• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Kristal no.9/Desember/1993 1
AKIBAT ROTASI BUMI
oleh : Sugata PikatanBumi kita berputar pada porosnya, semua orang tahu itu. Tetapi kebanyakan darikita mengetahui rotasi bumi dari pelajaran di sekolah. Sejak dilahirkan kita sudah terbiasahidup dengan putaran bumi ini, sehingga kita sama sekali tidak merasakan gerakannya.Padahal jika dihitung, laju gerak kita akibat rotasi bumi ini sangat besar. Satu kali putaranditempuh dalam 24 jam, sedangkan ruji bumi di khatulistiwa besarnya 6375 km, sehinggalaju gerak kita di permukaan bumi :
v = 2
ππ
(6375).cos
λλ
 /24 = 1669 cos
λλ
km/jam
λλ
 
adalah besarnya derajat lintang suatu tempat di permukaan bumi. Faktor cos
λ
muncul karena tiap titik di permukaan bumi berputar terhadap
sumbu
putar bumi,
bukan
terhadap titik pusat bumi. Di khatulistiwa (
λλ
= 0
0
) laju linier di permukaan bumi samadengan 463 meter per detik, sudah melampaui besar kecepatan suara di udara ! Laju suaradi udara hanya 350 meter per detik. Jadi kita ini setiap saat dibawa permukaan bumibergerak dengan laju empat per tiga kali kecepatan suara !
Gambar 1
.
Rotasi bumi
Akibat langsung rotasi bumi yang kita rasakan hanyalah perubahan siang danmalam. Matahari terbit dari timur dan tenggelam di sebelah barat, karena bumi berputardari barat ke timur, atau berlawanan dengan arah jarum jam jika dilihat dari atas kutubutara bumi. Akibat langsung inipun dulu tidak disadari sebagai akibat rotasi bumi, tetapidiyakini sebagai akibat matahari mengitari bumi. Suatu keyakinan egosentris manusia yangternyata keliru.Dalam tulisan ini kita akan meninjau akibat rotasi bumi secara lebih luas. Agar kitadapat menganalisa akibat-akibat ini dengan mekanika dan matematika dasar, kitaasumsikan bumi berbentuk bola pejal. Vektor kecepatan anguler rotasi bumi (
r
)mengambil arah sejajar sumbu putar bumi ke utara membentuk sudut 23
°
27
terhadapnormal bidang ekliptika*, besarnya dapat kita asumsikan konstan juga, yaitu 7,272
×
10
-5
rad/s (2
π
 
rad/24jam).Sebuah sistem koordinat K yang pusatnya kita letakkan di pusat bumi akan melihatsistem-sistem koordinat di permukaan bumi (misal K
) berputar terhadapnya dengan
 
Kristal no.9/Desember/1993 2
kecepatan anguler
r
. Kita yang hidup di permukaan bumi selalu memakai sistemkoordinat K
, dan merasakan semua efek fisis yang terjadi di dalam sistem koordinat ini.
K
'
dengan demikian adalah sistem yang dipercepat karena ia harus berputar terhadap K,dengan sendirinya K’ juga merupakan sistem yang non-inersial, yakni sebuah sistem yangbanyak melibatkan gaya-gaya semu.
Gaya semu
Untuk memahami apa itu gaya semu, kita tinjau sebuah sistem yang dipercepatlurus seperti sebuah gerbong kereta api yang sedang dipercepat. Saat itu orang-orang yangberada di dalam gerbong seakan-akan didorong oleh sebuah gaya
(P
'
)
ke belakangsehingga punggungnya menekan sandaran kursi. Gaya ini tentu saja tidak ada, tetapidirasakan keberadaannya oleh orang-orang di dalam gerbong.Yang menekan sebetulnya adalah sandaran kursi, sandaran kursi menekanpunggung penumpang (dengan gaya
P
) agar tubuh penumpang itu dapat bergerak denganpercepatan yang sama dengan percepatan gerbong. sifat egosentris manusia membuatpenumpang itu selalu menganggap sistemnya tidak dipercepat, maka kesimpulan yangmasuk akal baginya adalah gaya dorong ke belakang tadi. Gaya yang diciptakan olehorang yang berada dalam sistem non-inersial dengan tujuan agar hukum mekanika berlakusesuai dengan pengamatannya disebut gaya semu, sebuah gaya yang dirasakankeberadaannya akibat watak egosentris manusia.
Gambar 2.
 
Gaya dorong semu
Sistem yang berputar mengalami percepatan sentripetal, percepatan yangmengubah arah kecepatan. Jadi sistem yang berputar juga merupakan sistem non-inersial.Gaya semu yang populer dalam sistem yang berputar adalah gaya sentrifugal, gaya semuyang dirasakan mendorong secara radial keluar. Memang merupakan suatu kenyataanbahwa pada saat kita memutar sebuah benda dengan tali secara horisontal, tangan kitaterasa ditarik oleh benda itu. Secara salah kita mengatakan ada gaya sentrifugal yangmenarik tangan kita. Padahal gaya-gaya yang ada pada peristiwa ini adalah gaya
ΤΤ
dan
ΤΤ′
,pasangan gaya interaksi antara tali dan benda, serta
ΤΤ
"
dan
ΤΤ
"
, pasangan gaya interaksiantara tali dan tangan. Tentu saja juga ada gaya berat benda (
w
) beserta gaya normalbidangnya
(N
). Lihat gambar 3.
 
Kristal no.9/Desember/1993 3
Gambar 3
.
Gaya-gaya pada putaran
Gaya yang bekerja pada benda pada arah radial hanyalah
T
, gaya inilah yangberfungsi sebagai gaya sentripetal, gaya yang memberikan percepatan sentripetal yangmemungkinkan berubahnya arah kecepatan benda. Talinya sendiri akan mengalamisepasang gaya tarik di kedua ujungnya, yaitu
T
dan
T
"
yang besarnya sama jika massa talidapat diabaikan.
T
yang bekerja pada tangan adalah hasil interaksi tangan dengan tali,gaya inilah yang kita rasakan sebagai gaya tarik oleh benda. Jadi tidak ada gaya yangarahnya radial keluar pada benda, yakni gaya sentrifugal, yang menarik tangan kita.Tangan kita tertarik oleh
T
"
adalah konsekuensi logis pemberian gaya
T
pada bendamelalui hukum interaksi, yaitu hukum Newton ke tiga.Jika kita kemudian juga berputar mengikuti putaran benda itu dan menganggap dirikita beserta benda iti dalam keadaan diam (lingkungan yang kita anggap sedang berputar),tangan kita ditarik tali oleh
T
"
menuju benda. Disepanjang tali tetap bekerja gaya-gaya
T
"
dan
T
'
, sehingga benda tetap ditarik tali dengan gaya tegangan tali
T
. Jika kita berhentisampai di sini kita akan bingung, karena kenyataannya benda itu dapat berada dalamkeadaan
 diam
dengan sebuah gaya tunggal pada rah sepanjang tali, hukum Newton tidak berlaku ! Mestinya dengan adanya gaya
T
saja benda itu tentu bergerak mendekati tangankita. Nah, agar hukum Newton masih berlaku dalam pengamatan ini kita lantasmenyimpulkan bahwa pada benda itu pasti bekerja pula gaya yang arahnya berlawanandengan
T
dan besarnya sama dengan
T
. Setelah mengetahui bahwa kita dan benda itusedang melakukan putaran, kita mengklaim gaya misterius itu sebagai
akibat 
dari gerak putaran dan kita beri nama gaya sentrifugal.Jadi jelaslah sudah, gaya sejati pada benda hanyalah gaya tegangan tali
T
yangberfungsi sebagai gaya sentripetal, dialah yang
menyebabkan
terjadinya putaran.sedangkan gaya semunya adalah gaya sentrifugal yang diklaim sebagai
akibat 
dari gerak putarnya.
Transformasi sistem koordinat
Apa yang dilihat oleh pengamat di dalam sistem koordinat
K
'
yang sedang berputardapat diterjemahkan ke dalam hasil-hasil pengamatan di sistem koordinat
K
. Ambil contohvektot posisi
r
'
dari sebuah benda jika dilihat dari sistem
K
'
.
Posisi benda ini akan terlihatsebagai r oleh sistem K. Transformasi yang menghubungkan kedua vektor posisi ini dapatdilihat dengan jelas pada gambar 4, yaitu :
r = r
'
+ R
(1)
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...