Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Akad-Akad Dalam Bank Syariah

Akad-Akad Dalam Bank Syariah

Ratings: (0)|Views: 60 |Likes:
Published by ardywijaya27

More info:

Published by: ardywijaya27 on Jun 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2013

pdf

text

original

 
BAB 5, AKAD-AKAD DALAM BANK SYARIAH 
63
BAB 5 AKAD-AKAD DALAM BANK SYARIAH
 A. ANTARA WA’AD DENGAN AKAD
Fikih muamalat Islam membedakan antara
wa’ad 
dengan
akad 
.
Wa’ad 
 
adalah janji (
 promise 
) antara satu pihak kepada pihak lainnya,sementara
akad 
adalah kontrak antara dua belah pihak.
Wa’ad 
hanyamengikat satu pihak, yakni pihak yang memberi janji berkewajibanuntuk melaksanakan kewajibannya. Sedangkan pihak yang diberi janjitidak memikul kewajiban apa-apa terhadap pihak lainnya. Dalam
wa’ad 
,
terms and condition- 
nya belum ditetapkan secara rinci danspesifik (belum
well defined).
Bila pihak yang berjanji tidak dapatmemenuhi janjinya, maka sanksi yang diterimanya lebih merupakansanksi
 
moral
.
Di lain pihak,
akad 
mengikat kedua belah pihak yang salingbersepakat, yakni masing-masing pihak terikat untuk melaksanakankewajiban mereka masing-masing yang telah disepakati terlebihdahulu. Dalam akad,
terms and condition- 
nya sudah ditetapkan secararinci dan spesifik (sudah
well-defined 
). Bila salah satu atau keduapihak yang terikat dalam kontrak itu tidak dapat memenuhikewajibannya, maka ia/mereka menerima sanksi seperti yang sudahdisepakati dalam akad.
Wa’ad: 
1.
 
Janji (
 promise 
) antara satu pihak kepada pihaklainnya (hanya mengikat satu pihak)
Æ
 
one-way.
 2.
 
Terms & Condition 
-nya tidak
well-defined 
; atau3.
 
Belum ada kewajiban yang ditunaikan oleh pihakmanapun, walaupun
terms & condition 
-nya sudah
well-defined 
 
 
BAB 5, AKAD-AKAD DALAM BANK SYARIAH 
64
B. ANTARA TABARRU’ DENGAN TIJARAH
Selanjutnya,
dari segi ada atau tidak adanya kompensasi 
, fikihmuamalat membagi lagi akad menjadi dua bagian, yakni
akadtabarru’ 
dan
akad tijarah/mu’awadah.
 
I.
 AKAD TABARRU’ 
 Akad tabarru’ 
(
gratuitous 
contract) adalah segala macamperjanjian yang menyangkut
not-for profit transaction 
(transaksi nir-laba). Transaksi ini pada hakekatnya bukan transaksi bisnis untuk mencari keuntungan komersil. Akad
tabarru’ 
dilakukan dengan tujuantolong-menolong dalam rangka berbuat kebaikan (
tabarru’ 
berasal darikata
birr 
dalam bahasa Arab, yang artinya kebaikan). Dalam akad
tabarru’ 
, pihak yang berbuat kebaikan tersebut tidak berhak mensyaratkan imbalan apapun kepada pihak lainnya. Imbalan dariakad
tabarru’ 
adalah dari Allah SWT, bukan dari manusia. Namundemikian, pihak yang berbuat kebaikan tersebut boleh memintakepada
counter-part- 
nya untuk sekadar menutupi biaya (
cover the cost 
) yang dikeluarkannya untuk dapat melakukan akad
tabarru’ 
 tersebut. Tapi ia tidak boleh sedikitpun mengambil laba dari akad
tabarru’ 
itu. Contoh akad-akad
tabarru’ 
adalah
qard, rahn, hiwalah,wakalah, kafalah, wadi’ah, hibah,waqf, shadaqah,hadiah,
dll.
 
Pada hakekatnya, akad
tabarru’
adalah akad melakukan kebaikanyang mengharapkan balasan dari Allah SWT semata. Itu sebabnyaakad ini tidak bertujuan untuk mencari keuntungan komersil.Konsekuensi logisnya, bila akad
tabarru
’ dilakukan denganmengambil keuntungan komersil, maka ia bukan lagi akad
tabarru’
.Ia akan menjadi akad
tijarah
.Bila ia ingin tetap menjadi akad
tabarru’
, maka ia tidak bolehmengambil manfaat (keuntungan komersil) dari akad
tabarru’
 tersebut. Tentu saja ia tidak berkewajiban menanggung biaya yangtimbul dari pelaksanaan akad
tabarru’.
Artinya, ia boleh memintapengganti biaya yang dikeluarkan dalam melaksanakan akad
tabarru’.
 
Memerah susu kambing sekedar untuk biaya memeliharakambingnya”,
merupakan ungkapan yang dikutip dari hadits ketikamenerangkan akad
rahn
yang merupakan salah satu akad
tabarru’.
 
 
BAB 5, AKAD-AKAD DALAM BANK SYARIAH 
65
 
Gambar 5.1. Skema Akad Tabarru’ 
Gambar 5.1. di atas memberikan skema akad-akad
tabarru’ 
tersebut. Pada dasarnya, akad
tabarru’ 
ini adalah memberikan sesuatu(
giving something 
) atau meminjamkan sesuatu (
lending 
something).Bila akadnya adalah meminjamkan sesuatu, maka objek pinjamannya dapat berupa uang (
lending $ 
) atau jasa kita (
lending 
Akad Tabarru’
Æ
 giving/lending somethinggiving something
hibah, shadaqah, waqf, etc.
lending $lending yourselflending $QardRahnlending $ + collateralhiwalahlending $ to take overloan from other partywakalah
lending yourself
now 
to dosomething
on behalf 
of others
wadi’ah
wakalah, by specifying the job,i.e.
to provide custody 
 
kafalah
contingent wakalah,i.e. preparing yourself to do something if something happens 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->