemperoleh derajat yang tinggi di sisi-Nya dan inilah yang menjadikannya mampu membuka pintu-pintu langit, sehinggasegala pinta dalam doa yang dimohonkannya pasti dikabulkan Allah SWT. Rasulullah saw., bersabda, "Ada tigagolongan orang yang tidak akan ditolak doa mereka, yaitu doa orang saum sampai ia berbuka, doa seorang pemimpinyang adil, dan doa orang yang dizalimi." (HR Tirmidzi).Dalam konteks ini, Rasulullah saw. menyatakan bahwa perut kita harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan,sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara. Simaklah Alquran Surah Al-A'raaf ayat 31) dan sabda Nabi Muhammadsaw., "Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar dan makan tidak kenyang."Berdasarkan ayat Alquran dan hadis di atas, maka saum Ramadan berpotensi dalam mencegah penyakit akibat daripola makan yang berlebihan. Hikmah saum Ramadan yaitu:1. Mengistirahatkan sejenak organ pencernaan manusia selama sebulan, karena saat tidak saum maka pencernaan didalam tubuh manusia telah bekerja keras.2. Tubuh melakukan detoksifikasi (mengeluarkan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh). Saum Ramadan memberikanbatasan bagi kalori yang masuk ke dalam tubuh manusia, sehingga tubuh dapat menghasilkan enzim-enzim antioksidanyang bermanfaat untuk membersihkan zat-zat beracun dan karsinogen dan kemudian mengeluarkannya dari dalamtubuh manusia. Di samping meningkatkan jumlah sel darah putih yang berfungsi menangkal penyakit dan meningkatkansistem kekebalan tubuh.3. Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh serta memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh,dan meningkatkan fungsi organ tubuh.
Kegiatan ibadah Saum hendaknya disempurnakan dengan menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.Aktivitas itu menjadi sangat penting dalam perspektif kesehatan. Rasulullah menganjurkan ketika berbukadengan memakan dan minum yang manis. Wallahu a'lam bishshawab.
 
SAUM DAN KEBERSIHAN
Oleh K.H. Abdullah Gymnastiar: Sumber Pikiran Rakyat On LineBULAN Ramadan adalah bulan pelatihan, bulan training center yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membuatakhlak dan pribadi kita menjadi lebih bersih dan indah. Ramadan merupakan sebuah kesempatan yang telah Allahberikan bagi kita untuk memperbaiki sikap dan perilaku kita. Pantang bagi kita menyia-nyiakan perpindahan detik demidetik di bulan Ramadan ini tanpa amalan apa pun. Ramadan ini sungguh sangat berharga bagi kita sehingga kita harusmemperhitungkan agar setiap ucapan, pikiran, dan perilaku kita menjadi amal saleh.Mari kita awali bulan Ramadan ini dengan menata kebersihan diri, melatih diri untuk senantiasa hidup bersih lahir batinadalah suatu tuntunan yang harus dijalani. Namun, langkah itu sangat bergantung pada keseriusan dan tekad diri kitasendiri. Pola hidup bersih harus berawal dari diri sendiri. Mulailah berlatih hidup bersih dari hati, lisan, sikap, dantindakan.Berusahalah agar setiap untaian kata yang keluar dari lisan kita penuh makna. Hindari kata-kata kotor, keji, dan tidaksenonoh. Sebab, setiap kali kita bicara kotor, layout wajah bisa mendadak berubah menjadi buruk. Makin bersih hidupkita, kita akan semakin peka. Coba lihat cermin yang bersih! Satu titik noda menempel padanya akan cepat ketahuan.Akan tetapi kalau cermin kotor, penuh noda dan debu, digunakan untuk melihat wajah sendiri saja susah. Makin bersihdiri kita, insya Allah kita akan lebih peka melihat aib dan kekurangan diri sendiri. Bahkan, kita akan lebih peka terhadappeluang amal dan ilmu. Sebaliknya, bagi yang kotor hati, jangankan untuk melihat kekurangan orang lain, melihatkekurangan diri saja tidak mampu.Orang yang hidup kotor, sekalipun sering melanggar larangan Allah, tidak pernah merasa diri banyak dosa. Dia tidakpernah merasa bersalah dan mempunyai kekurangan. Kesalahan dia lihat pada orang lain melulu. Itulah buah dari hidupkotor. Harta kotor, pikiran kotor, dan kelakuan kotor menghasilkan ”cermin” kotor. Hidup seperti ini tentu sangat jauh darikebahagiaan dan kemuliaan.Nabi Muhammad saw., adalah figur pribadi yang bersih tubuh, bersih pikiran, bersih ucapan, dan bersih hati. Tutur katabeliau penuh makna, jauh dari sia-sia. Akan tetapi, sikap dan penampilan beliau juga senantiasa rapi, bersih, danbersahaja. Setiap kali berwudu, Rasulullah selalu bersiwak (menggosok gigi). Sesudah makan, beliau juga bersiwak danmenjelang tidur pun beliau bersiwak.Rasulullah tekun memelihara kebersihan tubuhnya. Tidak ada satu pun keterangan yang menyebutkan bahwa tubuhbeliau kotor dan kusam. Bahkan, keringatnya pun harum. Saking harumnya, menurut salah satu riwayat, sampai-sampaiistri beliau sangat ingin menampung keringatnya.Dalam urusan-urusan kecil pun Rasulullah senantiasa memberikan keteladanan. Beliau menganjurkan kita agarmenggunting kuku serta membersihkan bulu-bulu tubuh. Paling tidak, hal itu dilakukan setiap hari Jumat. Dalam hadis,Rasulullah saw. bersabda, ”Sesungguhnya Allah itu Baik dan menyukai kebaikan, (Allah) Bersih dan menyukaikebersihan, (Allah) Pemurah dan senang pada kemurahan hati, (Allah) Dermawan dan senang kepada kedermawanan.”(H.R. Turmudzi).Dengan demikian, tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda hidup bersih. Mari kita jadikan detik demi detik di bulanmulia ini menjadi saat kita mampu membersihkan lisan kita, pandangan kita, hati kita, dan harta kita.Mudah-mudahan uraian ini dapat membuat kita semakin bergairah dalam menata diri menjadi pribadi bersih. Sebab,yang kita perbuat sebenarnya adalah pancaran dari kalbu kita. Seumpama sebuah teko, ia hanya akan mengeluarkan isiyang ada di dalamnya. Jika di dalamnya air kopi, yang keluar juga air kopi. Bila di dalamnya air teh, yang keluar juga airteh, begitu seterusnya. Begitu pula dengan perilaku lahiriah kita adalah cermin kalbu kita yang sesungguhnya.Ibadah saum Ramadan, saat kita dituntut semaksimal mungkin untuk dapat mengendalikan hawa nafsu, merupakan saatyang tepat untuk melatih kebersihan pribadi maupun lingkungan di sekitar kita. Apabila seorang hamba kalbunya telahbersih, bening, dan lurus, karena telah terkelola dengan baik, akan tercermin pula dari perilaku lahiriahnya. Di antaranyadapat dilihat dari raut muka atau wajah, karena kalau hati cerah, ceria, senang, tulus, dari wajah juga akan tersembulpancaran ketulusan, dan senantiasa memancar energi yang membahagiakan orang lain.Sudah seharusnya menjadi cita-cita jauh di lubuk hati kita yang terdalam untuk menekatkan diri menjadi seorang pribadibersih hati yang selalu dicintai dan dinanti kehadirannya. Karena sungguh akan sangat berbahagia orang-orang yangsikap dan tingkah lakunya membuat orang di sekitarnya merasa aman. Karena perilaku kita adalah juga cerminankondisi kalbu kita. Kalbu yang bening, tingkah lakunya akan bening menyenangkan pula. Hal ini tiada lain buah dari

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->