Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asas Legalitas Hukum Pidana Islam

Asas Legalitas Hukum Pidana Islam

Ratings: (0)|Views: 313 |Likes:
Published by Encep Abdul Rojak

More info:

Published by: Encep Abdul Rojak on Jun 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2013

pdf

text

original

 
ASAS LE
Disusun guDosen
UNIVERSITA
ALITAS HUKUM PIDANA
MAKALAHa memenuhi tugas pada mata kuliah Qowaid al-Pengampu : Prof. DR. KH. Rahmat Syafe’i, M. OlehEncep Abdul Rojak NIM.: 2.212.1.4.023
ONSENTRASI HUKUM ISLAMPASCASARJANAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUBANDUNG
 
2013
ISLAM
 
hkamg
G DJATI
 
1
ASAS LEGALITAS HUKUM PIDANA ISLAMA.
 
Pendahuluan
Puji syukur atas Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah yang berjudul Asas Legalitas Hukum Pidana Islam inidapat terselesaikan dengan baik. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepadaRasulullah SAW. yang telah menyampaikan risalah-Nya untuk umat manusia,yang dijadikan pedoman dalam kehidupan ini, baik yang menyangkut ibadahmaupun mu’amalah, termasuk hukum pidana Islam.Hukum pidana tidak lain membahas tentang hukum sebab akibat, yangmemiliki efek jera bagi para pelakunya. Hukum pidana ini termasuk kepadahukum publik, karena dalam penyelesaiannya membutuhkan orang ketiga. Tidak bisa diselesaikan perkara pidana ini tanpa bantuan Negara/pengadilan. Apabiladiselesaikan secara pribadi, termasuk kepada kategori main hakim sendiri.Umat Islam dunia selaiaknya menggunakan hukum yang bersumber darial-Qur’an dan al-Hadis, karena keduanya merupakan pedoman hidup, dan semuaaspek hukum sudah terkandung di dalamnya. Seperti hukuman tentang
hudud,qishash,
dan
ta’zir.
Semua hukuman ini sudah tercantum di dalam al-Qur’an danal-Hadis, hanya saja dari ketiga sisi tersebut ada perbedaan teknis dalampenerapannya. Misalkan kalau
hudud 
balasan perbuatan sudah ditetapkan olehAllah SWT., sedangkan
ta’zir 
dikembalikan kepada Negara/pihak yangberwenang. Hal ini memberikan ruang kepada manusia untuk berfikir dan melihatlebih jauh akan pentingnya hukuman itu sendiri.Sanksi bisa diaplikasikan kepada para pelaku kejahatan apabila terpenuhisyaratnya, yaitu legalitas. Asas legalitas bermaksud membatasi berlakunya hukumitu sendiri. Ketika pelanggaran sudah terjadi, tetapi hukumnya belum ditetapkan,maka orang tersebut tidak dapat dikenai sanksi atau pidana karena tidak termasuk kepada pelanggaran hukum. Begitu juga dalam hukum Islam, berlaku asaslegalitas dalam penerapan hukumnya. Oleh karenanya, dalam makalah ini akandibahas tentang asas legalitas dalam hukum pidana Islam.
 
2
PEMBAHASANA.
 
Pengertian Asas Legalitas
 Kata asas berasal dari bahasa Arab
asasun
yang berarti dasar atau prinsip,sedangkan kata legalitas berasal dari bahasa latin yaitu
lex
(kata benda) yangberarti undang-undang, atau dari kata jadian
legalis
yang berarti sah atau sesuaidengan ketentuan undang-undang. Dengan demikian legalitas adalah
"keabsahansesuatu menurut undang undang".
1
Dalam kaitannya dengan hukum pidana Islam,asas legalitas berarti keabsahan mengaplikasikan hukuman atas melampaui batas(
hudud 
) yang dapat merugikan orang lain, yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Hadis.Dengan demukian arti legalitas adalah “keabsahan sesuatu menurutundang-undang.” Secara historis asas legalitas pertama kali digagas oleh
 Anselmvan Voirbacht 
dan penerapannya di Indonesia dapat dilihat dalam Pasal 1 ayat (1)Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang berbunyi
“suatu perbuatantidak dapat dipidana kecuali berdasarkan kekuatan perundang-undangan pidana.”
 Adapun istilah legalitas dalam syari'at Islam tidak ditentukan secara jelassebagaimana yang terdapat dalam kitab undang-undang hukum positif. Kendatidemikian, bukan berarti syari'at Islam tidak mengenal asas legalitas. Bagi pihak yang menyatakan hukum pidana Islam tidak mengenal asas legalitas, hanyalahmereka yang tidak meneliti secara detail berbagai ayat yang secara substansionalmenunjukkan adanya asas legalitas.
2
 Asas legalitas biasanya tercermin dari ungkapan dalam bahasa latin:
 Nullum Deliktum Nulla Poena Sine Pravia Lege Poenali
(tiada delik tiadahukuman sebelum ada ketentuan terlebih dahulu). Asas ini merupakan suatu jaminan dasar bagi kebebasan individu dengan memberi batas aktivitas apa yangdilarang secara tepat dan jelas. Asas ini melindungi dari penyalahgunaankekuasaan atau kesewenang-wenangan hakim, menjamin keamanan individu
1
Subekti dan Tjitrosudibyo,
Kamus Hukum,
(Jakarta: pradnya Paramita, 1969), h, 63
 
2
Abdul Qodir Awdah,
 Al-Tasyri’ al-Jinai al-Islami Muqaranan bi al-Qanun al-Wadh’i,
 Juz I, (Beirut: D
ā
r al-Kitab al-‘Araby,t.t.), h. 118
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->