Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Macam Macam Strategi Pembelajaran

Macam Macam Strategi Pembelajaran

Ratings: (0)|Views: 86 |Likes:
Published by Maya Kosala

More info:

Published by: Maya Kosala on Jun 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2013

pdf

text

original

 
Macam Macam Strategi PembelajaranBeberapa jenis metode pembelajaran di kelas yang sayadapatkan dari beberapa sumber di internet, strategi inididapat dari Diklat PLPG Angkatan II Tahun 2010 diMedan, semoga bermanfaat bagi bapak/ibu gurusekalian termasuk saya demi untuk meningkatkankualitas pendidikan di Indonesia.A.Model Examples Non ExamplesContoh dapat dari Kasus/Gambar yang Relevan denganKompetensi DasarLangkah-langkah :1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengantujuan pembelajaran2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkanmelalui OHP/In Focus3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan padasiswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusidari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasildiskusinya6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulaimenjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai7. KesimpulanB.Picture And PictureLangkah-langkah :1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai2. Menyajikan materi sebagai pengantar3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambarkegiatan berkaitan dengan materi4. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantianmemasang/mengurutkan gambar-gambar menjadiurutan yang logis5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutangambar tersebut6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulaimenamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensiyang ingin dicapai7. Kesimpulan/rangkumanC.Numbered Heads TofetherLangkah-langkah :1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiapkelompok mendapat nomor2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompokmengerjakannya3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar danmemastikan tiap anggota kelompok dapatmengerjakannya/mengetahui jawabannya4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomoryang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian gurumenunjuk nomor yang lain6. KesimpulanD.Cooperative ScriptMetode belajar dimana siswa bekerja berpasangan danbergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagiandari materi yang dipelajariLangkah-langkah :1. Guru membagi siswa untuk berpasangan2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untukdibaca dan membuat ringkasan3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertamaberperan sebagai pembicara dan siapa yang berperansebagai pendengar4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkapmungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalamringkasannya. Sementara pendengar : (a)Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokokyang kurang lengkap; (b) Membantumengingat/menghafal ide-ide pokok denganmenghubungkan materi sebelumnya atau dengan materilainnya5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukarmenjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukanseperti diatas.6. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan guru7. PenutupE.Kepala Bernomor StrukturLangkah-langkah :1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiapkelompok mendapat nomor2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkannomorkan terhadap tugas yang berangkai. Misalnya :siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomordua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkanhasil pekerjaan dan seterusnya3. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antarkelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya danbergabung bersama beberapa siswa bernomor samadari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengantugas yang sama bisa saling membantu ataumencocokkan hasil kerja sama mereka4. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain5. KesimpulanF.Student Teams-Achievement Divisions (Stad)/TimSiswa Kelompok PrestasiLangkah-langkah :1. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orangsecara heterogen (campuran menurut prestasi, jeniskelamin, suku, dll)2. Guru menyajikan pelajaran3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakanoleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahumenjelaskan pada anggota lainnya sampai semuaanggota dalam kelompok itu mengerti.4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa.Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu5. Memberi evaluasi6. KesimpulanG.Jigsaw (Model Tim Ahli)Langkah-langkah :1. Siswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yangditugaskan4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajaribagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompokbaru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub babmereka5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggotakembali ke kelompok asal dan bergantian mengajarteman satu tim mereka tentang sub bab yang merekakuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengansungguh-sungguh6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi7. Guru memberi evaluasi8. PenutupH.Problem Based Introductuon (PBI)/(PembelajaranBerdasarkan Masalah)Langkah-langkah :
 
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskanlogistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibatdalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.2. Guru membantu siswa mendefinisikan danmengorganisasikan tugas belajar yang berhubungandengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasiyang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasandan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis,pemecahan masalah.4. Guru membantu siswa dalam merencanakanmenyiapkan karya yang sesuai seperti laporan danmembantu mereka berbagi tugas dengan temannya5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atauevaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakanI.ArtikulasiLangkah-langkah :1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklahkelompok berpasangan dua orang4. Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materiyang baru diterima dari guru dan pasangannyamendengar sambil membuat catatan-catatan kecil,kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya5. Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikanhasil wawancaranya dengan teman pasangannya.Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasilwawancaranya6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yangsekiranya belum dipahami siswa7. Kesimpulan/penutupJ.Mind MappingSangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswaatau untuk menemukan alternatif jawabanLangkah-langkah :1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akanditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yangmempunyai alternatif jawaban3. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif  jawaban hasil diskusi5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu)membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papandan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru6. Dari data-data di papan siswa diminta membuatkesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsepyang disediakan guruK.Make - A Match (Mencari Pasangan) (Lorna Curran,1994)Langkah-langkah :1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapakonsep atau topik yang cocok untuk sesi review,sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnyakartu jawaban2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yangdipegang4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartuyang cocok dengan kartunya (soal jawaban)5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunyasebelum batas waktu diberi poin6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswamendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya7. Demikian seterusnya8. Kesimpulan/penutupL.Think Pair And Share (Frank Lyman, 1985)Langkah-langkah :1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yangingin dicapai2. Siswa diminta untuk berfikir tentangmateri/permasalahan yang disampaikan guru3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya(kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiranmasing-masing4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompokmengemukakan hasil diskusinya5. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkanpembicaraan pada pokok permasalahan dan menambahmateri yang belum diuangkapkan para siswa6. Guru memberi kesimpulan7. PenutupM. DebatLangkah-langkah :1. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu prodan yg lainnya kontra2. Guru memberikan tugas untuk membaca materiyangakan didebatkan oleh kedua kelompok diatas3. Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salahsatu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat ituditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikianseterusnya sampai sebagian besar siswa bisamengemukakan pendapatnya.4. Sementara siswa menyampaikan gagasannya gurumenulis guru menulis inti/ide-ide dari setiappembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yangdiharapkan guru terpenuhi5. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap6. Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswamembuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu padatopik yang ingin dicapai.Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookPosted byanharul ulum at4:43 AM Pendekatan Pembelajaran berasal dari bahasa Inggrisya
itu approach yang memiliki arti ’pendekatan’. Di
dalam dunia pengajaran, approach atau pendekatandapat diartikan cara memulai pembelajaran. Menurutpendapat Wahjoedi (1999), pendekatan pembelajaranadalah cara mengelola kegiatan belajar dan perilakusiswa agar ia dapat aktif melakukan tugas belajarsehingga dapat memperoleh hasil belajar secaraoptimal. Pendekatan pembelajaran dapat diartikansebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadapproses pembelajaran, yang merujuk pada pandangantentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masihsangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi,menguatkan, dan melatari metode pembelajarandengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat daripendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenispendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yangberorientasi atau berpusat pada siswa (
student centered approach
) dan (2) pendekatan pembelajaran yangberorientasi atau berpusat pada guru (
teacher centered approach
). Fungsi Pendekatan Pembelajaran adalahsebagai pedoman umum dalam menyusun langkah-Iangkah metode pengajaran yang akan digunakan.Macam-macam Pendekatan Pembelajaran:1. Pendekatan Umum yaitu pendekatan yang berlakubagi semua bidang studi di suatu sekolah. Contohpendekatan umum yang ditetapkan kurikulum antaralain: a. Pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) b.
 
Pendekatan Keterampilan Proses c. Pendekatan Spiral d.Pendekatan Tujuan.2. Pendekatan khusus yaitu pendekatan yangberlakuuntuk bidang studi tertentu, misalnya pendekatankhusus pembelajaran bahasa Indonesia. Beberapacontoh pendekatan khusus yang pernah digunakandalam pembelajaran bahasa misalnya: a. pendekatankomunikatif, b. pendekatan struktural, c. pendekatanIisan, d. pendekatan langsung, e. pendekatan taklangsung, f. pendekatan alamiah.Strategi PembelajaranDari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkanselanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran.Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwastrategi pembelajaran adalah suatu kegiatanpembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agartujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif danefisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. RDavid, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalamstrategi pembelajaran terkandung makna perencanaan.Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifatkonseptual tentang keputusan-keputusan yang akandiambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihatdari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan kedalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discoverylearning dan (2) group-individual learning (Rowntreedalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajiandan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapatdibedakan antara strategi pembelajaran induktif danstrategi pembelajaran deduktif. Strategi pembelajaransifatnya masih konseptual dan untukmengimplementasikannya digunakan berbagai metodepembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi
merupakan “a
plan of operation achieving something
sedangkan metode adalah “
a way in achievingsomething
” (Wina Senjaya (2008).
 Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003)mengemukakan empat unsur strategi yaitu:1.
 
Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasidan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran(target) yang harus dicapai, denganmempertimbangkan aspirasi dan seleramasyarakat yang memerlukannya.2.
 
Mempertimbangkan dan memilih jalanpendekatan utama (basic way) yang palingefektif untuk mencapai sasaran.3.
 
Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titikawal sampai dengan sasaran.4.
 
Mempertimbangkan dan menetapkan tolokukur (criteria) dan patokan ukuran (standard)untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan(achievement) usaha.Metode Pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yangdigunakan untuk mengimplementasikan rencana yangsudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktisuntuk mencapai tujuan pembelajaran. Metodepembelajaran adalah prosedur, urutan,langkah- langkah,dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuanpembelajaran. Dapat dikatakan bahwa metodepembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satupendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metodepembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa metodeadalah prosedur pembelajaran yang difokuskan kepencapaian tujuan. Terdapat beberapa metodepembelajaran yang dapat digunakan untukmengimplementasikan strategi pembelajaran,diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi;(4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan;(7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dansebagainya.Teknik PembelajaranSelanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalamteknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknikpembelajaran dapat diatikan sebagai cara yangdilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatumetode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metodeceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunyasecara teknis akan berbeda dengan penggunaan metodeceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas.Sementara taktik pembelajaran merupakan gayaseseorang dalam melaksanakan metode atau teknikpembelajaran tertentu yang sifatnya individual.Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakanmetode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbedadalam taktik yang digunakannya.Model Pembelajaran.Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik danbahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadisatu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yangdisebut dengan model pembelajaran.Pada dasarnyamodel pembelajaran merupakan bentuk pembelajaranyang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikansecara khas oleh guru. Model Pembelajaran adalahsuatu perencanaan atau suatu pola yang digunakansebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakanbungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan,metode, dan teknik pembelajaran. Kendati demikian,seringkali penggunaan istilah model pembelajarantersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.Unsur-Unsur Model Pembelajaran Joyce dan Weil (1986:14-15) mengemukakan bahwa setiap model belajarmengajar atau model pembelajaran harus memilikiempat unsur berikut: a. Sintak (syntax) b. Sistem sosial(the social system) c. Prinsip reaksi (principles of reaction) d. Sistem pendukung (support system). MacamModel Pembelajaran Menurut Karli dan Yuliariatiningsih(2002) adalah: (a) model pembelajaran kontekstual(CTL), (b) model pembelajaran berdasarkan masalah, (c)model pembelajaran konstruktivisme, (d) model denganpendekatan lingkungan, (e) model pengajaran langsung,(f) model pembelajarn terpadu, dan (g) modelpembelajaran interaktif. Fungsi model pembelajaranadalah sebagai pedoman perancangan dan pelaksanaanpembelajaran. Karena itu, pemilihan model sangatdipengaruhi oleh sifat dari materi yang akandibelajarkan, tujuan (kompetensi) yang akan dicapaidalam pembelajaran tersebut, serta tingkat kemampuanpeserta didik.Di bawah ini akan diuraikan secara singkat dari masing-masing model pembelajaran :A. Pembelajaran Kontekstual (Contextual TeachingLearning)Pembelajaran Kontekstual (Contextual TeachingLearning) atau biasa disingkat CTL merupakan konseppembelajaran yang menekankan pada keterkaitanantara materi pembelajaran dengan dunia kehidupannyata, sehingga peserta didik mampu menghubungkandan menerapkan kompetensi hasil belajar dalamkehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran kontekstual,tugas guru adalah memberikan kemudahan belajar

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->