Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kuis Pra Uas

Kuis Pra Uas

Ratings: (0)|Views: 1|Likes:
Published by Tri Ramdani

More info:

Published by: Tri Ramdani on Jun 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2014

pdf

text

original

 
 
KUIS PRA UAS
Disusun Untuk Memenuhi Tugas 2 semester genapMata Kuliah Sistem Informasi PerencanaanTahun Akademik 2013/2014
Oleh:Tri Nurharahman 10070310061
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAFAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS ISLAM BANDUNG2013 M/1434 H
 
1. Pada peta X , jarak A-
B peta x = 50cm. Selisih garis lintang = 30 detik = 0,5’ ,
makauntuk memperkirakan:
Jawab:
Skala peta
1’ = 111km
 
1” = 60”
  A
 –
B = 50 CmGaris lintang = 30 detik30 detik =

x 111 = 555 km = 5.550.000 cm50 cm dipeta = 50Jadi Skala dipeta = 50 : 5.550.000= 1 : 1.110.0002.
Penyajian Informasi Pasar Tanah. Peta Pasar Tanah adalah penyajianinformasipasar tanahdalam bentuk grafis. Kelebihan dari penyajian data tersebut adalahpengguna dapat memperoleh gambaran mengenai distribusi intensitas pasar tanahsecara spasial. Badan Pertanahan Nasional telah mencoba menyajikan ketiga datautama di atas dalam suatu Sistem Informasi Pasar Tanah yang dapat diakses dandimanfaatkan secara luas oleh seluruh masyarakat yang memiliki kepentingan untukmelakukan transaksi pertanahan. Data-data tersebut diharapkan dapat menjadipanduan atau pegangan utama bagi para pelaku transaksi. Dalam aplikasinya, datadisajikan dalam format tekstual. Pengguna tinggal memilih kabupaten/kota di propinsitertentu dan memperoleh daftar seluruh data pasar yang tersedia. Pengguna jugadapat melihat kapan terjadinya transaksi dan berapa harga transaksi yang dilaporkan.Selain dalam format tekstual, data pasar ini juga disajikan dalam format grafis atauberupa peta. Informasi utama yang ingin disampaikan dalam format grafis ini adalahsebaran atau distribusi transaksi jual beli dalam suatu wilayah administrasikabupaten/kota. Oleh karena itu, legenda (feature) yang dipilih adalah titik (point).Dengan feature titik, pengguna data dapat lebih mudah mencerna distribusi sebaran(jumlah atau kerapatan) pasar tanah di suatu kabupaten/kota. Berbeda jika feature
 
yang digunakan adalah poligon bidang tanah. Feature ini akan menggiring persepsipengguna data pada perbedaan bobot transaksi berdasarkan luas bidang (poligon)yang tergambar.Sebagai tahap awal, penyebaran titik transaksi yang disajikan adalah transaksiyang terjadi dalam 2 (dua) tahun terakhir. Pada gilirannya nanti diharapkan penggunainformasi dapat melakukan pemilihan kurun waktu yang diinginkan. Dengan demikianpengguna akan memperoleh informasi yang lebih kaya yang berhubungan denganwaktu (time series). Perbandingan tingkat aktifitas pasar antar kurun waktu dapatdilakukan. Jika dihubungkan dengan spasial dapat pula dipantau pergeseran ke arahmana aktifitas pasar bergerak. Penyajian dalam format spasial bisa memunculkanasumsi bahwa penyebaran data sertifikat tanah yang memiliki koordinat, sama denganpenyebaran transaksi pasar tanah. Padahal, seperti gambar di bawah ini, masihterdapat suatu data set yang hanya sekitar 19% data yang diperoleh dari Kantor Pertanahan memiliki koordinat yang akurat yang dapat dipetakan. Akibatnya, sisteminformasi ini memiliki bias yang harus diperhitungkan.Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala ini adalah dengan menyajikanlayer informasi lain berupa peta jumlah (count) transaksi berdasarkan wilayahadministrasi kecamatan. Penyajian detail data transaksi hingga ruang lingkupkecamatan ini, dapat mengurangi bias data yang ada. Data ini pun mudah diperolehkarena seluruh data pasar yang tercatat di kantor pertanahan memiliki atribut lokasikecamatan. Dengan demikian seluruh data dapat ditampilkan secara utuh. Jika tersediapeta dasar yang menggambarkan wilayah administrasi yang diinginkan. Gambar (piechart) diatas dapat direpresentasikan secara spasial. Terlebih dengan adanya struktur data yang standar dari feature poligon batas wilayah administrasi, hubungan antaradata diatas dengan peta dasar dapat dilakukan dengan mudah dan instant. Berikut iniadalah contoh peta wilayah kecamatan yang menggambarkan jumlah transaksi tanahsebagai representasi spasial dari data diatas.Penyajian data berbasis kecamatan kekurangannya adalah tingkat akurasi yangrendah dibanding peta penyebaran transaksi yang berbasis titik. Hal ini karena datayang dapat ditampilkan hanya terbatas sampai level kecamatan. Selain itu, penyajiandata sebaran jumlah transaksi secara spasial yang tidak dibandingkan dengan luasnya,dapat memberikan interpretasi yang salah tentang intensitas transaksi pasar. Meskipundemikian, penyajian layer tambahan ini diharapkan dapat menjadi komplemen dari petapenyebaran data pasar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->