Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
67Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengeringan Biji Cokelat dengan Cabinet Dryer kapasitas 1800 kg/jam

Pengeringan Biji Cokelat dengan Cabinet Dryer kapasitas 1800 kg/jam

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 3,657 |Likes:
Published by ini3rna
Pengeringan biji cokelat dengan cabinet dryer yang berkapasitas 1800 kg/jam mampu mengefisiensikan hasil produksi biji cokelat yang siap didistribusikan dalam jangka waktu yang singkat. Pengeringan ini mampu menghasilkan 1800 biji cokelat tiap jam. Oleh karena itu, dengan metode pengeringan tersebut dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam waktu yang singkat dan menghasilkan biji cokelat yang berkualitas
Pengeringan biji cokelat dengan cabinet dryer yang berkapasitas 1800 kg/jam mampu mengefisiensikan hasil produksi biji cokelat yang siap didistribusikan dalam jangka waktu yang singkat. Pengeringan ini mampu menghasilkan 1800 biji cokelat tiap jam. Oleh karena itu, dengan metode pengeringan tersebut dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam waktu yang singkat dan menghasilkan biji cokelat yang berkualitas

More info:

Published by: ini3rna on Apr 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
PENGERINGAN BIJI COKELATDENGAN CABINET DRYER BERKAPASITAS 1800 kg/jam
Oleh :Vera Ernawati (6103007061)Dosen : Ir. Rulianto Utomo, MPPROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGANFAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIANUNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYASURABAYA2009
 
BAB 1PENDAHULUAN
Ketersediaan buah kakao yang ada di Indonesia belum dapatdimanfaatkan secara optimal oleh kaum petani, produsen, baik industri kecil,menengah dan sedang, serta masyarakat yang berada pada jalur produksi cokelat.Padahal biji cokelat di Indonesia memiliki beberapa keunggulan. Sebagian besar  jenis cokelat yang ditanam adalah Criollo. Cokelat merupakan sumber devisaterbesar ketiga perkebunan mencapai US$701 juta pada tahun 2002 (Siregadkk,2005). Cita rasa cokelat setara dengan cokelat Ghana yang
well-fermented 
.Selain itu, cokelat tidak mudah leleh sehingga cocok untuk 
blending 
(Sunanto,2005). Sejauh ini, pengendalian proses pengolahan biji cokelat juga masih belumoptimal. Salah satu penyebabnya adalah minimalnya pengetahuan tentang tahap-tahap proses pengolahan biji cokelat dan pengendalian faktor-faktor proses pengolahan bagi kaum petani, kaum produsen dan masyarakat. Pengeringanmerupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan mutu cokelat, disamping proses pemanenannya. Mutu biji cokelat ditentukan dari kadar airnya.Biasanya kapasitas pengeringan biji cokelat adalah 1800 kg tiap jam untuk 30karung, yang masing-masing berisi 300 kg biji kakao ( Siregar, 2005).Biji kakao yang masuk ke dalam pengeringan adalah biji kakao yangsudah terfermentasi. Kadar air biji kakao tersebut masih tinggi 68%, sehinggamemberikan peluang yang besar untuk cepat membusuk akibat adanya pertumbuhan mikroorganisme. Oleh karena itu, dengan adanya pengeringan,dapat mengurangi kadar air dalam biji. Kadar air biji yang diharapkan setelah pengeringan adalah 6%, yang bertujuan untuk memudahkan pelepasan nibs darikulitnya, juga mencegah agar tidak ditumbuhi oleh mikroorganisme pembusuk sehingga dapat memperpanjang umur simpan.Pengeringan buah kakao terbagi menjadi dua yaitu
 sun drying 
dan
artificial drying 
.
Sun drying 
memerlukan sinar matahari sebagai sumber energi,sumber panas dan sinar ultraviolet. Pengeringan ini dilakukan secara terbuka,
 
membutuhkan hembusan angin yang besar dari udara sehingga pengeringan berlangsung lambat. Pengeringan ini mampu menghasilkan warna biji kakaomengkilap, sedangkan pada
artificial drying 
tidak. Namun, pengeringan secaraterbuka menyebabkan rawan kontaminasi dari udara, debu dan kerikil darilingkungan sekitar.Selain itu, pengeringan ini dilakukan hanya jika cuacamemungkinkan. Jika tidak, menggunakan
artificial drying 
. Pengeringan buatan(
artificial drying)
menggunakan bahan bakar. Prinsip kerjanya adalah pemanasansecara konduksi (penghantaran panas) atau konveksi (pengaliran panas) yang bertujuan untuk mengurangi kadar air bahan pangan, berbentuk solid . Salahsatunya adalah
cabinet dryer 
. Pada
cabinet dryer 
, pemanasan dilakukan secarakonveksi dan konduksi. Secara konveksi, digunakan aliran udara kering yangdihembuskan. Secara konduksi, digunakan sejumlah
tray
(wadah penampung biji)secara bertingkat.
Cabinet dryer 
dengan tipe
tray dryer 
, dilengkapi dengan
 fan
untuk menggerakkan arah udara kering sehingga alirannya merata dalam
chamber 
. Sistem pengering ini menggunakan udara pengering sebagai medium pemanas biji kakao, ditambahkan
air boiler 
untuk memanaskan udara yangmasuk ke dalam sistem pengering dan juga menghembuskan udara dari luar.Bahan bakar yang digunakan adalah solar. Komponen-komponen yang menyusun
cabinet dryer 
tersebut, disesuaikan dengan kapasitas biji kakao yang masuk dan juga diperhitungkan efisiensi dari sistem pengering tersebut. Oleh karena itu, jugadiperlukan perhitungan berapa bahan bakar yang diperlukan untuk menyalakan
boiler 
dan
fan
. Selain itu, juga diperlukan generator sebagai tenaga listrik cadangan.
Rumusan Masalah
Berapa daya yang dibutuhkan pada
cabinet dryer 
untuk mengeringkan biji kakaodengan kapasitas 1800 kg per jam?Berapakan solar yang dibutuhkan sebagai bahan bakar untuk mengeringkan bijikakao tersebut?
Tujuan Masalah
Dari uraian di atas, tujuan pembuatan makalah adalah untuk mengetahui berapadaya dan solar yang dibutuhkan pada
cabinet dryer 
.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->