FONETIK DAN FONOLOGI BAHASA MELAYU TINGGI
HBML4503
pertama bernama Bahasa Melayu, diganti menjadi Bahasa Malaysia, kemudianberganti lagi menjadi Bahasa Melayu, dan terakhir pada tahun 2007, nama resmibahasa ini kembali menjadi Bahasa Malaysia.Penggunaan BM di Malaysia tidak begitu disambut secara antusias oleh wargaketika bahasa itu disahkan sebagai bahasa nasional. Justeru bahasa Inggris yangsering digunakan, terutama di kalangan etnis Cina dan India walaupun merekatermasuk warga minoritas. Hal ini membuat pemerintah berusaha menggalakkanpenggunaan BM melalui beberapa peraturan, misalnya pada tahun 1961 dikeluarkanAkta Pelajaran dan pada tahun 1963 dikeluarkan Akta Bahasa Kebangsaan. Namundemikian, peraturan-peraturan ini dinilai secara pesimis oleh sebagian kalanganseperti pernyataan seorang Ketua Hakim Negara pada tahun 1979, bahwa BM tidakmungkin digunakan di
mahkamah
(pengadilan) karena berbagai keterbatasan yangdimiliki BM.Perubahan baru terjadi pada dekade 80-an, yakni ketika BM berhasil menjadibahasa pengantar di sekolah-sekolah, mulai taman kanak-kanak sampai perguruantinggi. Perubahan ini seiring dengan peran Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP –diresmikan pada tahun 1956) yang semakin gencar memasyarakatkan BM. Istilah-istilah teknis yang selama dua dekade sebelumnya sulit ditemukan masukmenerobos bersama-sama dengan gaya bahasa yang estetis, yang banyakdigunakan dalam ragam bahasa sastra.Pasca perubahan ini, BM akhirnya berhasil menduduki lima fungsi yang harusdimiliki oleh sebuah bahasa nasional: fungsi sebagai bahasa nasional itu sendiri,sebagai bahasa resmi, sebagai bahasa perpaduan atau bahasa antaretnis, sebagaibahasa ilmu pengetahuan dan terakhir sebagai bahasa pendidikan.BM yang memiliki wilayah sebar tutur di sebuah negara yang luas seperti Malaysia,tentunya, memiliki perbedaan-perbedaan cara tutur. Masing-masing Negeri (daerah)hampir memiliki satu dialek tersendiri, yang berbeda dengan daerah lainnya. Dialek-dialek BM yang masyhur di Malaysia antara lain, dialek Johor di Negeri Johor yangterletak paling selatan, dialek Perak di Perak Darul Ridzuan, dialek Melaka di NegeriMelaka sebelah utara Johor, dialek Kedah yang terdapat di Negeri Kedah DarulAman, dan terakhir dialek Sarawak yang terletak di Malaysia Timur atau di PulauKalimantan yang disebut juga dengan Pulau Borneo.Kata /kapal/ yang terdapat di dalam BM Piawai (standar) dapat dijadikan sebagaicontoh yang jelas. Meski tetap direalisasikan menjadi /kapal/ di Johor, Melaka dan
2