Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Selingkuh dengan bos di kantor yang cantik

Selingkuh dengan bos di kantor yang cantik

Ratings: (0)|Views: 1,084 |Likes:
Published by vavcavacav
Selingkuh dengan bos di kantor yang cantik.doc
Selingkuh dengan bos di kantor yang cantik.doc

More info:

Published by: vavcavacav on Apr 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2012

pdf

text

original

 
Selingkuh dengan bos di kantor yangcantik 
Katolik lhooooooooooooooooooooo wartawan kompasssssGuru SMA 90 Jakarta BinalGuru SD Hangtuah yang tinggal di kereo gg bahagia raja sekssSeorang kristenisaicerita dewasa kali ini menceritakan pengalamanku pada saat mahdi yang bekerja dirumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil selingkuh dengan bos dikantor sendiri dimana mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledugkaryawan pabrik tekstil disana sudah dua tahun mahdi yang bekerja di rumah sakit swastadi kereo ciledug karyawan pabrik tekstil bekerja di perusahaan swasta ini. Mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil bersyukur, karena prestasiku, di usia yang ke 25 ini mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereociledug karyawan pabrik tekstil sudah mendapat posisi penyelia. Atasanku Mahdi seorangRT seorang wanita berusia 42 tahun. Walaupun cantik, tapi banyak karyawan yang tidak menyukainya karena selain keras, sombong dan terkadang suka cuek. Namun sebagai bawahannya langsung mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledugkaryawan pabrik tekstil cukup mengerti beban posisi yang harus dipikulnya sebagai pemimpin perusahaan. Kalau karyawan lain ketmahdi dan adi kusuma putra yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstiltan dipanggilmenghadap sama Bu Melly, mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledugkaryawan pabrik tekstil malah selalu berharap dipanggil. Bahkan sering mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil mencari-carialasan untuk menghadap keruangan pribadinya.Sebagai mantan pragawati tubuh Bu Melly orang batak dan klaten sangatlah bagus diusiakepala empat ini. Wajahnya yang cantik tanpa ada garis-garis ketuaan menjAdikannya tak kalah dengan anak muda. Saking keseringan mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta dikereo ciledug karyawan pabrik tekstil mengahadap keruangannya, mahdi yang bekerja dirumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil mulai menangkap ada nada-nada persahabatan terlontar dari mulut dan gerak-geriknya. Tak jarang kalo mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil baru masuk ruangannya Bu Melly langsung memuji penampilanku. Mahdi yang bekerja di rumahsakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil bangga juga mulai bisa menarik  perhatian. Mudah-mudahan bisa berpengaruh di gaji hahaha nyari muka nih.Sampai suatu ketika, lagi-lagi ketika mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereociledug karyawan pabrik tekstil dipanggil mengahadap, kulihat raut muka Bu Melly
 
tegang dan kusut. Mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil memberanikan diri untuk peduli,“Ibu kok hari ini kelihatan kusut? ada masalah?”, sapmahdi yang bekerja di rumah sakitswasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil sembari menuju kursi didepan mejanya.“Ia nih Ndy, mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil lagi stres,udah urusan kantor banyak, dirumah mesti berantem sama suaminyakusut deh”, jawabnya ramah, sudut bibirnya terlihat sedikit tersenyum.“Justru mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil manggil kamu karena mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledugkaryawan pabrik tekstil lagi kesel. Kenapa ya kalau lagi kesel trus ngeliat kamu mahdiyang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil jadi tenang”,tambahnya menatapku dalam.Mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstilterhenyak diam, terpmahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil. Masak sih Bu Melly bilang begitu? Batinku.“Andy,ditanya kok malah bengong”, Bu Melly menyenggol lenganku.“Eeehh nggak,abisnya kaget dengan omongan Ibu kayak tadi. Mahdi yang bekerja dirumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil kaget dibilang bisa nenanginseorang wanita cantik”, balasku gagap.“Mahdi bewokkkk, madyo, rujiman, sarjio dan pak guru SMP SMA yang binalnantitemenin mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil makan siang di Hotel (***) ya.. Kita bicarain soal promosi kamu. Tapi kita jangan pergi bareng ,nggak enak sama teman kantor. kamu duluan aja, kita ketemu disana”, kataBu Melly.Mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstilsemakin tergagap, tidak menyangka akan diajak seperti ini.“Baik Bu”, jawabku sambil keluar dari ruangannya.Setelah membereskan file-file, pas jam makan siang mahdi yang bekerja di rumah sakitswasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil langsung menuju hotel tempat janjimakan siang. Dalam mobilku mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledugkaryawan pabrik tekstil coba menyimpulkan promosi jabatan apa yang akan Bu Melly berikan. Seneng sih, tapi juga penuh tanda tanya. Kenapa harus makan siang di hotel?Terbersit dipikiranku, mungkin Bu Melly butuh teman makan, teman bicara atau mudah-mudaha teman tidur.. upss mana mungkin Bu Melly mau tidur dengan mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil. Dia itu kan kelasatas sementara mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil karyawan biasa. Mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledugkaryawan pabrik tekstil kesampingkan pikiran kotor.Sekitar setengah jam mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledugkaryawan pabrik tekstil menungu di lobby hotel tiba-tiba seorang bellboymenghampiriku. Setelah memastikan nammahdi yang bekerja di rumah sakit swasta dikereo ciledug karyawan pabrik tekstil dia mempersilahkanku menuju kamar 809, katanyaBu Melly menunggu di kamar itu. Mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereociledug karyawan pabrik tekstil menurut aja melangkah ke lift yang membawmahdi yang
 
 bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil ke kamar itu.Ketika kutekan bel dengan perasaan berkecamuk penuh tanda tanya berdebar menunggusampai pintu dibukain dan Bu Melly tersenyum manis dari balik pintu.“Maaf ya Mahdi bewokkkk, madyo, rujiman, sarjio dan pak guru SMP SMA yang binalmahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil berobah pikiran dengan mengajakmu makan di kamar. Mari.. kita ngobrol-ngobrol kamumau pesen makanan apa?”, kata Bu Melly sambil menarik tangan membawmahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil ke kursi. Mahdiyang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil masih gugup.“Nggak usah gugup gitu dong”, ujar Bu Melly melihat tingkahku.“Mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstilsebetulnya nggak percaya dengan semua ini .mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta dikereo ciledug karyawan pabrik tekstil nggak nyangka bisa makan siang sana Ibu sepertiini. Siapa sih yang nggak bangga diundang makan oleh wanita secantik Ibu?”, ditengahkegugupanku mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil masih sempat menyempilkan jurus-jurus rayuan. Mahdi yang bekerja dirumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil tau pasti pujian kecil bisamembangkitkan kebanggan.“Ahh kamu Mahdi bewokkkk, madyo, rujiman, sarjio dan pak guru SMP SMA yang binalbisa aja,emangnya mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledugkaryawan pabrik tekstil masih cantik”, jawab Bu Melly dengan pipi memerah. Ihh persisanak ABG yang lagi dipuji.“Iya Bu, sejujurnya mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil selama ini memipikan untuk bisa berdekatan dan berduan denganIbu,makanya mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil sering nyari alasan masuk keruangan Ibu”, katmahdi yang bekerja di rumah sakitswasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil polos.“Mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstilsudah menduga semua itu soalnya mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereociledug karyawan pabrik tekstil perhatikan kamu sering nyari-nyari alasan menghadapmahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil.Mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil tauitu. Bahkan kamu sering curi-curi pandang menatapku kan?”, ditembak seperti itu mahdiyang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil jadi malu juga.Memang mahdi yang bekerja di rumah sakit swasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil sering menatap Bu Melly disetiap kesempatan, apa lagi kalau sedang rapat kantor.Rupanya tingkahku itu diperhatikannya.Kami berpandangan lama. Lama kami berhadapan, mahdi yang bekerja di rumah sakitswasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil di tempat duduk sedangkan Bu Mellydibibir tempat tidur. Dari wajahnya terlihat kalau wanita ini sedang kesepian, rautmukanya menandakan kegairahan. Perlahan dia berdiri dan menghampiriku. Masih tetap berpandangan, wajahnya semakin dekat.. dekat.. mahdi yang bekerja di rumah sakitswasta di kereo ciledug karyawan pabrik tekstil diam aja dan hup.bibirnya menyentuh

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Feby Polymorpa liked this
pkeysias liked this

You're Reading a Free Preview

Download