Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kesesuaian Perairan Karimun Jawa u Budidaya Rumput Laut

Kesesuaian Perairan Karimun Jawa u Budidaya Rumput Laut

Ratings: (0)|Views: 12 |Likes:
Published by greensangrilla
bulung di karimun jawa
bulung di karimun jawa

More info:

Published by: greensangrilla on Jun 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2014

pdf

text

original

 
27
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN PULAU KARIMUNJAWADAN PULAU KEMUJAN SEBAGAI LAHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUTMENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
THE SUITABILITY ANALYSIS OF KARIMUNJAWAAND KEMUJAN ISLAND TERRITORY FOR SEA WEED CULTURE SITE USING GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEM 
 Restiana Wisnu Ariyati
1)
 , Lachmuddin Sya’rani
1)
 , Endang Arini
1)
ABSTRAK 
Konsep dasar dalam penelitian ini adalah memadukan analisa citra satelit Landsat_TM dan beberapa parameter kualitas perairan untuk mengetahui kesesuaian wilayah perairan Pulau Karimunjawa dan PulauKemujan bagi pengembangan budidaya rumput laut. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertamaadalah penyusunan basis data spasial dan kedua adalah analisis tingkat kesesuaian lahan untuk budidayarumput laut.Hasil dari penelitian ini adalah perairan sebelah utara pulau Kemujan (perairan Telaga) adalah areayang paling sesuai bagi pengembangan budidaya rumput laut daripada perairan pulau Karimunjawa berdasarkan kualitas perairan yang dimilikinya. Perairan sebelah barat pulau Karimunjawa lebih sesuaisebagai lahan pengembangan budidaya rumput laut berdasarkan kualitas perairannya daripada perairansebelah timur pulau Karimunjawa.Perairan telaga mempunyai luas wilayah yang paling besar bagi pengembangan budidaya rumput lautdengan menggunakan semua metode tanam, baik metode apung (16 ha), lepas dasar (27 ha), ataupun tanamdasar (26 ha). Sebagian kecil perairan pulau Karimunjawa sebelah barat (perairan Legonboyo) sesuai untuk dikembangkan sebagai lahan budidaya rumput laut dengan menggunakan semua metode tanam, yaitu metodeapung (15 ha), lepas dasar (10 ha) dan tanam dasar (6 ha), sedangkan perairan pulau Karimunjawa sebelahtimur (perairan Jelamun) hanya sesuai bila digunakan untuk budidaya rumput laut dengan metode apung (11ha) dan lepas dasar (5 ha).
Kata-kata kunci : Kesesuaian, lahan budidaya, System Informasi Geografis
ABSTRACT 
 Basic concept in this research was combined the analysis satellite Landsat_Tm image and some parameters of water quality both of by direct measurement or by literate study. The research conducted in two phase. First phase was compilation of the basic data spatial and second was analyzed the suitability rate of water territory for the sea weed culture.The result was north side Kemujan Island territory was the most suitable area for developing the seaweed culture than Karimunjawa Island territory based on their water quality. The Westside Karimunjawa Island territory more suitable as developing area for the sea weeds culture based on their water quality thanthe eastside.The northside Kemujan Island territory (Telaga) had biggest region for development the sea weed culture by using all the planting method, both of floating method (16 ha), off bottom method (27 ha), and broadcast method (26 ha). Partly minimize the westside Karimunjawa Island territory (Legonboyo) suitable tobe developed as the sea weed culture by using all planting method, both of floating method (15 ha), off bottommethod (10 ha), and broadcast method (6 ha), while the eastside Karimunjawa Island territory (Jelamun) only suitable when used for the sea weed culture with the floating method (11 ha) and off bottom method (5 ha).
 
Keywords : Suitability, culture area, Geografic Information System (GIS
1)
Staf Pengajar FPIK UNDIP
PDF created with pdfFactory Pro trial versionwww.pdffactory.com
 
Restiana Wisnu Ariyati, Lachmuddin Sya’rani, Endang Arini, Analisis Kesesuaian Perairan …
28
I.
 
PENDAHULUAN
Kepulauan Karimun Jawa, secarageografis, terletak antara 5' 40" - 5' 57" LSdan 110' 4" - 110' 40" BT, berada di perairan Laut Jawa yang jaraknya ± 45 millaut dari kota Jepara, termasuk ke dalamwilayah administratif KecamatanKarimunjawa, Kabupaten Dati II Jepara.Berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.161/Menhut/1988, Kepulauan KarimunJawa ditunjuk sebagai taman nasionaldengan luas wilayahnya sekitar 111.625 Ha,terdiri dari luas daratan 7.033 Ha dan luas perairan 104.592 Ha. (www.dephut.go.id).Kawasan Taman Nasional LautKarimunjawa memiliki fungsi utama yaitusebagai kawasan konservasi oleh karena itutidak semua daerah di Karimunjawa dapatdimanfaatkan ataupun diolah bagikepentingan manusia. Namun, sebagian besar penduduknya yang terkonsentrasi diPulau Karimun bermatapencaharian sebagainelayan (74,9 %) (Dinas Perikanan danKelautan Jateng, 2003), dapat mengancamkeberadaan ekosistem perairan daerahkonservasi sekitar pulau tersebut.Meningkatnya permintaan pasar akan produk perikanan seperti ikan, udang,kekerangan, dan rumput laut mendorongusaha penangkapan atau pengumpulan hasillaut dilakukan secara lebih intensif dantidak bertanggung jawab. Akibatnya adalahkelestarian sumber daya perairan menjaditerganggu.Adanya kecenderungan negatif oleh karena aktivitas penduduk kawasantersebut mengharuskan Taman NasionalLaut Karimun Jawa untuk mengakomodir dua kegiatan yang saling bertentangan,yaitu melindung sumber daya hayati yangada di dalam kawasan konservasi danmemberikan kesempatan bagi masyarakatlokal untuk meningkatkan kesejahteraanhidupnya melalui pemanfaatan hasil laut.Salah satu upaya yang perlu dilakukandalam mengatasi permasalahan ini adalah pengembangan budidaya laut. Empat dari27 pulau yang terdapat di KepulauanKarimun Jawa ditetapkan sebagai zona pemanfaatan yang dapat dikelolamasyarakat sebagai kawasan budidayayaitu, Pulau Karimunjawa, PulauKemujan, Pulau Menjangan Besar, PulauMenjangan Kecil, Pulau Parang, danPulau Nyamuk (Kartawijaya,
et al 
., 2004).Pada saat ini telah berkembangkegiatan budidaya rumput laut yangterdapat di perairan sekitar PulauMenjangan, Pulau Karimunjawa, danPulau Kemujan. Penduduk Karimunjawamelakukan kegiatan budidaya rumput lautsebagai usaha sampingan selain sebagainelayan. Penempatan rakit atau tali apung berada pada sekitar alur yang biasa dilaluikapal sehingga perawatan dan pemeriksaan tanaman bisa dilakukansesekali pada waktu senggang atau padasaat berangkat ataupun pulang melaut.Jenis rumput laut yang dibudidayakan
PDF created with pdfFactory Pro trial versionwww.pdffactory.com
 
29
 
Jurnal Pasir Laut, Vol.3, No.1, Juli 2007 : 27-45
 adalah
 Eucheuma cottoni
. Rumput laut jenistersebut mengandung karaginan tinggi yang banyak mendukung industri makanan,farmasi, dan kosmetika (Meiyana,
et al 
.,2001). Metode budidaya yang merekaterapkan adalah metode rakit apung danmetode
long line
, yaitu dengan mengikatrumput laut pada tali yang direntangkandiatas atau diantara taman karang.Penempatan lokasi budidaya rumput lauttersebut seringkali berbenturan dengan beberapa kepentingan, misalnya jalur  pelayaran, zona pariwisata, dan perlindungan.Perencanaan pengembangan budidaya rumput laut di Indonesia, masih banyak mengalami hambatan. Salah satukendalanya adalah lokasi perairan yangkurang cocok bagi kegiatan budidaya lautdan juga data parameter kualitas perairanyang tidak sesuai. (Ahmad
et al 
., 1995dalam Sudrajat
et al 
., 1995). Gunakeberhasilan budidaya rumput laut, maka penentuan lokasi yang sesuai dengankondisi perairan, jenis komoditas yangunggul, metode budidaya yang tepat dandekat dengan pusat konsumen perlumenjadi perhatian. Melalui perkembanganteknologi secara umum dewasa ini, SistemInformasi Geografis (SIG) merupakan salahsatu pilihan dalam penentuan lokasi idealuntuk pengembangan budidaya laut,khususnya rumput laut. SIG merupakananalisis secara spasial (keruangan) yangdapat memadukan beberapa data daninformasi tentang budidaya perikanandalam bentuk lapisan (
layer 
) yangnantinya dapat ditumpanglapiskan(
overlay
) pada data yang lain, sehinggamenghasilkan suatu keluaran baru dalam bentuk peta tematik yang mempunyaitingkat efisiensi dan akurasi yang cukuptinggi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian wilayah perairan di zona budidaya laut pulauKarimunjawa dan pulau Kemujan bagi pengembangan budidaya rumput laut berdasarkan parameter kualitas perairanserta menentukan metode tanam yangdapat diterapkan di lokasi tersebut.
II.
 
MATERI DAN METODE
Penelitian dilaksanakan di dalamzona pemanfaatan budidaya laut Taman Nasional Karimunjawa pada bulanSeptember - Oktober 2005. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalahmetode survey berdasarkan SistemInformasi Geografis (SIG).Data yang dipergunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan datasekunder meliputi Peta Rupa BumiKepulauan Karimunjawa skala 1 : 25.000(Lembar 1410-224 edisi I tahun 2001);Peta Batimetri Kepulauan Karimunjawaskala 1 : 100.000 edisi tahun 2003; PetaHasil Interpretasi Citra Landsat ETM 7
PDF created with pdfFactory Pro trial versionwww.pdffactory.com

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->