Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PRODUKTIVITAS KERJA

PRODUKTIVITAS KERJA

Ratings: (0)|Views: 60 |Likes:
Published by Budi Permana
Konsep Produktivitas Kerja
Konsep Produktivitas Kerja

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Budi Permana on Jun 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2013

pdf

text

original

 
PRODUKTIVITAS KERJAPRODUKTIVITAS KERJA
 
BAB I PENDAHULUAN
 Kata-kata produktivitas memang telah menggema di Indonesia dalam beberapatahun belakangan ini, walaupun kegiatan untuk meningkatkan produktivitas baik tenaga,modal, tanah maupun sumber-sumber alam lainnya yang tersebar luas di tanah air kita, telah berlangsung lama. Namun Salah satu dari masalah-masalah utama dalam ketenagakerjaan di Indonesiaadalah produktivitas tenaga kerja yang rendah. Padahal, untuk mempertahankan pertumbuhanekspor non-migas, khususnya ekspor industri manufaktur pada waktu-waktu paska krisisekonomi, Indonesia tidak dapat lagi mengandalkan diri pada sumber-sumber keunggulankomparatif yang tradisional, seperti tenaga kerja yang murah dan kekayaan alam. Indonesia perlu mengembangkan keunggulan komparatif yang dinamis, yakni sumber daya manusia(SDM) yang berkualitas produktif dan profesional.Sumber daya manusia modal dan teknologi menempati posisi yang amat strategisdalam mewujudkan tersedianya barang dan jasa. Penggunaan sumber daya manusia, modaldan teknologi secara ekstensif telah banyak ditinggalkan orang.Sebaliknya, pola itu bergeser menuju penggunaan secara lebih intensif dari semuasumber-sumber ekonomi.Sumber-sumber ekonomi yang digerakkan secara efektif memerlukan keterampilanorganisatoris dan teknis sehingga mempunyai tingkat hasil guna yang tinggi. Artinya, hasilyang diperoleh seimbang dengan masukan yang diolah. Melalui berbagai perbaikan carakerja, pemborosan waktu, tenaga dan berbagai input lainnya akan bisa dikurangi sejauhmungkin. Hasilnya tentu akan lebih baik dan banyak hal yang bisa dihemat. Yang jelas,waktu tak terbuang sia-sia, tenaga dikerahkan secara efektif dan pencapaian tujuan usaha bisaterselenggara dengan baik, efektif dan efisien.Rendahnya produktivitas sering kali dikaitkan dengan tingkat pendidikan.Diasumsikan makin tinggi tingkat pendidikan sesorang, makin tinggi pula tingkat produktivitas yang mungkin dapat dicapainya. Karena ini barangkali, kemampuan membacadan menulis merupakan salah satu elemen penting tahap-tahap awal program industrialisasi(Wie, 1995). Pada tingkat industrialisasi yang lebih tinggi dibutuhkan ketrampilan teknik yang lebih maju.
 
 
BAB II PRODUKTIVITAS SALAH SATU FAKTOR PENENTUANBAGI PEMBANGUNAN SOSIAL DAN EKONOMI
1. Peranan danPentingnya Produktivitas
Pentingnya produktivitas kerja mencakup banyak hal, dimulai dari produktivitas tenaga kerja, produktivitas organisasi, produktivitas modal, produktivitas pemasaran, produktivitas produksi, produktivitas keuangan dan produktivitas produk. Padatahap awal revolusi industri di negara-negara Eropah, perhatian lebih banyak tertuju pada bidang produktivitas tenaga kerja, produktivitas produksi dan produktivitas pemasaran.Sedangkan di negara Jepang, perhatian peningkatan produktivitas tertuju pada produktivitastenaga kerja dan produktivitas organisasi, sehingga keharmonisan kepentingan buruh danmajikan dipelihara dengan baik. Pentingnya arti produktivitas dalam meningkatkankesejahteraan telah disadari secara universal, tidak ada jenis kegiatan manusia yang tidak mendapatkan keuntungan dari produktivitas yang ditingkatkan sebagai kekuatan untuk menghasilkan lebih banyak barang-barang maupun jasa, peningkatan produktivitas jugamenghasilkan peningkatan langsung pada standar hidup yang berada dibawah kondisidistribusi yang sama dari perolehan produktivitas yang sesuai dengan masukan tenagakerja.Sayang sekali produktivitas sering dikaitkan secara paksa, acuh tak acuh terhadapkualitas hidup dan pengaruh yang membahakan bagi lingkungan. Misalnya, nasionalisasitidak manusiawi. Bagi banyak orang meningkatkan produktivitas berarti bekerja lebih giatdan cepat, mengurangi mutu barang, kerja dan kehidupan, meningkatkan penganguran dansemacmnya. Kita tidak memberikan andil dengan pandangan-pandangan yang pesimistis ini.Secara umum diyakini bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, upah yang wajar serta untuk 
 
meningkatkan kondisi-kodisi kerja perlulah mempertimbangkan produktivitassebagai faktor penyumbang terbesar.Karena manusia adalah sumber penting dan tujuan dari pembangunan kita harus meningkatkan produktivitas bukan atas beban biaya mereka tapi atas beban biaya dari waktu yang terbuang, pengurangan pegawai, birokrasi yang tidak perlu dansebagainya.
2.Pengertian Produktivitas
 Jika membicarakan masalah produktivitas muncullah satu situasi yang pradoksial(bertentangan), karena belum ada kesepakatan umum tentang maksud pengertian produktivitas serta kriterianya dalam mengukur petunjuk-petunjuk produktivitas. Dan tak adakonsepsi, metode penerapan maupun cara pengukuran yang bebas kritik.Secara umum, produktivitas diartikan sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik dengan masukan yang sebenarnya (ILO, 1979). Greenberg yang dikutip oleh Sinungan(1985) mengartikan produktivitas sebagai perbandingan antara totalitas pengeluaran padawaktu tertentu dibagi totalitas masukan selama periode tersebut.Pengertian lain produktivitas adalah sebagai tingkatan efisiensi dalammemproduksi barang-barang atau jasa-
 jasa: “Produktivitas mengutarakan cara pemanfaatan
secara baik terhadap sumber-sumber dalam memproduksi barang-
 barang.”
 Produktivitas juga diartikan sebagai :a.
 
 perbandingan ukuran harga bagi masukan dan hasil.
 
 b.
 
Perbedaan antara kumpulan jumlah pengeluaran dan masukan yang dinyatakandalam satu-satuan (unit) umum.Ukuran produktivitas yang paling terkenal berkaitan dengan tenaga kerja yang dapatdihitung dengan membagi pengeluaran oleh jumlah yang digunakan atau jam-jam kerjaorang.Kita telah menyebutkan beberapa definisi, namun cukuplah mampu mengetahui perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan. Dapatkah kita menganggapnya sebagai pertentangan?
Persoalan pencapaian suatu definisi “produktivitas” yang mendetail bukanlah
masalah produktivitas itu sendiri, namun suatu masalah diluar produktivitas yang merupakantujuan-tujuan dan sasaran-sasaran manajemen dalam sistem dan organisasinya dimana tujuanyang berbeda memerlukan pendekatan yang berbeda pula untuk mendefinisikan produktivitas.Misalnya, hasil-hasil penelitian diantara menejer dan ahli serikat buruh beberapa perusahaan Amerika menunjukkan bahwa menejer-menejernya (78%) dan pimpinan- pimpinan serikat buruh (70%) sebagian besar tidak hanya menerapkan definisi produktivitasyang kuantitatif. Dilain pihak banyakl mengaitkan produktivitas dengan organisasi-organisasiindividual dan meliputi konsepsi yang lebih luas dan kualitatif. Pada hakikatnya, melalui produktivitas, manajemen dan para penentu kebijakan serikat buruh mengarhkan efektifitasdan pelaksanaan organisasi perseorangan secara menyeluruh, yang mencakup sedikitgambaran jelas seperti tidak adanya rintangan dan kesulitan tingkatan pembalikan, ketidak hadiran dan bahkan kepuasan langganan. Dengan dikemukakan konsepsi produktivitas yanglebih luas ini maka dapatlah dipahami bahwa para pembuat kebijaksanaan mengetahui batasantara pekerja, kepuasan para langganan dan produktivitas. Namun demikian para pemimpin serikat buruh terlebih dahulu memperhatikan pengeluaran yang nyata, yang menjelaskan alasan kerugian usaha peningkatan produktivitasyang mungkin menguntungkan manajemennya bukannya pekerja yang diperlukan.Dalam berbagai referensi terdapat banyak sekali pengertian mengenai produktivitas,yang dapat kita kelompokkan menjadi tiga, yaitu :a.
 
Rumusan tradisional bagi keseluruhan produktivitas tidak lain ialah
ratio
dari pada apa yang dihasilkan (out put) terhadap keseluruhan peralatan produksiyang dipergunakan (input).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->